21 April 2018

Karena Penyakitnya, Marshanda Curhat Tak Dapat Berkumpul dengan Anaknya

Karena penyakit bipolar yang dideritanya, Marshanda tak dapat bertemu sang anak

Marshanda dan Ben Kasyafani memang telah bercerai sejak tiga tahun lalu, namun sebagai mantan pasangan suami istri hubungan keduanya terbilang sangat baik bahkan masih saling mendukung hingga saat ini.

Dari hasil pernikahannya, Marshanda dan Ben dikaruniai seorang anak perempuan bernama Sienna. Meski masih di bawah umur, hak asuh Sienna jatuh ke tangan ayahnya dikarenakan Marshanda menderita sebuah penyakit mental yakni bipolar disorder.

Saat ini agaknya Marshanda tengah diselimuti kerinduan yang amat mendalam pada sang putri, iapun mencurahkannya lewat sebuah postingan di Instagram.

instagram marshanda
Foto: instagram marshanda
instagram/marshanda99

Dalam salah satu curhatannya, Marshanda menuliskan kerinduannya terhadap puteri semata wayangya dan takut kehilangan Sienna.

"I am guilty and I am ashamed. People talk about me behind my back. Saying I can’t bear sanity. I can’t bear life. Because I am ill. And now what should I do. When all I can think about is the thought of losing you. My daughter. And I miss you, everyday. And I cry for you, everyday. I am lost. And in this case I am lost forever."

Marshanda merasa begitu kehilangan Sienna namun di sisi lain ia juga tak bisa menyalahkan penyakit mental yang ia derita. Ia hanya berdoa agar ada keajaiban sehingga ia dapat berkumpul kembali dengan Sienna.

Tak hanya untuk dirinya sendiri, Marshanda juga mendoakan para penderita penyakit bipolar disorder lainnya agar bersama-sama mendapat dukungan dari masyarakat.

Marshanda sendiri memang sudah diketahui menderita penyakit mental ini bertahun-tahun lamanya, ia juga tak lantas diam sejumlah terapi kerap dijalani demi kesembuhannya. Semata-mata tujuan terbesarnya hanyalah agar bisa kembali bertemu Sienna, putrinya.

Baca Juga : 5 Selebriti Hollywood yang Memiliki Penyakit Gangguan Mental

Bipolar Disorder

Gangguan bipolar, juga dikenal sebagai penyakit manik-depresif dimana penyakit ini merupakan penyakit gangguan otak yang menyebabkan perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, dan kemampuan untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

Ada empat tipe dasar gangguan bipolar yang semuanya melibatkan perubahan yang jelas dalam suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas. Suasana-suasana meliputi perasaan gembira, perilaku berenergi hingga perasaan yang sangat sedih atau merasa kehilangan harapan.

Orang dengan gangguan bipolar mengalami periode emosi yang luar biasa intens, perubahan dalam pola tidur dan tingkat aktivitas, dan perilaku yang tidak biasa. Periode-periode yang berbeda ini disebut dengan “episode suasana hati.”

Kadang-kadang episode suasana hati termasuk gejala gejala manik dan depresi. Ini disebut episode dengan gejala campuran. Orang yang mengalami episode dengan gejala campuran mungkin merasa sangat sedih, hampa, atau putus asa, sementara pada saat yang sama merasa sangat bersemangat.

Gangguan bipolar dapat hadir bahkan ketika perubahan suasana hati kurang ekstrim. Sebagai contoh, beberapa orang dengan gangguan bipolar mengalami hypomania, bentuk mania yang kurang parah.

Selama ‘episode hypomanic’ ini, seseorang mungkin merasa sangat baik dan sangat produktif. Orang tersebut mungkin tidak merasa bahwa ada yang salah, tetapi keluarga dan teman-teman dapat mengenali perubahan suasana hati atau perubahan dalam tingkat aktivitas sebagai kemungkinan gangguan bipolar. Tanpa perawatan yang tepat, orang-orang dengan ‘hypomania’ dapat mengalami depresi yang parah.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.