23 September 2019

Anak Rewel dan Panas, Apakah Ini Tanda-tanda Tifus atau Demam?

Jangan panik dulu ya, Moms saat tubuh Si Kecil panas.

Tanya:

Bayi saya berusia 7 bulan 27 hari. Satu minggu belakangan ini tiap malam dia sangat rewel. Matanya terpejam tapi terus menerus menangis. Awalnya tangan dan kepalanya terasa demam, dua hari belakangan ini suhu tangannya juga terasa panas.

Saya perhatikan berat badannya agak turun, padahal makan dan ASI-nya lancar, walaupun saat makan terlihat seperti mual.

Apakah itu ciri-ciri sakit tifus? Apakah saya perlu segera membawa ke rumah sakit atau ada tindakan yang bisa dilakukan di rumah?

Jawab:

Demam adalah suatu keadaan saat suhu badan melebihi 37 derajat Celcius yang disebabkan oleh penyakit atau peradangan. Demam juga merupakan pertanda bahwa sel antibodi manusia (sel darah putih) sedang melawan suatu virus atau bakteri. Demam merupakan gejala bukan suatu penyakit.

Demam dapat disebabkan oleh faktor infeksi ataupun faktor non infeksi. Demam akibat infeksi bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, ataupun parasit.

Demam akibat faktor non infeksi dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain faktor lingkungan (suhu lingkungan yang eksternal yang terlalu tinggi, penyakit autoimun, keganasan, dan pemakaian obat-obatan.

Adapun beberapa tipe demam :

1. Demam septik

Pada demam ini, suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ke
tingkat di atas normal pada pagi hari.

2. Demam hektik

Pada demam ini, suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ke
tingkat yang normal pada pagi hari

3. Demam remiten

Pada demam ini, suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu normal

4. Demam intermiten

Pada demam ini, suhu badan turun ke tingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari.

5. Demam kontinyu

Pada demam ini, terdapat variasi suhu sepanjang hari yang tidak berbeda lebih dari satu derajat.

6. Demam siklik

Pada demam ini, kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula.

Penatalaksanaan demam bertujuan untuk merendahkan suhu tubuh yang terlalu tinggi bukan untuk menghilangkan demam. Penatalaksanaan demam dapat dibagi menjadi dua garis besar yaitu: nonfarmakologi dan farmakologi

Adapun yang termasuk dalam terapi non-farmakologi dari penatalaksanaan demam:

1. Pemberian cairan dalam jumlah banyak untuk mencegah dehidrasi dan beristirahat yang cukup.

2. Tidak memberikan penderita pakaian panas yang berlebihan pada saat menggigil. Kita lepaskan pakaian dan selimut yang terlalu berlebihan. Memakai satu lapis pakaian dan satu lapis selimut sudah dapat memberikan rasa nyaman kepada penderita.

3. Memberikan kompres hangat pada penderita. Pemberian kompres hangat efektif terutama setelah pemberian obat. Jangan berikan kompres dingin karena akan menyebabkan keadaan menggigil dan meningkatkan kembali suhu inti

Farmakologi: Obat-obatan yang dipakai dalam mengatasi demam (antipiretik) adalah parasetamol (asetaminofen) dan ibuprofen.

Dijawab oleh dr. Adnan Yusuf

Sumber: meetdoctor.com

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.