Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Keamanan Anak | Sep 3, 2018

Bolehkah Anak Duduk di Bangku Depan Mobil?

Bagikan


Anak-anak memang memiliki rasa ingin tahu yang besar. Anak juga cenderung punya keinginan untuk bertingkah layaknya orang dewasa. Maka, anak biasanya gencar sekali minta Moms supaya mengizinkan anak duduk di kursi depan mobil.

Nah, apakah sebenarnya anak kecil sudah boleh duduk di kursi depan mobil? Berapa batas usia idealnya? Moms bisa cek jawabannya di bawah ini.

Kapan Anak Boleh Duduk di Depan Saat Naik Mobil?

Meskipun tidak ada undang-undang yang menyatakan kapan anak boleh duduk di kursi depan mobil, para ahli ternyata punya aturannya. Menurut para pakar dari American Academy of Pediatrics, anak sebaiknya duduk di kursi belakang hingga usianya 12 tahun. Setelah itu, anak baru boleh duduk di kursi depan mobil.

Standar yang sama juga diserukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dari Amerika Serikat. Namun, selain menunggu usia yang menginjak remaja, anak sebaiknya memiliki tinggi badan paling minim 140 sentimeter.

Mengapa Harus Menunggu Sampai Anak Cukup Besar?

Moms memang tidak dianjurkan untuk membiarkan anak duduk di depan sebelum anak menginjak usia 12 tahun atau tingginya 140 sentimeter. Nah, para ahli punya alasan khusus mengapa standarnya diatur sedemikian rupa.

Yang pertama, duduk di bangku depan mobil jauh lebih berbahaya daripada di belakang. Jika mobil rem mendadak atau tabrakan, anak kecil akan mudah terpental keluar dari kaca depan.

Selain itu, kalau kaca depan mobil pecah, serpihannya akan langsung kena tubuh siapapun yang duduk di kursi depan. Sementara kalau anak duduk di belakang, paling tidak tubuhnya terhalangi oleh kursi depan.

Alasan yang kedua adalah badan anak yang belum cukup besar lebih rentan cedera dibandingkan orang dewasa. Semakin ringan badannya, kemungkinan anak terlempar ke depan ketika terjadi tabrakan tentu lebih besar. Jika di mobil Moms ada kantong udara pelindung (airbag), hentakannya yang sangat kuat bisa mencederai anak. Padahal, tulang anak-anak masih sangat rapuh.

Baca Juga : 9 Kesalahan Menggunakan Car Seat

Bagaimana Jika Anak Terpaksa Duduk di Depan?

Karena satu dan lain hal, Si Kecil mungkin terpaksa harus duduk di bangku depan mobil. Jika memang harus, pastikan anak memasang sabuk pengaman dengan mantap. Moms bisa memasangkan sabuk anak supaya benar-benar terkunci dan tidak terlalu kendor.

Ingatkan juga anak untuk langsung merundukkan kepalanya kalau terjadi hantaman dari depan atau samping. Bila di mobil ada airbag, jangan biarkan anak menaikkan kakinya di dashboard mobil. Pasalnya, airbag mungkin keluar ketika ada benturan dan bisa mencederai kaki dan tubuh anak.

Itu dia semua yang perlu Moms tahu soal keselamatan anak di bangku depan mobil. Apakah buah hati Moms sudah mulai duduk di depan?

(IA)

Foto : Shutterstock

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.