12 April 2019

Mengenal Filosofi Pendidikan Waldorf untuk Balita

Menurut filosofi Waldorf, seni dan alam menjadi faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang balita

Walau tidak sepopuler filosofi Montessori, pendidikan Waldorf ternyata sudah banyak diadopsi untuk mendidik balita sejak tahun 1919 lho, Moms.

Pendidikan Waldorf yang tercetus dari pemikiran filsuf, arsitek, sekaligus seniman asal Jerman bernama Rudolf Steiner menekankan pentingnya pengalaman yang diberikan pada anak dalam tujuh tahun pertama kehidupan, bagi perkembangannya di masa depan.

Menurut International Association for Steiner/Waldorf Early Childhood Education, keunggulan pendidikan Waldorf adalah fokusnya pada perkembangan holistik balita dengan mengintegrasikan konten seni, praktek, dan berbagai bidang ilmu.

Tidak ketinggalan, keterampilan sosial dan nilai spiritual juga menjadi bagian penting dalam pendidikan Waldorf untuk balita. Menarik sekali ya, Moms?

Yuk, lihat dulu beberapa prinsip dasar yang diterapkan dalam filosofi pendidikan Waldorf untuk balita.

1. Pentingnya Mengikuti Perkembangan Alami Balita

mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 1
Foto: mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 1

Petitjourney.com.au

Sejak awal, Rudolf Steiner mengatakan kalau setiap anak berkembang dengan kecepatan dan cara yang berbeda.

Itulah kenapa pendidikan Waldorf untuk balita lebih fokus mengikuti minat, perkembangan, dan kebutuhan individual anak ketimbang kurikulum dan isi buku.

Baca Juga: 4 Cara Gampang Mengetahui Bakat Terpendam Anak Sejak Usia Balita

2. Pentingnya Kreativitas dan Imajinasi

mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 2
Foto: mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 2

All4women.co.za

Dikutip dari Waldrofeducation.org, aktivitas kesenian seperti bermain musik, bercerita, menggambar, dan mewarnai, menjadi bagian penting dalam pendidikan Waldorf untuk balita.

Semua pengalaman dalam kegiatan tadi dianggap penting untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi yang dibutuhkan agar balita tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara fisik, emosional, spiritual, dan intelektual.

3. Pentingnya Mengajarkan Kecakapan Hidup sejak Balita

mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 3
Foto: mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 3

Smartparents.sg

Agar balita tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bisa diandalkan, pendidikan Waldorf juga menekankan pentingnya menguasai aktivitas domestik seperti memasak, membuat kue, berkebun, serta melakukan pekerjaan tangan seperti origami, memahat, dan semacamnya.

Berbagai aktivitas tadi bukan hanya membekali balita dengan kecakapan hidup untuk mengurus diri secara mandiri, tapi juga menumbuhkan rasa disiplin dan tanggung jawab, mengasah kemampuan motorik halus, serta meningkatkan kreativitas.

4. Pentingnya Memiliki Rutinitas

mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 4
Foto: mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 4

Bronxevillelibrary.org

Dalam buku Simplicity Parenting yang ditulis oleh praktisi pendidikan Waldorf Kim Brooking-Payne dan Lisa M. Ross, dikatakan bahwa memiliki rutinitas harian membuat parenting lebih mudah bagi orang tua dan menumbuhkan rasa aman dalam diri balita.

Itulah kenapa, setiap balita disarankan untuk memulai harinya dengan berbagai kegiatan seperti menyanyi, membaca buku, olahraga ringan, atau melakukan keterampilan tangan dengan tema tertentu.

5. Pentingnya Beraktivitas di Alam Bebas

mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 5
Foto: mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 5

Raisingchildren.net.au

Filosofi pendidikan Waldorf juga mendorong balita untuk banyak beraktivitas di luar ruangan atau alam bebas, agar bisa memperhatikan lebih dekat dunia di sekelilingnya.

Beraktivitas di alam bebas juga menjauhkan anak dari stres serta meningkatkan fokus dan kreativitasnya. Mereka juga bisa bebas menjelajahi lingkungan fisik dan bersosialisasi.

Baca Juga: 6 Keuntungan Preschool Dengan Metode Montessori

6. Pentingnya Permainan Sensori

mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 6
Foto: mengenal filosofi pendidikan waldorf untuk balita 6

Moneycrashers.com

Menurut filosofi Rudolf Steiner, sebenarnya tidak butuh banyak mainan balita dan gadget untuk mendukung tumbuh kembang balita lho, Moms.

Mainan terbaik untuk anak justru objek yang bersifat sederhana, memberikan stimulasi sensori, dan berasal dari alam, seperti biji cemara, ranting, papan kayu, kertas kardus, batu, dan semacamnya.

Dengan menjadikan objek sederhana sebagai mainan, balita didorong untuk mengerahkan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan visual spasialnya untuk membuat waktu bermain jadi lebih seru.

Jadi teringat adegan Spongebob dan Patrick bermain imajinasi di dalam sebuah kotak kardus ya, Moms?

Nah, itulah beberapa hal yang bisa kita pelajari dari filosofi Waldorf. Bagaimana dengan Moms, setujukah dengan pendekatan pendidikan Waldorf untuk balita?

(WA/AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.