21 Januari 2018

Hati-Hati, Ini 4 Bahan Berbahaya di Dalam Kosmetik

Teliti bahan-bahan ini sebelum membeli

Isu bahan berbahaya yang terkandung dalam kosmetik wanita sudah beredar sejak lama. Merkuri, Hydroquinone, adalah bahan-bahan yang sudah terkenal larangannya dalam produk kecantikan.

Sedihnya, sampai sekarang ada saja produsen yang tetap nekat menggunakan bahan berbahaya tersebut agar produknya terlihat sempurna. Namun, alih-alih menjadi cantik, penggunanya justru akan mengalami gangguan kesehatan serius. Bahkan, ada yang bisa mengganggu masalah kesuburan dan kehamilan, lho, Ma!

Berikut ini juga merupakan bahan berbahaya yang secara tak sadar masih sering kita jumpai dalam produk kecantikan yang beredar di pasaran. Coba kita cermati, yuk, Ma!

Sulfat

Kandungan deterjen ini yang membuat shampo, sabun mandi dan sabun wajah bisa menghasilkan busa. Jadi, jika Mama menyukai ritual bersih-bersih dengan busa yang melimpah, maka sebaiknya kebiasaan itu mulai dihindari.

Permasalahan utama dari kandungan sulfat adalah dapat menyebabkan kulit kering. Apalagi untuk Mama yang memiliki kulit sensitif. Penggunaan sulfat yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan pudarnya warna rambut, karena hilangnya kandungan minyak alami rambut yang berfungi sebagai penjaga kutikula rambut.

Phthalates

Sebelum dinyatakan sebagai bahan yang berbahaya, bahan ini dulu dapat ditemukan dalam hair spray dan cat kuku. Sekarang, kandungan phthalates yang masih digunakan dalam produk kosmetik adalah diethylphthalate (DEP) yang berfungsi sebagai bahan melarutkan pewangi.

Menurut beberapa penelitian, phthalates dinyatakan sebagai bahan yang dapat menggangu kesehatan reproduksi dan masalah kesuburan.

Parabens

Zat pengawet dan pembasmi bakteri ini biasanya digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri pada hampir semua produk-produk kecantikan, misalnya saja pada masker dan maskara.

Adapun, menurut data penelitian, paraben yang masuk dalam tubuh ternyata mengganggu keseimbangan jumlah estrogen. Inilah yang dapat memicu tumbuhnya kanker pada payudara. Wah!

Sebagai gantinya, coba Mama memilih produk dengan bahan pengawet yang lebih ramah untuk tubuh, misalnya kandungan phenoxyethanol.

Baca Juga : DIY Deodoran Alami

Pewangi

Penambahan wewangian sudah hal lumrah dalam dunia kecantikan, bagaimana tidak, wangi yang tercium saat kita mengaplikasikan produk kecantikan pada kulit memang menimbulkan sensasi tersendiri. Harum…!

Eits, tapi sudah saatnya Mama mulai memilih bahan kosmetik yang tanpa pewangi alias non fragrance atau setidaknya produk itu memakai pewangi alami. Penambahan wewangian pada produk biasanya digunakan untuk menimbulkan aroma yang memikat, atau sebagai bahan yang menutupi bebauan khas bahan kimia.

Jadi jangan salah ya, Ma, bisa jadi produk kecantikan yang tidak memiliki wangi itu sudah lolos masuk kategori non fragrance. Bisa jadi tetap menggunakan pewangi, namun tidak terlalu menyengat baunya. Menggunakan produk dengan pewangi secara berkepanjangan dapat menyebabkan iritasi dan alergi bagi kulit sensitif.

Triclosan

Bahan ini biasanya terkandung pada produk yang ingin menonjolkan fungsi sebagai produk anti bakteri, misalnya sabun antibakteri. Tetapi, seperti paraben, triclosan ternyata juga bisa menyebabkan terganggunya produksi endokrin dan sistem reproduksi.

Leganya, sekarang sudah mulai bermunculan produk kecantikan anti bakteri dengan bahan alami seperti dengan menggunakan tea tree oil salah satunya.

Nah, mulai sekarang coba lebih cermati label kandungan yang tertera pada produk sebelum membeli, ya, Ma!

(KAT)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.