02 Februari 2019

Menikah Lagi, Bagaimana Mendekatkan Si Kecil Dengan Pasangan?

Memperkenalkan calon ayah baru dengan Si Kecil juga ada triknya

Mencari cinta setelah perceraian bukan hal yang mudah. Selain harus berdamai dengan masa lalu, perlu ada pertimbangan khusus agar Moms kembali yakin bahwa Moms akan mendapatkan pendamping yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi jika Moms sudah memiliki anak, perihal menyesuaikan diri dengan orang baru bukan tugas Moms saja, tapi juga anak-anak Moms. Untuk itu, jika Moms memutuskan menikah lagi, pastikan Moms tahu caranya mendekatkan anak dengan pasangan. Begini caranya:

  1. Perkenalan

Sebelum Moms memperkenalkan pasangan baru dengan anak Moms, pastikan pasangan sudah siap dan pastikan juga pasangan Moms sudah menyiapkan beberapa bahan pembicaraan agar perkenalan tidak terkesan kaku atau dibuat-buat. Anak-anak bisa, lho, mengidentifikasi kepura-puraan orang dewasa. Untuk itu, berikan saran kepada pasangan Moms untuk bersikap tidak berlebihan dan curilah perhatian anak Moms sewajarnya.

  1. Membiasakan Komunikasi

Setelah perkenalan berjalan dengan mulus dan anak Moms memberikan sinyal setuju lewat sikap menerima, cobalah untuk lebih mendekatkan pasangan dan anak Moms lewat komunikasi yang intens. Misalnya, melakukan video call di pagi hari. Jika anak tidak sungkan membicarakan hal apapun dengan pasangan Moms, itu tandanya sudah ada sisi kenyamanan yang terjalin.

Baca Juga: Ini Cara Berkomunikasi yang Baik dengan Anak
  1. Intensitas Pertemuan

Saat Moms menjadi single parent, biasanya akhir pekan selalu dihabiskan di rumah atau pergi dengan anak-anak dan keluarga saja. Kini sudah saatnya menyertakan pasangan baru Moms dalam segala kegiatan akhir pekan. Agar tidak terkesan memaksakan, ada baiknya Moms meminta izin terlebih dahulu kepada anak Moms, apakah pasangan Moms diperkenankan hadir pada rencana akhir pekan nanti? Jika setuju, Moms perlu mengatur intensitas pertemuan sesering mungkin agar anak Moms terbiasa dengan kehadiran pasangan Moms dengan senang hati, bukan dengan paksaan.

  1. Tidak Memaksakan

Jika ada satu kesalahan yang pasangan Moms lakukan, yang mengakibatkan anak Moms menjadi tidak nyaman bahkan menghindar, jangan lantas Moms memarahi dan menghardiknya dengan keras. Apabila masih bisa diperbaiki dengan cara membujuk dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan kembali, ini cara yang baik. Tapi jika anak Moms teguh pada pendiriannya bahwa ia tidak dapat menerima kehadiran pasangan Moms, alangkah baiknya Moms tidak egois melanjutkan ke jenjang pernikahan. Perlu ada penengah yang bisa menetralisir keadaan ini. Jika tetap tidak bisa, sebaiknya jangan dilanjutkan. Bagaimanapun, kebahagiaan anak tentunya menjadi prioritas seorang ibu.

Apakah Moms pernah mengalami hal seperti ini?

(LMF)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.