10 Maret 2018

Menghapus Kebiasaan Anak yang Mudah Lupa

Jangan sampai kebiasaannya terbawa sampai dewasa

Apakah anak Moms mudah lupa? Misalnya, anak sering lupa membawa pulang kotak bekalnya atau sering melalaikan tugas yang diberikan Moms karena tidak ingat. Anak pelupa juga biasanya kerap kehilangan barang-barangnya di sekolah atau di rumah.

Sesekali lupa itu wajar. Namun, jika si kecil tampaknya kesulitan sekali mengingat hal-hal kecil, coba terapkan tiga strategi jitu berikut ini.

1. Jangan mengingatkan anak terus-menerus

Anak yang mudah lupa biasanya justru memiliki orangtua yang selalu mengingatkan dan menyelesaikan masalah anaknya. Padahal, ini sama saja dengan meremehkan kemampuan anak dalam melaksanakan tanggung jawabnya sendiri. Mulai sekarang, cobalah untuk tidak mengingatkan anak terlalu sering.

Ketika anak kehilangan baju olahraganya, ajak anak untuk duduk dengan tenang dan berpikir di mana terakhir kali ia menggunakannya. Jangan langsung mencarikan baju olahraganya. Sebelum berangkat ke sekolah, daripada mengingatkan anak ia harus membawa pulang kembali kotak bekalnya, tanyakanlah, “Apa saja yang harus kamu bawa pulang lagi hari ini, Nak?”.

Awalnya memang sulit, tapi lama-kelamaan anak akan belajar bahwa kebiasaan mengingat itu adalah tanggung jawabnya, bukan orangtuanya.

2. Biarkan anak merasakan sendiri konsekuensinya

Sesekali, biarkan anak merasakan akibat dari sifatnya yang mudah lupa. Hal tersebut justru lebih ampuh dalam memberikan pelajaran bagi anak daripada jika Moms langsung membantu dan menyelamatkan anak.

Misalnya, anak lupa bawa buku gambar saat ada mata pelajaran Seni Rupa. Moms tak perlu mengantarkan buku gambarnya ke sekolah. Biarkanlah si kecil mendapat ganjaran sendiri di sekolah. Ganjaran tersebut akan lebih gampang terekam dalam ingatan anak daripada kalau Moms menyelamatkannya.

3. Mengajari anak supaya lebih tertata

Anak yang sehari-harinya rapi dan tertata pasti lebih mudah mengingat segala hal. Jadi, biasakan untuk menempelkan jadwal pelajaran sekolah yang cukup besar sehingga mudah dilihat anak. Lalu, kalau ia harus bawa barang-barang tertentu untuk mata pelajarannya, tandai dengan stabilo atau stiker berwarna-warni. Moms juga bisa membiasakan anak untuk mencatat tugas-tugas sekolah di sebuah buku agenda.

Agar anak tak mudah kehilangan barang-barang, mintalah anak untuk rajin merapikan kamarnya. Selain itu, anak juga seharusnya meletakkan sendiri barang-barangnya ke tempat semula setelah digunakan. Kalau tergeletak sembarangan, jangan Moms ambil dan taruh ke tempatnya. Mintalah si buah hati untuk melakukannya sendiri. Dengan begitu, ia jadi tak bisa menyalahkan orangtuanya kalau kehilangan sesuatu.

Ingatlah bahwa mengubah kebiasaan anak itu butuh proses yang panjang. Jadi, banyak bersabar dan berlatih ya, Moms!

(IA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.