Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Anak | Jun 1, 2018

Benarkah Kedelai Membuat Laki-Laki jadi Feminin? Ini Kata Ahli

Bagikan



Kedelai dikenal sebagai makanan yang menyehatkan. Kandungan protein dan isoflavon di dalamnya baik untuk tubuh. Tapi, kedelai juga konon disebut-sebut bisa membuat laki-laki menjadi feminin. Benarkah?

Pakar kesehatan dari Amerika Serikat dr Andrew Weil mengatakan bahwa munculnya mitos tersebut karena adanya kandungan mirip estrogen yang dimiliki perempuan pada kedelai.

Orang lantas berasumsi bahwa dengan paparan kandungan mirip estrogen dari kedelai, laki-laki bisa berubah menjadi feminin.

Tidak Terbukti Membuat Feminin

anak laki-laki minum susu kedelai, susu kedelai membuat anak laki-laki feminin

Padahal, kata dr Weil, hal tersebut tidak terbukti. Kandungan mirip estrogen dalam kedelai tidak berdampak apa-apa pada perkembangan seksual laki-laki. Tidak ada juga efek feminin yang dirasakan laki-laki yang mengonsumsi kedelai.

Pada 2001, peneliti dari University of Pennsylvania telah melakukan survei terhadap laki-laki dan perempuan yang saat bayi diberikan susu formula soya. Mereka dibandingkan dengan grup lainnya yang mengonsumsi susu formula berbasis susu sapi.

“Satu-satunya perbedaan terdapat pada periode menstruasi yang dialami para subjek penelitian perempuan. Perempuan yang diberi susu formula soya menstruasi 1/3 lebih lama dan lebih sakit ketimbang yang diberikan susu formula berbasis sapi,” kata dr Weil.

Baca Juga : Apakah Anak Boleh Minum Susu UHT Setiap Hari?

Pada Maret 2002, Journal of Nutrition mempublikasikan hasil dari survei terhadap laki-laki yang yang mengonsumsi makanan berbasis kedelai atau mengonsumsi sumplemen yang mengandung 40-70 mg isoflavon.

“Tidak ada satupun studi yang membuktikan bahwa mengonsumsi kedelai memberikan efek pada hormon reproduksi atau kualitas sperma,” ungkap dr Weil.

Hal senada dilontarkan Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia Prof Hardiansyah. Dia mengatakan hal tersebut hanya mitos tanpa bukti. Dia membuktikannya sendiri melalui percobaan pada tikus jantan.

“Tikus-tikus jantan itu diberi asupan kedelai selama beberapa waktu. Hasilnya tetap jantan tuh! Tidak ada tanda perubahan tikus-tikus jantan itu jadi betina,” kata Hardiansyah seperti dikutip dari Kompas.com.

Kedelai Membantu Mencegah Penyakit Jantung dan Kanker Prostat

anak laki-laki minum susu kedelai, susu kedelai membuat anak laki-laki feminin

Makanan berbasis kedelai justru punya efek yang bagus untuk kesehatan. Kandungan dalam kedelai bisa membantu melawan penyakit jantung dan kanker prostat.

Dr Weil malah menyarankan untuk mengonsumsi makanan berbasis kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai, atau edamame sebanyak dua porsi sehari.

“Itu akan membantu meningkatkan 40 mg isoflavon. Lebih awal mengonsumsi kedelai, lebih besar juga proteksi terhadap kanker payudara dan prostat,” jelas dr Weil.

Prof Hardiansyah menambahkan, tiga penelitian klinis di Jepang turut menyebut kalau isoflavon tidak berpengaruh pada sperma. Selain itu, tak ada bukti kalau isoflavon memengaruhi fungsi tiroid. Sebaliknya, isoflavon yang menyerupai estrogen itu justru baik untuk mencegah penyakit jantung.

Ada penelitian yang menyebut kalau perempuan memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah dari pria. Hal tersebut karena perempuan memiliki estrogen lebih banyak dari pria. “Secara umum, kedelai tak berpengaruh pada kejantanan,” imbuh Hardiansyah.

Nah Moms, ternyata kedelai tidak akan membuat laki-laki berubah menjadi feminin. Kedelai justru membuat laki-laki jadi punya “tameng” untuk mencegah penyakit jantung.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.