21 September 2017

Melatih Kewaspadaan Anak Terhadap Orang Asing

Pastikan anak menuruti nasihat Mama untuk berhati-hati terhadap orang tidak dikenal

Maraknya penculikan dan tindak kejahatan lain pada anak membuat kita sebagai orang tua merasa cemas. Sebagai langkah pencegahan, biasanya kita mengajarkan kepada anak untuk waspada terhadap orang asing, baik dengan tidak berbicara, menolak pemberian, maupun melarang menyentuh bagian tubuh tertentu.

Pada dasarnya, anak-anak tidak tahu apa-apa, sehingga mereka bisa saja tergiur dengan iming-iming seperti permen, mainan, atau jalan-jalan. Karena itu, tugas Mama adalah memastikan anak menuruti nasihat Mama untuk berhati-hati. Coba lakukan tips ini:

  1. Tunjukkan Siapa Saja Orang yang Disebut sebagai Orang Asing

Orang asing adalah orang yang bukan keluarga. Mereka bisa saja sangat baik karena tujuan tertentu.

  1. Kontrol kepada Siapa Si Kecil Harus Berbicara

Ketika anak sedang bersama Mama, biarkan ia mengucapkan salam atau menyapa orang-orang baru di sekitarnya. Namun, jika buah hati sedang sendirian, maka larangan untuk berbicara pada orang baru perlu diterapkan. Beritahukan pada si kecil jika ada orang yang menawarkan sesuatu (permen atau mainan) atau mengajaknya ke suatu tempat, sebaiknya menghindar saja.

  1. Orang Jahat Tidak Selalu Terlihat Menakutkan

Anak-anak akan takut dan waspada pada orang-orang yang bertampang garang dan menakutkan. Masalahnya adalah orang dengan paras baik, cantik, dan tampan juga bisa saja berniat jahat. Mama bisa memberikan informasi pada si kecil bahwa orang jahat tidak selalu terlihat menakutkan, tapi terlihat dari perilakunya. Latihlah si kecil agar memiliki insting dalam menghadapi orang asing. Jika ia merasa ada gelagat aneh dari orang yang ditemui, lebih baik menghindar saja tanpa mengatakan apapun maupun menjelek-jelekkan orang tersebut.

  1. Tunjukkan Orang-orang yang Aman Diajak Bicara dan Dimintai Tolong

Pertolongan dari bahaya orang asing bisa dicari dengan mendekat pada polisi, satpam, atau penjaga toko. Selain ketiga orang tersebut, kakek-nenek, wanita, dan ibu dengan anak bisa menjadi pilihan aman lain untuk dimintai tolong.

  1. Ajarkan Anak untuk Terbuka

Ajari si kecil untuk segera melaporkan apa yang ia alami dengan orang asing seperti harus menyimpan rahasia, disentuh daerah vitalnya, dan sebagainya kepada Mama atau orang terdekat yang bisa dipercaya. Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak sering menjadi korban pelecehan seksual.

Baca juga: 4 Cara Agar Anak Perempuan Lebih Terbuka pada Ibu

Terkadang sebagai orang tua, kita tidak pernah merasa cukup memberikan nasihat atau apapun sebagai bekal untuk buah hati saat tidak bersama dengan kita. Namun, jika Mama sering melatih kewaspadaan anak terhadap orang asing dengan cara di atas secara santai dan tanpa membebani, anak akan lebih berhati-hati. Tetap awasi si kecil dan jangan lupa berdoa untuk keselamatannya, ya, Ma.

(EMA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.