Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Ini 7 Hal yang Harus Kita Persiapkan Sebelum Hamil Anak Kedua

Bagikan


Apakah Moms sedang berencana untuk hamil anak kedua? Untuk hamil kembali dan memomong bayi lagi tentu butuh persiapan yang matang.

Banyak yang perlu dipertimbangkan, misalnya kapan kita harus berhenti menggunakan alat kontrasepsi, apakah harus berhenti bekerja, apakah mampu mengasuh dua anak, dan sebagainya.

Tak heran bila ada yang bilang, lebih sulit merencanakan hamil anak kedua daripada mempersiapkan hamil anak pertama.

Pasalnya, kehadiran anak kedua mau tak mau akan memengaruhi dinamika kehidupan kita, di antaranya faktor keuangan, pekerjaan, hubungan dengan pasangan, dan tentu saja pengasuhan dengan Si Sulung.

Kita mungkin berpikir, bila ada dua anak, beban yang dipikul akan bertambah dua kali lipat!

Lalu, kapan saat yang tepat memiliki anak kedua? Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum kita hamil anak kedua.

1. Perhatikan jarak kehamilan

Foto: letthekids.com

Sebenarnya kapan waktu terbaik untuk hamil anak kedua dan berapa jarak usia yang ideal merupakan keputusan masing-masing pasangan. 

Ada yang memilih untuk mempunyai anak kedua dengan jarak usia yang jauh dengan anak pertama. Pertimbangannya, agar Si Sulung mendapatkan banyak perhatian terlebih dulu dan sudah cukup matang untuk memiliki adik.

Sedangkan, sebagian pasangan memilih jarak usia yang berdekatan supaya Si Sulung menjadi teman bermain bagi adiknya.

Bagaimana menurut penelitian? Jeannie Kidwell, mantan profesor Studi Keluarga di University of Tennessee di Knoxville, mengatakan bahwa saat terbaik untuk memiliki bayi lagi adalah dengan jarak usia 1-4 tahun.

Kalau jarak usia kurang dari 1 tahun, Si Sulung masih membutuhkan pengasuhan dan perhatian ekstra. Sedangkan, bila jarak usia lebih dari 4 tahun, kemungkinan terjadi sibling rivalry atau persaingan antara adik dan kakak.

Bila dilihat dari kacamata kesehatan, kehamilan yang terjadi dalam waktu 12 bulan setelah melahirkan, dapat membuat wanita berisiko mengalami abrupsio plasenta (plasenta lepas sebelum waktunya).

Selain itu, studi juga menunjukkan kalau hamil lagi saat usia bayi sebelumnya masih 18 bulan, dapat berisiko lahir prematur, bayi kurus, atau berat badan lahir rendah. Karena itu, untuk menjamin kesehatan bayi, upayakan jarak kehamilan antara 2-3 tahun dari kehamilan sebelumnya.

Jika jarak kehamilan lebih dari 5 tahun, bayi berisiko kurang berat badan, lahir prematur, dan kecil badannya. Bahkan ibu juga sangat berisiko mengalami preeklampsia, yakni tekanan darah tinggi saat kehamilan.

Maka perencanaan kehamilan harus matang. Perhatikan asupan gizi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, konsumsi vitamin yang dianjurkan dokter, serta jaga kondisi kesehatan Moms ya.

2. Sediakan waktu dan energi

Foto: momjunction.com

Selama ini, aktivitas rutin kita mungkin sudah terjadwal dan terencana sedemikian rupa.

Nah, dengan kehadiran bayi, kita harus siap mengubah jadwal yang sebelumya sudah terorganisir.

Misalnya bangun tengah malam karena Si Kecil menangis ingin menyusu, popoknya basah, atau mengalami gejala sakit seperti demam.

Belum lagi, kita harus membagi waktu untuk memerhatikan kebutuhan Si Sulung.

Pertimbangkan dengan masak pengaturan waktu dan energi yang dibutuhkan untuk mengasuh bayi.

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Nge-Gym?

3. Siapkan anggaran

Foto: financeonly.com

Merencanakan kehamilan berarti juga merencanakan anggaran yang harus disiapkan.

Mulailah berhitung mengenai berbagai biaya, misalnya untuk kontrol ke dokter, biaya persalinan, perlengkapan bayi, dan sebagainya.

Hal ini perlu dipikirkan dari jauh hari agar Moms dan pasangan siap secara finansial.

4. Tetap bekerja atau berhenti

Foto: parents.com

Hal yang penting dipertimbangkan juga apakah nantinya Moms akan tetap bekerja atau justru berhenti bekerja.

Tak sedikit wanita yang kesulitan bekerja secara full time ketika hadir anak kedua atau ketiga.

Bila tetap bekerja, konsekuensinya adalah kita harus mencari pengasuh bayi yang cocok

Belum lagi, kita harus mengeluarkan uang untuk menggaji pengasuh.

Baca juga: 4 Masalah Janin Ini Terjadi Akibat Stres Pada Ibu Hamil

5. Ingat usia

Foto: babyment.com

Berapa usia Moms saat ini? Bila berumur 38 tahun atau lebiih, kita berisiko mengalami masalah kesehatan atau justru mengalami sulit hamil.

Akan tetapi, bila berusia kurang dari 30 tahun, kondisi kesehatan lebih prima dan kemungkinan hamil lebih besar. Bicarakan dengan pasangan, kira-kira pada usia berapa ada rencana untuk hamil kembali.

6. Pastikan kesiapan pasangan Moms

Foto: gettyimages.com 

Bila kita sudah siap hamil, bagaimana dengan suami? Setujukah dia untuk memiliki anak kedua?

Terkadang, salah satu pihak belum merasa siap. Karena itu, bicarakan dengan pasangan mengenai rencana ini, beri alasan kenapa ingin punya anak lagi, dan utarakan kesiapan kita untuk hamil.

Baca juga: 5 Perawatan Tradisional Pasca Melahirkan, Amankah?

7. Mantapkan hati

Foto: familyedu.com

Bila kita dan pasangan sudah sepakat untuk memiliki anak kedua, mantapkan niat.

Hadapi segala kendala yang mungkin terjadi selama proses kehamilan, persalinan, dan saat mengasuh bayi baru lahir.

Dengan niat yang sungguh-sungguh dari persiapan yang matang, niscaya segala hambatan akan terlewati.

Nah, bagaimana Moms, sudah siap hamil anak kedua?

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.