13 Mei 2019

Mau Tetap Awet Muda? Yuk Kurangi Asupan Kalori Sebanyak 15 Persen!

Penuaan memang tidak bisa dicegah, tetapi bisa diperlambat dengan mengurangi asupan kalori.

Memangkas kalori, setidaknya 15 persen, tak hanya berdampak pada berat badan Moms, tapi juga kesehatan dan kecantikan. Kok bisa?

Dilansir dari healthline.com, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism menyimpulkan bahwa mengurangi asupan kalori sebesar 15 persen, yang dilakukan konsisten selama dua tahun, dapat membuat awet muda.

Dengan langkah tersebut, maka akan memperlambat munculnya keriput dan tanda-tanda penuaan lainnya, serta melindungi Moms dari penyakit seperti kanker, diabetes, dan Alzheimer.

Bahkan, memangkas kalori juga dapat membantu memperbaiki suasana hati Moms.

Baca Juga : Yuk Coba Membakar Kalori Dengan Bercinta

Mengurangi asupan kalori dapat memperlambat laju metabolisme dan mengurangi radikal bebas yang terkait dengan penyakit kronis.

Metabolisme yang lambat, menurut Leanne Redman, PhD, profesor ilmu klinis dari Pennington Biomedical Research Center di Louisiana dalam newscientist.com, dikaitkan dengan kehidupan yang lebih lama pada ratusan spesies hewan.

"Energi akan digunakan dengan lebih efisien," kata Rozalyn Anderson, PhD, profesor di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat University of Wisconsin. "Dan ini akan memicu kekebalan tubuh," katanya.

Salah satu contohnya adalah lemak. Alih-alih disimpan dan berpotensi memicu penyakit, lemak akan digunakan oleh tubuh ketika kita makan lebih sedikit kalori.

Membersihkan Sampah dari Tubuh

Resep Awet Muda, Pangkas Kalori 15 Persen 1.jpg
Foto: Resep Awet Muda, Pangkas Kalori 15 Persen 1.jpg

Foto: Pixabay

Penelitian terbaru tentang pembatasan kalori ini dilakukan oleh 53 orang partisipan yang sehat dan tidak gemuk, dengan usia antara 21 hingga 50 tahun.

Para peneliti mengatakan mereka menemukan bahwa bahkan orang yang sehat dan kurus sekalipun bisa mendapatkan manfaat dari pembatasan kalori ini.

Setelah melakukan diet pembatasan kalori ini, banyak biomarker penuaan berkurang, sehingga kesehatan para responden pun meningkat.

Menurut Anderson, dengan membatasi asupan kalori, metabolisme tubuh melambat dan akan lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar.

Hal ini penting, karena setiap kali kita menghasilkan energi di dalam tubuh, ada produk sampingan yang dihasilkan, yaitu radikal bebas.

Radikal bebas yang terakumulasi di dalam tubuh, seiring waktu akan menyebabkan kerusakan pada sel dan organ. Ini juga memicu munculnya tanda-tanda penuaan secara fisik, seperti munculnya garis-garis halus dan uban.

Baca Juga : Diantara Jalan Kaki dan Jogging, Mana Paling Efektif Bakar Kalori?

Efisiensi Energi

Resep Awet Muda, Pangkas Kalori 15 Persen 2.jpg
Foto: Resep Awet Muda, Pangkas Kalori 15 Persen 2.jpg

Foto: Pixabay

Meski memangkas kalori efektif untuk kesehatan, para peneliti ini menyebutkan bahwa pengurangan kalori tidak boleh terlalu drastis.

Memangkas kalori 15 persen dianggap ideal. Lebih dari itu, dikhawatirkan akan mengakibatkan pengurangan massa otot atau kepadatan tulang.

Bagaimanapun, seperti mesin, tubuh manusia memang membutuhkan bahan bakar untuk hidup. Demikian dikatakan Priya Khorana, EdD, seorang dokter pendidikan gizi di Teachers College, Universitas Columbia.

Dan, dia menambahkan, memangkas kalori harus diimbangi dengan asupan nutrisi yang seimbang.

Selain dibarengi dengan konsumsi suplemen untuk memastikan asupan vitamin dan mineral tetap tercukupi, olahraga juga penting dilakukan agar energi digunakan secara efisien.

(VAN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.