07 Mei 2019

Bekali 4 Pengetahuan Ketika Anak Tersesat Ini Kepada Si Buah Hati, Yuk

Biasakan ia untuk memanggil nama lengkap Moms saat terpisah dan bukan dengan kata panggilan

Saat membawa Si Kecil pergi kemanapun terutama ke tempat ramai, Moms harus memberikan pengawasan yang lebih ketat.

Di usia mereka yang sangat aktif bergerak, bukan tak mungkin membuat mereka terlepas dari pengawasan Moms.

Hal ini tentunya sangat berbahaya, karena selain mereka belum mengerti bagaimana caranya mencari orang tua, terbuka pula kemungkinan untuk terjadi penculikan seperti yang telah banyak terjadi.

Lalu bagaimana mengantisipasi agar mereka dapat kembali menemukan Moms saat tersesat? Simak tips berikut!

1. Beri Pemahaman Akan Orang Asing

anak tersesat (3)
Foto: anak tersesat (3)

Kebanyakan pemahaman akan bahaya orang asing biasanya memang diterapkan untuk anak usia 5 tahun ke atas.

Namun, melihat semakin maraknya kasus penculikan saat ini, nampaknya pemahaman tersebut harus mulai ditanamkan sejak dini.

Memang begitu jarang anak seusia mereka pergi tanpa pengawasan Moms, tapi bukan tak mungkin saat di dekati sosok yang mereka rasa baik dengan mudah mereka ikut dengan orang tersebut.

Selama ini mungkin yang menjadi pemahaman mereka adalah sosok orang asing adalah orang yang berpenampilan buruk.

Hal tersebut tentu saja salah, mereka harus memahami bahwa orang asing adalah sosok yang tak mereka kenal meski berpenampilan menarik.

Baca Juga: Marak Penculikan Anak, Ajari Anak Menghindari Bahaya

2. Ajarkan Anak untuk Memanggil Nama Ibunya

anak tersesat (2)
Foto: anak tersesat (2)

Saat sesuatu yang buruk terjadi pada Si Kecil, jangan sesekali mengajarkan mereka untuk memanggil Moms dengan sebutan “ibu, bunda, mama” atau lain sebagainya yang merupakan kata sebutan.

Ajarkan mereka untuk memanggil nama Moms, karena akan sulit membedakan siapa yang sedang memanggil bila semua anak memanggil dengan kata yang sama.

Anak-anak prasekolah harus mempelajari nama depan dan nama belakang orang tua mereka atau pengasuh.

Moms harus mengulangi informasi ini kepada anak-anak berulang kali untuk membantu mereka mengingatnya. Kemudian jika mereka tersesat, mereka dapat memberi tahu nama orangtuanya pada pihak yang membantunya seperti sekuriti.

Baca Juga: Marak Penculikan Anak, Ajari Anak Menghindari Bahaya

3. Ajarkan Keselamatan dalam Kehidupan Sehari-hari

anak tersesat (1)
Foto: anak tersesat (1)

Salah satu rintangan terbesar untuk keselamatan Si Kecil adalah ketidakpastian tentang cara mendekatinya. Hal ini ibarat sebuah tugas untuk mengajari anak-anak cara menyeberang jalan.

Moms tidak akan mengatakan 'Lihat truk itu? Ia bisa saja menabrakmu!'. Sebaliknya, berikanlah anak-anak yang positif, memberdayakan peraturan untuk perilaku yang aman, daripada menunjukkan semua hal yang dapat menyakiti mereka.

Moms harus melakukannya dengan cara yang sederhana, terutama pada momen-momen yang dapat diajarkan. Misalnya, ketika berada di mal dan sangat ramai, tanyakan anak yang berusia 3 tahun apa yang akan ia lakukan jika ia terpisah dari Moms.

Kemudian Moms dapat menyarankan langkah-langkah sederhana untuk keselamatan. Dalam setiap percakapan tentang keselamatan, pastikan untuk menekankan bahwa hal terpenting adalah Moms akan menemukannya, sehingga tetap tenang dan ikuti aturan keselamatan.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Diculik?

4. Membuat Simulasi

anak tersesat (4)
Foto: anak tersesat (4)

Mengajarkan Si Kecil tanpa mempraktikkannya akan menjadi hal yang cukup sulit. Pendekatan yang lebih baik adalah berlatih melalui simulasi.

Namun, tetaplah berhati-hati karena anak-anak pada usia ini mudah terkena trauma, Moms harus tetap melakukannya dengan cara yang menyenangkan ketimbang menakutkan.

Berfokuslah pada hal-hal positif yang dapat dilakukan anak-anak untuk mencari orang tua daripada bagaimana mereka bisa menghentikan orang yang akan menculiknya.

Di rumah atau bahkan di ruang publik yang aman, biarkan Si Kecil berpura-pura terpisah dari Moms kemudian kerjakan langkah-langkah untuk tetap diam dan meneriakkan nama Moms.

Jaga selalu keselamatan anak dengan menerapkan hal-hal ini dalam pembelajaran sehari-hari. Selalu pastikan juga anak berada dalam jarak pandang Moms atau suami supaya bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.