Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Nov 12, 2018

6 Perbedaan Ayah Zaman Sekarang dan Ayah Zaman Dulu, Apa Suami Termasuk?

Bagikan


Seiring dengan perubahan zaman, pola asuh dan peran orang tua juga berubah. Perubahan pola asuh paling signifikan terjadi ada pada sosok ayah.

Ayah zaman dulu digambarkan sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah. Ayah juga ayah zaman dulu juga biasanya tidak turun langsung dalam mengurus anak.

Dikutip dari Businessinsider.sg, sekarang peran ayah sudah mulai berubah. Ada beberapa perubahan signifikan yang membuat ayah zaman sekarang atau yang dikenal sebagai ayah “zaman now” dengan ayah zaman dulu.

Seperti apa peran ayah zaman sekarang dan perbedaannya dengan ayah zaman dulu? Cari tahu yuk Moms!

Menghabiskan Lebih Banyak Waktu dengan Anak

Kini para ayah menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak mereka. Berdasarkan data, sebanyak 46 persen ayah mengatakan mereka menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak mereka ketimbang orang tua mereka dengan mereka dahulu.

Itu artinya, jarak satu generasi saja sudah terjadi perubahan yang signifikan ya?

Berdasarkan studi yang sama, sebanyak 48 persen ayah berpikir bahwa waktu yang sudah mereka habiskan bersama anak mereka itu masih kurang.

Mereka merasa membutuhkan lebih banyak waktu untuk bonding dan melakukan berbagai hal bersama.

Lebih Memperhatikan Kesimbangan Kehidupan Kerja

Banyak ayah yang mulai berusaha untuk menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dengan kehidupan sebagai ayah.

Sayangnya, hingga saat ini, cuti untuk ayah masih belum umum sehingga belum diadaptasi oleh banyak perusahaan.

Namun, beberapa perusahaan sudah menyediakan cuti untuk ayah ketika istrinya melahirkan.

Baca Juga: Kocak! Kartunis Ini Menggambarkan Kehidupan Ayah yang Sebenarnya

Tidak Selalu Jadi Pencari Nafkah Satu-satunya

Sebanyak 2/3 rumah tangga sekarang mengandalkan nafkah dari suami dan istri. Pada 1970, jumlahnya masih kurang dari 25 persen.

Dengan memiliki dua sumber penghasilan, orang tua jadi lebih fleksibel untuk membagi tugas rumah tangga dan pengasuhan anak. Ini juga membuat ayah punya lebih waktu dengan anak mereka.

Persentase ibu bekerja meningkat drastis dalam 10 tahun belakangan. Ini juga mengubah paradigma perempuan harus menjadi ibu rumah tangga dan laki-laki harus menjadi satu-satunya pencari nafkah.

The American Psychological Association menemukan bahwa dua sumber penghasilan bisa membuat keluarga lebih bahagia dan sehat dan lebih bisa menyeimbangkan kehidupan.

Tidak Keberatan Jadi Ayah Rumah Tangga

Pada 2012, sebanyak 7 persen ayah di Amerika atau sekitar 2 juta ayah, merupakan ayah rumah tangga dan tidak bekerja di luar rumah.

Jumlah ini sudah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan 15 tahun lalu. Meningkatnya jumlah pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah juga menjadi alasannya.

Di sisi lain, para ayah ini juga tidak terpaku dengan stigma negatif orang lain tentang bekerja di rumah. Para ayah ini jadi punya lebih banyak waktu bersama anak mereka.

Lebih Banyak Turun Langsung Mengurus Rumah dan Anak

Pada 1965, data menunjukkan para ayah menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk bekerja dan para ibu menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk mengurus rumah dan mengasuh anak.

Ayah zaman now ternyata berusaha menyeimbangkan waktu antara pekerjaan dan peran mereka sebagai ayah.

Mereka juga jadi punya tanggung jawab lebih terhadap rumah dan anak. Memasak, memandikan anak, dan menjaga rumah sudah jadi pekerjaan yang biasa dilakukan ayah masa kini.

Baca Juga: 5 Tanda Pasangan Anda Akan Jadi Ayah yang Ideal

Menjadikan Parenting Sebagai Bagian Inti dari Identitas Mereka

Sebanyak 57 persen ayah di Amerika mengatakan bahwa parenting menjadi hal penting untuk identitas mereka.

Lalu, 54 persen mengatakan bahwa menjadi orang tua akan bermanfaat sepanjang waktu dan sebanyak 46 persen ayah mengaku menikmati peran mereka itu.

Asumsi ayah hanya fokus pada pekerjaan perlahan menghilang. Para ayah ini justru menjadikan parenting sebagai bagian penting dalam identitas mereka. Identitas sebagai ayah menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

Itulah beberapa perbedaan antara ayah zaman dulu dan ayah zaman sekarang. Apakah hal-hal di atas juga dilakukan oleh suami Moms?

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.