12 Agustus 2019

Bingung Menghadapi Anak Pemarah? Ini Solusinya!

Langkah meredakan emosi anak yang meledak-ledak

Amarah adalah salah satu emosi terkuat yang mungkin dirasakan anak. Jadi, hati-hati kalau anak Moms sulit mengendalikan emosi dan sering marah sampai meledak-ledak.

Jika tidak dihentikan, amarah yang meledak-ledak hanya akan merugikan diri anak sendiri di masa depan. Kalau Moms masih bingung menghadapi anak pemarah, perhatikan langkah-langkah penting berikut ini, ya.

1. Jangan meladeni amarah anak

Tunjukkan pada anak bahwa ia tak akan mendapatkan apa yang ia inginkan lewat amukan atau amarah. Caranya adalah dengan tidak merespon amarah anak. Tahan diri Moms dan jangan balas marah.

Moms juga sebaiknya tidak langsung menuruti keinginan anak hanya supaya ia berhenti mengamuk. Lama-kelamaan, anak pun akan belajar bahwa amarah bukanlah jawaban yang tepat untuk masalahnya.

2. Minta anak untuk menenangkan diri

Setelah amarahnya sedikit mereda, mintalah anak untuk menenangkan diri. Menurut Dr. Michele Borba, Parenting Expert, sekaligus buku The Book of Parenting Solutions, ajarkan anak untuk mengekspresikan amarahnya. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dengan bicara, Si Kecil mengomel atau menangis sampai dia puas dan akhirnya akan menghentikan marahnya. Langkah ini penting supaya Moms bisa memberikan kesempatan bagi anak untuk berpikir dengan jernih dan tenang.

Sementara itu, kalau Moms langsung membentak atau memarahi anak yang sedang mengamuk, apapun omongan Moms tidak akan didengar dan dicerna anak dengan baik. Pasalnya, anak hanya akan bisa fokus pada emosi negatifnya saja.

3. Cari tahu sumber amarahnya

Kalau anak sudah cukup tenang, bicaralah dengannya dari hati ke hati. Posisikan diri Moms sama tinggi dengannya, bisa dengan berjongkok atau duduk bersebalahan, supaya Moms bisa berbicara sambil menatap matanya secara sejajar.

Gunakan nada bicara yang lembut tapi tegas. Beri tahu anak bahwa perbuatannya tidak bisa diterima. Setelah itu, tanyakan baik-baik pada anak apa yang membuatnya marah besar sampai meledak-ledak. Apapun jawaban anak, tak perlu memojokkan atau menghakiminya secara berlebihan.

Jelaskan juga pada anak bahwa amarah adalah perasaan yang wajar. Akan tetapi, ia harus belajar mengendalikannya supaya tidak menyakiti orang lain dan dirinya sendiri.

4. Teknik relaksasi saat emosi melanda

Ajari anak berbagai teknik relaksasi ketika dirinya sedang tertekan, stres, dan marah. Salah satu teknik yang paling mudah adalah mengatur napas. Tarik napas dalam selama kira-kira detik dan hembuskan lewat mulut pelan-pelan. Ulangi terus sampai anak merasa lebih baik.

Teknik lain yang bisa dicoba adalah mencari alternatif kesibukan lain yang bisa mengalihkan perhatian anak dari amarahnya.

Menghadapi anak yang mudah marah memang tidak mudah. Namun, mengubah kebiasaan tersebut bukanlah sesuatu yang mustahil. Kunci utamanya adalah kesabaran dan kasih sayang. Sudahkah Moms menunjukkan kesabaran dan kasih sayang untuk si kecil hari ini?

(IA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.