2-3 tahun

2-3 TAHUN
25 Desember 2019

4 Tips Bicara Tentang Seks kepada Balita

Agar lebih siap bicara seks pada balita, orang tua perlu memahami dulu panduan penting ini.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Ternyata, bicara seks pada balita justru penting, Moms! Banyak orang tua mengira pendidikan seks baru perlu diberikan kepada anak saat di bangku sekolah dasar (SD).

Pendidikan seks itu penting di berbagai tahapan usia, termasuk balita. Alasannya, perkembangan usia manusia ada tahapannya, termasuk yang berhubungan dengan seksualitas.

Nah, bagaimana dengan Moms? Sudah siapkah bicara seks pada balita? Yuk, simak panduan penting ini!

Baca Juga: Pantaskah Membicarakan Aktivitas Seks Pasutri pada Sahabat? Pahami Batasannya!

4 Tips Bicara Seks pada Balita

1. Kenalkan Organ Intim

Tips bicara tentang seks kepada balita (1).jpg

Foto: masandpas.com

Langkah awal bicara seks pada balita adalah dengan memperkenalkan organ intim tubuhnya. Beritahu sebutan organ intim yang sesungguhnya beserta fungsinya.

Lalu, katakan kepada anak siapa saja yang boleh dan tidak boleh menyentuh organ intimnya, beserta alasannya. Misal, orang tua atau pengasuh boleh menyentuh organ intim anak untuk membersihkannya setelah si Kecil buang air kecil atau air besar atau saat memandikan.

Bila ada orang selain orang tua dan pengasuh yang menyentuh organ intim si Kecil, katakan bahwa ia harus memberi tahu orang tua atau pengasuhnya.

2. Gunakan “Alat Bantu”

Tips bicara tentang seks kepada balita (2).jpg

Foto: thesuccessfulparent.com

Anak usia balita umumnya belum memahami konsep abstrak. Jadi, Moms bisa bicara seks pada balita menggunakan pendekatan yang bersifat konkret. Misalnya, menggunakan boneka atau gambar untuk menerangkan bagian-bagian intim tubuh.

Baca Juga: 3 Cara Anticanggung Berbicara Seks dengan Pasangan

3. Alamiah dan Nyaman

Tips bicara tentang seks kepada balita (3).jpg

Foto: liveyourtruth.com

Bagi banyak orang tua, bicara tentang seks adalah hal yang tabu atau memalukan. Pemahaman ini harus disingkirkan dulu, Moms.

Dikutip dari Journal of Sex Research, semakin cepat mengenalkan pendidikan seks kepada anak, maka persepsinya tentang seks ketika dewasa akan baik pula.

Saat bicara seks pada balita, orang tua harus menciptakan suasana yang nyaman dan menunjukkan bahwa membicarakan organ intim itu hal yang alamiah karena bagian dari proses biologis manusia.

Ini penting agar si Kecil dapat merasa leluasa menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas kepada Moms dan Dads.

Baca Juga: Sulit Melakukan Morning Sex? Coba Beberapa Tips Ini

4. Kaitkan dengan Nilai-Nilai Keluarga

Tips bicara tentang seks kepada balita (4).jpg

Foto: yummymummyclub.ca

Setiap keluarga memiliki nilai-nilai tersendiri terkait seksualitas, baik dari sisi adat ataupun agama. Saat memberi penjelasan kepada si Kecil, orang tua dapat mengaitkannya kepada nilai-nilai tersebut.

Ini penting karena penjelasan dari orang tua ini nantinya menjadi landasan bagi bagaimana kelak anak memahami konsep hubungan yang sehat, pengendalian diri, cinta, dan lain-lain.

Menurut Ho Shee Wai, psikolog dan direktur The Counselling Place, hal terpenting dalam bicara seks pada balita adalah kesiapan orang tua untuk memberikan penjelasan yang tepat.

“Orang tua harus siap menjawab pertanyaan tentang seks dari anak, dan bisa memberikan jawaban yang sesuai dengan tahapan perkembangan usia si Kecil,” ujar Wai.

Hershey Regaya, manajer program di Education & Outreach Department dari the Family Life Society mengingatkan orang tua agar jangan mengacuhkan atau malah menegur anaknya karena menanyakan topik sensitif tersebut.

Anak mengajukan pertanyaan yang ‘sulit’ atau sensitif menandakan ia tengah bertumbuh dan berkembang. Orang tua harus memahami ini. Ciptakan suasana nyaman bagi anak untuk bertanya, daripada nantinya ia malah mencari informasi tentang seksualitas ke sumber lain, seperti teman atau media sosial,” kata Regaya.

Setelah membaca panduan ini, semoga sekarang Moms dan Dads sudah siap untuk bicara seks pada balita.

(AN)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait