Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Gaya Hidup | Jan 22, 2018

Aktor Jeon Tae Soo Meninggal Akibat Depresi, Ini 8 Cara Mengatasi Depresi yang Harus Kita Tahu

Bagikan


Aktor Korea dan adik dari aktris Ha Ji Won, Jeon Tae Soo meninggal dunia pada Minggu, 21 Januari 2018. Menurut pernyataan dari agensinya, Tae Soo meninggal dunia akibat depresi yang sudah lama dia derita. Namun, tidak disebutkan penyebab persis kenapa aktor ini meninggal. 

Tidak hanya Tae Soo, beberapa saat lalu dunia juga berduka karena Jonghyun ‘SHINee’ yang bunuh diri akibat tidak lagi sanggup melawan depresi.

Industri hiburan Korea memang terkenal sangat keras, sehingga banyak artis-artisnya yang menderita penyakit gangguan mental seperti depresi, kecemasan (anxiety), kepanikan (panic disorder), insomnia, dan lainnya.

Selain Tae Soo dan Jonghyun ‘SHINee’, banyak artis yang juga mengidap depresi. Di antaranya, IU, TOP ‘BIGBANG’, Taeyeon ‘SNSD’, Leeteuk ‘Super Junior’, dan Onew ‘SHINee’.

Depresi mungkin tidak bisa disembuhkan 100%, namun terdapat beberapa cara untuk meringankan depresi yang kita atau kerabat dekat alami. Menurut National Alliance of Mental Illness (NAMI), berikut 8 cara untuk mengatasi depresi.

Baca juga: Stres Bisa Bikin Susah Hamil?

1. Jangan merasa bersalah

foto: huffingtonpost.com

Jangan merasa bersalah karena merasakan emosi-emosi yang negatif. Kadang kita yang menderita depresi merasa bahwa gangguan mental tersebut menyusahkan orang lain. Namun, perasaan bersalah itu hanya ada di kepala kita dan membuat kondisi makin parah.

Kita hanya perlu mengakui bahwa depresi dan gangguan mental memang merupakan bagian dari diri kita. Dengan begitu kita bisa menangani dan mengontrol segala emosi yang datang dengan lebih tenang.

2. Menyadari hal-hal positif

Sadari hal-hal kecil namun positif di kehidupan kita setiap hari, sehingga hari itu akan jadi lebih baik. Kita bisa mulai dengan menulis satu hal positif di satu hari atau di satu minggu di sebuah jurnal. Misalnya, “hari ini tidak hujan”, “kopi hari ini enak”, atau “jalanan ke kantor lancar tanpa macet”. Hal-hal kecil itu akan membuat kita merasa lebih baik dan lebih bersyukur di hari itu.

3. Cari dukungan dari orang lain

foto: shutterstock.com

Bagi penderita depresi, dukungan dari orang-orang di sekitar merupakan salah satu sumber kekuatan utama. Tidak hanya dari keluarga, pasangan, atau teman, kita juga bisa mencari dukungan dari bantuan profesional seperti terapis. Menerima kalau kita butuh bantuan profesional membuktikan bahwa kita adalah orang yang bijak.

Berbagi tentang keadaan mental kita dengan orang lain akan membuat kita merasa tidak sendirian. Namun kita juga tetap perlu memilih-milih, jika orang tersebut malah menghakimi dan membuat kita jadi makin stres, berarti dia bukanlah tempat curhat yang tepat.

Baca juga: Terapi Sentuhan untuk Mengatasi Depresi

4. Olahraga dengan teratur

Olahraga akan membuat kita lebih rileks dan mengurangi stres, sehingga baik jika dilakukan dengan teratur. Tidak perlu olahraga yang berat kok, kita bisa naik turun tangga, jogging, atau bersepeda. Tapi kalau kita ingin benar-benar ingin membuat olahraga sebagai rutinitas yang terjadwal, boleh saja kok gabung di grup yoga atau pilates. Pilih olahraga yang sesuai dengan kemampuan fisik kita ya!

5. Makan dengan benar

foto: foodtolove.co.nz

Makanan kaleng yang penuh pengawet seperti nugget, sosis, mie instan, dan sebagainya akan meningkatkan risiko depresi dan kecemasan. Makanlah makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan segar. Makanan segar pun dapat menstabilkan level energi dan memperbaiki mood kita. Kita juga harus menghindari alkohol dan rokok untuk mengurangi stres.

6. Tidur yang cukup

Pada umumnya, orang dewasa butuh 7-9 jam waktu tidur. Namun kalau kita tidak bisa tidur malam dengan waktu sebanyak itu, kita bisa mengakalinya dengan tidur siang selama 15-30 menit. Hindari menggunakan komputer, TV, serta gadget dua jam sebelum tidur agar bisa lebih nyenyak dan tenang.

Baca juga: Kenali Gejala Depresi Saat Hamil dan 7 Cara Mudah Mengatasinya

7. Lakukan hal-hal yang kita sukai

foto: creativeboom.com

Depresi dan penyakit mental seringkali membuat kita merasa kewalahan, sehingga melakukan hobi dapat menjadi waktu yang sangat menyenangkan. Pikirkan apa hal yang senang kita lakukan dan coba lakukan hal tersebut secara rutin seminggu sekali.

8. Lakukan relaksasi

Menarik napas dalam, meditasi, dan relaksasi otot merupakan cara cepat untuk meringankan stres. Ketika kita mulai merasakan depresi itu datang, lakukan relaksasi dengan cara-cara tersebut untuk mengendalikan dan menenangkan emosi. Relaksasi juga dapat membantu kita untuk berpikir lebih jernih.

Selalu ingat kalau kita tidak perlu malu meminta bantuan dan dukungan untuk mengatasi depresi. Depresi memang bukan penyakit yang mudah untuk disembuhkan, namun kita bisa meminimalisirnya dengan penanganan yang tepat.

(INT)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.