Di atas 5 tahun

DI ATAS 5 TAHUN
11 Maret 2019

Jangan Bingung Lagi, Ini 4 Tips Mengenalkan Organ Intim pada Anak

Menggunakan bahasa imut bukan pilihan tepat lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (mentari.delita)
Disunting oleh (mentari.delita)

Banyak orang tua merasa risih untuk membicarakan tentang organ intim kepada anak-anak mereka. Mungkin Moms salah satunya.

Karena rasa risik itu, sering kali orang tua memilih untuk tidak membicarakan organ intim pada anak-anak. Bahkan, orang tua juga lebih memilih menggunakan nama lain untuk organ intim.

Tapi, tahukah Moms jika hal tersebut malah akan membawa masalah di masa depan?

Nah, agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya Moms mulai memberanikan diri untuk membicarakan organ intim dengan Si Kecil. Selain untuk membantunya mengenal anatomi tubuh mereka, mengenalkan organ intim juga bisa membantu Si kecil memahami perilaku seksual menyimpang.

“Memperkenalkan organ tubuh pada anak sejak dini merupakan percakapan paling awal yang dapat dilakukan orang tua dengan anak-anak untuk mendukung kesehatan dan keselamatan mereka," jelas ahli pendidik seksual, Melissa Carnagey, seperti dikutip dari Huffpost.com.

Agar tidak lagi risih membicarakan organ intim dengan Si Kecil, ada beberapa tips dari Carnagey yang bisa Moms coba. Apa saja? Yuk kita cari tahu Moms!

Baca Juga: Bagaimana Cara Tepat Merawat Organ Intim Bayi?

1. Gunakan Kata yang Tepat untuk Bagian Tubuh

mom child reading e1435036796796

Foto: Psychologytoday.com

"Bagian tubuh adalah bagian tubuh," kata Lydia M. Bowers, seorang sex educator, seperti dikutip dari Huffpost.com. Bowers menekankan bahwa "penis," "testis," "vulva", dan "vagina" bukanlah kata-kata yang buruk.

Orang tua harus merasa nyaman menggunakan istilah-istilah ini atau kata-kata yang sesuai jika mereka berbicara tentang organ intim.

"Seringkali tanpa ragu, orang akan menggunakan istilah yang akurat untuk bagian tubuh seperti siku, lutut dan hidung, sehingga bagian seperti penis, vulva, vagina dan anus tidak boleh berbeda," kata Carnagey.

Alasan mengapa anak-anak harus mempelajari istilah yang tepat untuk bagian pribadi adalah untuk membantu anak-anak berkomunikasi dengan jelas tentang tubuh mereka. Ini penting dalam konteks memberi tahu dokter atau pengasuh di mana dia merasakan sakit atau gatal.

2. Hindari Bahasa yang Manis

asianmom1 1140x437 0 16 1138 437

Foto: Washington.edu

Jangan tergoda untuk menggunakan bahasa imut ketika berbicara dengan anak-anak kecil tentang tubuh mereka karena ini dapat menyebabkan masalah.

“Ini bisa berisiko karena dapat menyebabkan anak disalahpahami oleh orang lain. Terutama jika mereka telah mengalami sentuhan yang tidak aman ke bagian tubuh mereka dan perlu melaporkannya," kata Carnagey.

Anak-anak harus dapat mengidentifikasi bagian tubuh sebagai pribadi dan menamainya dengan benar sehingga mereka dapat berkomunikasi jika mereka disentuh secara tidak tepat.

"Menciptakan budaya di mana batas-batas tubuh setiap orang dihormati adalah langkah penting," kata Carnagey.

Orang tua dapat melakukan ini dengan tidak memaksa anak-anak mereka untuk berbagi kasih sayang dengan orang lain dan dengan kebiasaan meminta sentuhan, misalnya, mengatakan "Boleh aku memelukmu?" daripada "Beri aku pelukan".

3. Gunakan Buku

shutterstock 459137191

Foto: Honeykidsasia.com

Banyak buku anak-anak yang mengajarkan tentang anatomi tubuh. Bowers dan Carnagey merekomendasikan buku-buku karena merupakan sumber yang bagus tentang kesehatan seksual untuk anak-anak dan keluarga, termasuk banyak buku yang membahas tentang anatomi tubuh.

"Buku adalah dasar yang bagus untuk mengetahui bagaimana bayi dibuat dengan menggunakan istilah 'sperma,' telur, 'uterus' dan 'vagina'," katanya.

Baca Juga: 3 Kesalahpahaman Tentang Organ Intim

4. Ajari Anak untuk Memercayai Insting Mereka

474908666 wide

Foto: Babycentre.co.uk

Ada beberapa cara untuk membantu anak-anak belajar mempercayai naluri mereka.Carnagey menyarankan mengajar anak-anak untuk mengidentifikasi perasaan mereka.

Orang tua dan dapat melakukan ini dengan mengajukan pertanyaan seperti "Bagaimana perasaanmu sekarang?" atau menunjukkan ketika mereka melihat perubahan dalam bahasa tubuh dengan pernyataan seperti "Saya melihat bahwa kamu mengerutkan kening. Katakan apa yang kamu rasakan?".

Nah Moms, jangan ragu untuk mulai mengajarkan anak-anak tentang organ intim sejak dini. Hal ini akan membuat mereka memahami organ intim mereka dan akan memudahkan Moms dalam menjaga mereka yang mungkin saja mengalami kejadian kurang menyenangkan.

Selamat mencoba!

(MDP)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait