Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Jan 31, 2018

5 Fakta Baik Soal Micin yang Jarang Diketahui

Bagikan


10-jenis-makanan-sehari-hari-yang-berisiko-pada-kesuburan

Ketika jajanan keripik pedas, asin, dan gurih beberapa tahun belakangan kembali merebak, istilah generasi micin pun ikut muncul di tengah masyarakat. Istilah ini ditujukan pada mereka yang menyukai micin dalam konsumsi makanan sehari-hari.

Sebenarnya istilah generasi micin juga merujuk pada kondisi kesehatan yang dipercaya mendapat efek buruk dari konsumsi micin dalam makanan yang bikin banyak orang ketagihan tersebut.

Nah, apakah Moms juga yang termasuk sering mendengar istilah ini? 

Micin memang telah lama dianggap membawa dampak merugikan pada kesehatan. Mulai dari penyebab mandul, menurunkan kecerdasan otak, meningkatkan risiko darah tinggi, dan lain-lain.

Eits, tapi jangan khawatir berlebihan dulu, Moms! Sebab fakta sebenarnya tentang micin alias MSG (Monososdium Glutamat) ini justru berkebalikan dengan anggapan negatif selama ini.

MSG ternyata mengandung salah satu zat bernama Glutamat yang juga terkandung dalam beberapa jenis makanan segar seperti tomat. Dan sebenarnya hingga saat ini, belum ada penelitian valid yang bisa dibuktikan perihal efeknya pada otak.

Baca juga: Tips Agar Anak Tidak Suka Jajan Sembarangan

Nah, berikut adalah 5 fakta lainnya soal micin yang mematahkan anggapan negatifnya selama ini. Apa saja? 

1. Terbuat dari tebu

MSG merupakan gabungan dari sodium/natrium (garam), asam amino glutamate dan air yang dibuat melalui proses fermentasi tetes tebu oleh bakteri Brevi-bacterium lactofermentum yang menghasilkan asam glutamat. Kemudian, dilakukan penambahan garam sehingga mengkristal.

2. Kandungannya mirip ASI

Tidak seluruh kandungan MSG serupa dengan ASI. Hanya saja zat utama pembangun MSG yakni asam Glutamat (yang merupakan salah satu asam amino) ternyata juga ditemukan pada ASI.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Vetsin

3. Ada batas konsumsinya

WHO menyebutkan bahwa batas aman mengonsumsi MSG adalah sebanyak 6 gram per hari sedangkan menurit Menteri Kesehatan Indonesia, batas aman konsumsin MSG sekitar 5 gram atau sekitar 1 sdt. Sedangkan masyarakat Indonesia rata-rata mengonsumsi 0.5 gram micin setiap harinya.

4. Penambah selera makan

Bagi Moms yang sedang sakit dan tak lunya nafsu makan, sedikit menambahkan MSG dalam makanan ternyata ampuh untuk menambah nafsu makan. Tak hanya itu, MSG memiliki kandungan serupa dengan garam hanya sana natriumnya lebih sedikit sehingga lebih aman jika dikonsumsi oleh penderita hipertensi.

Baca Juga: Gejala yang Terlihat Jika MSG Mengganggu Kesehatan Tubuh

5. Aman bagi tubuh

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang valid perihal efek MSG pada tubuh. Bahkan FDA, Badan pengawas makanan Amerika Srrikat menyebut bahwa MSG aman untuk dikonsumsi. Penelitian FDA menemukan bahwa gejala sensitif terhadap MSG muncul jika seseorang meminum MSG sebanyak 3 gram atau lebih. Sedangkan MSG banyak digunakan dalam makanan.

Bagaimana Moms? Tak lagi salah sangka dengan micin, kan. Meski begitu, konsumsi micin tetap harus diperhatikan, ya, terutama jika Moms atau Dads atau bahkan si Kecil memiliki alergi.

(DNY)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.