21 Februari 2019

Selain Anjing, 3 Hewan Ini Juga Bisa Menyebarkan Rabies

Dua hewan peliharaan ini ternyata berpotensi menularkan rabies, lho.

Bila tidak mendapatkan perawatan dengan benar, hewan memang dapat menyebarkan penyakit.

Salah satu penyakit yang paling berbahaya ini datang dari anjing, dengan virus rabies yang dimilikinya seseorang bisa sampai kehilangan  nyawa bila terinfeksi.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa anak di bawah 15 tahun memiliki risiko terkena rabies lebih besar dan lebih mungkin tergigit oleh anjing yang memiliki rabies. 

Namun selain anjing, masih ada beberapa hewan lainnya yang juga membawa virus rabies. Berikut hewan-hewan yang b isa menyebarkan rabies:

1. Kucing

Bukan hanya anjing, kucing juga rupanya berpotensi menularkan virus rabies.

Saat sudah terkena rabies, kucing biasanya menjadi tak nafsu makan.

Bukan hanya itu, mereka akan lebih agresif terhadap sesuatu, lebih sering mencakar serta bisa sampai mengalami kelumpuhan.

2. Kelelawar

Berikutnya penularan rabies juga dapat disebabkan oleh kalelawar.

Namun, pada kelelawar umumnya penularan ini terjadi di habitat yang memang dipenuh dengan populasi kelelawar cukup tinggi seperti kawasan hutan dengan goa dan pantai.

Sama seperti anjing, kelelawar menularkan virusnya lewat gigitan.

3. Sapi

Berhati-hatilah dengan hewan ternak yang satu ini, karena sapi juga berpotensi untuk menularkan virus rabies.

Sapi yang terinfeksi virus rabies adalah saat mereka mengeluarkan busa lewat mulut.

Selain hewan-hewan di atas, hewan lain yang juga dapat menularkan rabies adalah kera dan musang.

Baca Juga: Rabies Meluas di NTB, Mengapa Bisa Terjadi?

Mengenal Gejala Rabies

shutterstock 672661552
Foto: shutterstock 672661552

Pada saat seekor hewan menggigit Moms, memang tidak ada cara untuk mengetahui apakah hewan itu telah menularkan virus rabies atau tidak.

Setelah infeksi rabies menyerang, tidak ada pengobatan yang efektif. Penyakit ini biasanya berakibat fatal, karena itu jika merasa terkena rabies, segera harus melakukan serangkaian suntikan untuk mencegah infeksi terjadi.

Periode antara gigitan dan timbulnya gejala disebut periode inkubasi.Biasanya diperlukan empat hingga 12 minggu bagi seseorang untuk mengembangkan gejala rabies setelah terinfeksi. Namun, masa inkubasi juga bisa berkisar dari beberapa hari hingga enam tahun.

Baca Juga: Gara-gara Memegang dan Tercakar Kelelawar Rabies, Bocah 6 Tahun Meninggal Dunia

Gejala awal rabies dimulai dengan gejala seperti:

  • Demam
  • Kelemahan otot
  • Perasaan geli
  • Mungkin merasa terbakar di lokasi gigitan.

Ketika virus terus menyerang sistem saraf pusat, ada dua jenis penyakit yang dapat berkembang.

Orang yang terinfeksi rabies akan menjadi hiperaktif dan bersemangat dan dapat menunjukkan perilaku yang tidak menentu. Namun dampak lain seperti:

  • Insomnia
  • Kegelisahan
  • Kebingungan
  • Agitasi
  • Halusinasi
  • Air liur berlebih
  • Masalah menelan
  • Takut air

Bukan hanya itu, ada pula dampak lain darih rabies yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Orang yang terinfeksi perlahan-lahan menjadi lumpuh, akhirnya akan koma, dan mati.

WHO menemukan bahwa 30 persen dampak rabies adalah kelumpuhan. Oleh sebab itu, bila Si Kecil atau anggota keluarga Moms yang lain tergigit oleh hewan-hewan di atas, segera langsung hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.