02 Maret 2019

4 Alasan Keras Agar untuk Tidak Membaca Buku Harian Anak

Ada konsekuensi serius bila privasi anak dilanggar oleh orang tua

Saat sedang membereskan kamar dan melihat buku harian anak tergeletak di atas meja belajarnya, apa Moms membiarkannya atau mengintip dan membaca isinya?

Hal seperti ini memang sering jadi dilema orang tua, yang seringkali merasa perlu mengetahui segala pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup anak.

Ya, walaupun tahu kalau itu seharusnya tidak dilakukan.

Bagaimanapun juga, apa yang dituliskan anak dalam buku hariannya sangatlah murni.

Dia menuliskannya dengan jujur pada diri sendiri tanpa rasa takut dihakimi atau dipandang aneh.

Jadi sebelum Moms tergoda untuk membaca buku harian anak, coba pertimbangkan dulu beberapa hal berikut ya, Moms.

1. Melanggar Privasi Anak

moms, jangan baca buku harian anak! ini alasannya 1
Foto: moms, jangan baca buku harian anak! ini alasannya 1

Foto: parenting.com

Menurut profesor psikologi di Oberlin College, Nancy Darling Ph.D., ada dua jenis informasi yang dimiliki anak, yaitu:

  • Informasi rutin (routine disclosure). Yaitu informasi yang dibutuhkan orang tua untuk menjaga kebaikan dan keamanan anak, seperti jadwal ujian, teman sepergaulan, atau aktivitas yang dilakukannya di luar rumah.
  • Informasi pribadi (self disclosure). Ini adalah informasi pribadi yang hanya perlu disimpan oleh anak, dan tidak diperlukan orang tua untuk menjaga kebaikan dan keamanan anak.

Sebagai contoh, Moms memang wajib tahu latar belakang teman anak serta aktivitas yang mereka lakukan di luar rumah, tapi Moms tidak perlu tahu apa yang diobrolkan anak saat sedang bersama teman.

Nah, yang biasanya tertulis dalam buku harian anak adalah informasi pribadi.

Baca Juga: 4 Tips Agar Anak Tidak Rewel Saat Ibu Berangkat Kerja

2. Merusak Kepercayaan Anak Pada Orang Tua

moms, jangan baca buku harian anak! ini alasannya 2
Foto: moms, jangan baca buku harian anak! ini alasannya 2

Foto: drsarahreneelangley.com

Bagi seorang anak, mengetahui dirinya dipercaya oleh orang tua akan membuatnya semakin percaya diri, mandiri, mawas diri, dan juga lebih pandai menjaga diri.

Bila sampai Si kecil tahu Moms membaca buku harian dan melanggar privasinya, dia akan merasa malu, marah, dan geram.

Akibatnya rasa hormat anak pada orang tua dan keluarga akan sangat terlukai hingga seumur hidupnya.

Perasaan seperti itu tidak boleh dianggap sepele lho, Moms.

Trauma emosional mendalam akibat privasi anak dilanggar tanpa alasan bisa terbawa hingga dewasa dan membuatnya kesulitan untuk percaya dan menjalin hubungan dengan orang lain.

3. Membuat Anak Jadi Enggan Terbuka

moms, jangan baca buku harian anak! ini alasannya 3
Foto: moms, jangan baca buku harian anak! ini alasannya 3

Foto: shutterstock.com

Bern Morley, penulis parenting dari Australia, memaparkan sebuah hasil penelitian selama satu dekade yang dilakukan pada anak dari empat benua.

Diketahui bahwa reaksi alami anak yang tahu privasinya dilanggar oleh orang tua adalah menutup diri dengan menyembunyikan informasi atau berbohong.

Reaksinya akan lebih negatif jika sebenarnya tidak ada masalah atau alasan kuat untuk membaca buku harian, tapi kemudian Moms menyindir, menceramahi, atau memarahi anak karena apa yang dia tulis didalamnya.

Percayalah Moms, malah akan semakin sulit bagi orang tua untuk menjaga anak bila dia sudah enggan bercerita atau berdiskusi tentang apa yang dialami dan dilakukannya.

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Hobi Jajan Anak yang Berlebihan

4. Pengecualian

moms, jangan baca buku harian anak! ini alasannya 4
Foto: moms, jangan baca buku harian anak! ini alasannya 4 (Orami Photo Stock)

Foto: Triparenting.com

Tidak ada alasan untuk membaca buku harian anak selama dia terlihat dalam keadaan sehat dan aman, tidak menunjukkan perilaku negatif yang menimbulkan kekhawatiran, dan tidak terjadi perubahan sikap serta gaya hidup yang drastis.

Namun untuk melindungi kebaikan dan keamanan buah hati, Moms boleh membaca buku harian atau pesan pribadi anak bila ada perilaku atau kondisi mencurigakan yang dapat membahayakan kesehatan fisik, mental, maupun emosional anak.

Sebaiknya sejak awal jelaskan dan sepakati batasan privasi ini, agar anak tahu apa yang dilakukan Moms di masa depan adalah demi kebaikannya sendiri.

Jadi bila hanya sekadar karena rasa penasaran, sebaiknya biarkan buku harian anak tetap tertutup tanpa membaca isinya ya, Moms. Hargailah privasi anak sebagaimana Moms juga ingin dihargai oleh buah hati.

Baca Juga: Ini Dia 4 Cara Mengajarkan Anak Bersikap Tegas

Apa Moms setuju kalau orang tua sebaiknya tidak membaca buku harian anak tanpa alasan?

(WA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.