Kesehatan

10 Februari 2020

5 Jenis Rambut Bercabang dan Penyebabnya

Kurangi kebiasaan yang sebabkan rambut rusak ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Mungkin Moms tidak begitu menyadari, bahwa perawatan rambut penting dilakukan agar menjaga rambut tetap sehat, berkilau, dan dapat mencegah rambut bercabang.

Ada banyak jenis rambut bercabang, atau dikenal dengan istilah medis schizotrichia. Kondisi ini terjadi karena paparan bahan kimia atau praktik perawatan pada helai rambut.

Dalam Journal of Investigative Dermatology, dijelaskan bahwa meskipun prosedur kosmetik cenderung aman untuk rambut, tetapi ada potensi kerusakan pada rambut.

Kehilangan kilau, rambut kusut, ujung bercabang, dan masalah rambut lainnya sangat umum di kalangan orang-orang yang berulang kali mengubah gaya alami rambut.

Baca Juga: 6 Makanan Ini Ternyata Berguna Untuk Menyehatkan Rambut

Jenis Rambut Bercabang

Berikut ini jenis-jenis rambut bercabang yang bisa dimiliki seseorang dengan kondisi rambut yang tidak sehat.

1. Cabang Y

jenis rambut bercabang-3.jpg

Foto: bhg.com

"Ini mungkin jenis cabang yang paling umum, yang merupakan contoh rambut bercabang tahap awal. Dalam kasus ini, sel-sel kortikal sebagian besar masih bersatu tetapi sebagian besar mulai terpisah," jelas Eric Spengler, Wakil Presiden dari Research & Development di Living Proof mengutip Marie Claire.

Jika memiliki cabang rambut ini, artinya Moms mungkin tidak cukup sering memotong rambut (trimming), atau ujung rambut mengalami terlalu banyak paparan stres mekanik.

2. Cabang Lilin

jenis rambut bercabang-4.jpg

Foto: lionessebeautybar.net

"Jenis rambut bercabang berbentuk lilin adalah contoh kehilangan kutikula luar tanpa dimulai dengan cabang biasa. Kondisi ini sangat rentan terjadi kapan saja," kata Spengler.

Cabang lilin ini menandakan Moms butuh melakukan trimming, dan rawat rambut menggunakan minyak rambut bernutrisi untuk mengontrol kerusakan rambut dan memperkuat untaian helai rambut.

3. Cabang Berbentuk Simpul

jenis rambut bercabang-2.jpg

Foto: today.com

Pada International Journal of Trichology, disebutkan bahwa rambut yang sangat keriting lebih rentan terhadap kerusakan, dan lebih sulit untuk disisir tanpa membuat rambut kusut.

"Jenis rambut keriting memiliki masalah ini, di mana rambut ikal telah kusut dan membentuk simpul sendiri. Kondisi ini biasanya akan menyebabkan rambut patah ketika disisir," terang Spengler.

Bila Moms memiliki rambut keriting, maka harus ekstra hati-hati saat menyisirnya agar tidak menyebabkan kerusakan pada rambut.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Rambut Kering dan Bercabang

4. Cabang di Tengah

jenis rambut bercabang-5.jpg

Foto: esidurham.com

Istilah ini juga dikenal sebagai mid-shaft split, jenis rambut bercabang ini lebih sulit dideteksi karena tidak langsung bisa terlihat.

Ini berarti untaian rambut telah melemah di tempat tertentu tetapi belum sepenuhnya terbelah.

Bila Moms banyak memiliki rambut bercabang jenis ini, maka perlu diselidiki apa yang menyebabkan helaian rambut melemah. Bisa karena gaya rambut, atau pemakaian aksesoris seperti ikat dan jepit rambut.

5. Cabang Berbentuk Bulu

jenis rambut bercabang-6.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Rambut yang bercabang banyak dan kecil-kecil layaknya bulu berarti telah terjadi kerusakan berlebihan pada batang rambut, karena rambut melemah dan menyebabkan banyak perpecahan di sepanjang helai rambut.

Jenis rambut bercabang ini paling umum terjadi pada wanita dengan rambut yang diwarnai.

Sayangnya, untuk bisa mengatasi rambut bercabang dengan bentuk bulu ini, Moms perlu memotong rambut dalam waktu dekat, dan mengurangi intensitas mewarnai rambut.

Baca Juga: Rambut Lebih Sehat, Ini 5 Tips Mencegah Rambut Bercabang

Perawatan untuk Cegah Rambut Bercabang

jenis rambut bercabang-6

Foto: Orami Photo Stock

American Academy of Dermatology membagikan beberapa perawatan untuk menjaga kesehatan rambut dan membuat setiap helainya terawat. Berikut ini caranya:

  • Cuci rambut lebih sering untuk rambut yang rentan berminyak, setidaknya sehari sekali.
  • Untuk rambut yang melakukan perawatan secara kimia, rambut mungkin jadi lebih kering, jadi jangan terlalu sering dicuci.
  • Saat mencuci rambut, fokus untuk membersihkan kulit kepala, ketimbang mencuci seluruh rambut.
  • Pakai kondisioner setiap usai keramas, kecuali jika menggunakan sampo "2-in-1". Kondisioner bisa memperbaiki rambut rusak, meningkatkan kilau, dan melindungi dari sinar UV.
  • Pakai kondisioner pada ujung rambut, bukan pada kulit kepala atau sepanjang helai rambut.
  • Pilih sampo dan kondisioner yang diformulasikan khusus untuk jenis rambut yang dimiliki.

Rajinlah melakukan perawatan pada rambut agar bisa mengurangi rambut bercabang serta membuatnya lebih sehat!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait