Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | May 19, 2018

Bertengkar dengan Suami Secara Sehat

Bagikan


Tak dapat dipungkiri, pertengkaran dengan suami selalu berhasil menguras energi dan perasaan Moms. Padahal, pertengkaran sudah menjadi makanan sehari-hari para pasangan suami istri.

Lalu bagaimana caranya supaya Moms dan suami bisa bertengkar secara lebih sehat dan dewasa, agar tidak menghabiskan tenaga dan emosi masing-masing?

Nah, di bawah ini Moms bisa langsung menyimak lima rahasia bertengkar ala pasangan yang berkelas. Silakan ditiru.

Dilarang bertengkar di depan umum

Apa pun masalah yang sedang dihadapi, urusan rumah tangga Moms tak boleh dijadikan konsumsi publik. Bertengkarlah ketika Moms sudah berduaan saja dengan suami, jangan dihadapan keluarga, sahabat, orang asing, atau lewat media sosial.

Kalau bertengkar di depan orang lain, Moms dan suami pasti jadi lebih defensif dan ingin menang atau terlihat benar. Padahal, bukan itu tujuan Moms bertengkar. Bertengkar seharusnya menjadi ajang untuk melihat satu hal dari berbagai sisi yang berbeda.

Jangan menyerang pasangan Moms

Baik secara verbal maupun fisik, jangan pernah menyerang suami Moms saat berselisih. Hindari makian, kata-kata yang menyakitkan, atau main tangan. Ingat, ketika sedang emosi, biasanya ego yang berbicara, bukan hati Moms.

Maka kendalikan diri dan jangan sampai Moms menyesali perkataan atau perbuatan Moms karena hal-hal tersebut tidak bisa ditarik kembali. Jika emosi Moms sudah begitu memuncak, ambil napas dalam dan mintalah waktu untuk menenangkan diri.

Mendengarkan

Tahan diri dari memotong kata-kata suami, biarkan dia menyelesaikan kalimatnya. Meskipun Moms sudah menebak apa yang akan dia katakan, suami Moms punya hak untuk menyampaikan pendapatnya dan Moms wajib mendengarkan dan menghargainya. Lagipula, asumsi Moms tak selalu benar.

Memaafkan dan meminta maaf dengan tulus

Setelah usai beradu pendapat, Moms berdua harus belajar move on. Caranya dengan memaafkan pasangan dan jangan pernah diungkit-ungkit lagi. Moms sendiri juga harus menekan gengsi untuk meminta maaf pada suami. Bukankah cinta dan hubungan Moms jauh lebih penting dari ego?

Tak perlu diumbar-umbar

Followers dan teman-teman Moms di media sosial tak perlu tahu kesalahan yang diperbuat suami Moms. Bayangkan jika Moms yang berada di posisi suami Moms. Hormati dia dan pernikahan Moms sendiri dengan menjauhkan hal-hal yang bersifat pribadi dari lingkup sosial Moms. 

 

(IA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.