Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Sex & Relationship | Dec 22, 2018

6 Topik Debat yang Sering Terjadi dalam Rumah Tangga

Bagikan


This Article is In Partnership with Bridestory

Saat berpacaran, Moms dan pasangan berharap saling mengenal satu sama lain dan berlanjut ke jenjang lebih serius. Moms mungkin berpikir jika sudah merasa sangat cocok saat berpacaran, hidup berumah tangga akan berjalan mulus.

Namun tidak semudah itu. Ketika Moms memasuki dunia rumah tangga, konflik yang terjadi sudah ada di level yang berbeda. Lalu, apa saja yang sering didebatkan pasangan rumah tangga dan bagaimana solusinya? Check this out.

Keuangan

Masalah keuangan memang menjadi hal yang sensitif, termasuk bagi pasangan suami istri. Konflik ini bisa saja terjadi karena Moms merasa kurang menghasilkan uang atau mungkin karena Moms menghasilkan uang lebih banyak dalam keluarga. 

Solusi: Sebenarnya  bukan karena jumlah uang yang membuat perdebatan terjadi, tetapi adanya perasaan tidak aman atau tidak dihargai oleh pasangan.

Moms bisa membicarakan hal ini baik-baik dengan pasangan apa alasan Moms dan apa yang Moms mau. Solusi lainnya, Moms dan pasangan bisa menetapkan jumlah uang bulanan yang dipegang masing-masing di luar biaya pengeluaran rumah tangga.

Pekerjaan Rumah Tangga

Biasanya perdebatan terjadi karena Moms merasa melakukan pekerjaan rumah tangga lebih banyak dibanding pasangan. Ujungnya, Moms akan merasa sebal dan marah-marah pada pasangan karena Moms merasa dia tidak melakukan apapun untuk pekerjaan rumah tangga. 

Solusi: Dalam hal ini, ada baiknya Moms memang melakukan sesuatu karena memang Moms bisa bukan terpaksa. Misalnya, Moms yang mencuci piring karena memang Moms lebih cepat dan gesit dalam melakukannya.

Sementara pasangan Moms yang mengganti bola lampu karena dia lebih tinggi dan tidak takut naik tangga. Moms pun sebenarnya bisa meminta bantuan pada pasangan hanya dengan meminta tolong dengan tulus dan lembut seperti, "Pa, boleh minta tolong bantu cuci piring? That would be really helpful."

Kebiasaan Pribadi

Saat Moms berpacaran, Moms hanya melihat 'sebagian' dirinya saja. Tetapi ketika menikah, Moms akan tinggal bersama 24 jam seumur hidup dan tentu saja akan ada banyak hal yang 'berbentrokan' dengan Moms.

Misalnya, pasangan Moms suka membuang baju kotor sembarangan  sementara Moms mau baju kotor ada di satu tempat atau tidak mengangkat dudukan closet sementara Moms mau dudukan closet harus selalu kering. Semua ini bisa mengarah ke konflik besar jika Moms tidak choose the battle

Solusi: Dalam pernikahan ada banyak masalah yang lebih besar dibanding hal-hal di atas, untuk itu Moms harus bisa meyakinkan diri sendiri untuk menerima pasangan apa adanya dan tidak lelah untuk membantunya jadi lebih baik. Memang pada akhirnya semua orang tidak sempurna termasuk Moms, bukan?

Mertua

Nah, ini memang sering jadi topik perdebatan dalam rumah tangga. Entah Moms merasa pasangan tidak adil karena kalian lebih sering menghabiskan waktu di rumah orangtuanya dibanding Moms, atau mungkin salah satu orangtua terlalu ikut campur dalam pernikahan Moms. 

Solusi: Moms dan pasangan bisa membicarakan hal ini baik-baik dan membagi waktu secara adil. Jika memang Moms merasa tidak cocok dengan keluarga pasangan, cukup berlaku sopan tapi tidak perlu menunjukkan rasa tidak suka.

Minta pasangan Moms untuk berbicara dengan orangtuanya jika Moms merasa perlu ada perubahan, sebab biasanya orangtua akan lebih mendengarkan anaknya sendiri dibanding menantu.

Anak-anak

Saat menikah, Moms dan pasangan akan membawa budaya dari keluarga lama dalam satu rumah, termasuk cara mendidik anak. Perdebatan bisa timbul karena Moms  merasa dia terlalu keras atau lengah terhadap anak, terlalu atau kurang disiplin, dan sebagainya. 

Solusi: Moms harus membicarakan hal ini secara baik-baik dan perlu diingat untuk tidak membicarakan hal ini di depan anak-anak.

Moms dan pasangan bisa mengambil contoh-contoh yang baik dari keluarga lama masing-masing dan mempraktikkannya dengan cara baru di keluarga Moms. Jika Moms dan pasangan sudah memiliki kesepakatan bagaimana mendidik anak then stick to it.

Kehidupan Seksual

Tak dapat dipungkiri, kehidupan seksual menjadi salah satu penyebab utama terjadi konflik di rumah tangga. Salah satu pasangan mungkin terlalu lelah atau sedang tidak mood jika satunya lagi sedang ingin bercinta. Hal ini bisa menimbulkan gap dan ketidakpuasan kehidupan seksual hingga akan menimbulkan masalah baru. 

Solusi: Kehidupan seksual dalam rumah tangga harus diutamakan. Moms bisa menetapkan hari khusus dalam satu minggu untuk pasangan dan bisa membuat kesepakatan hal-hal apa saja yang bisa membuat hasrat Moms berdua tetap ada. 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.