Showbiz

19 Mei 2016

Pesan Dee Lestari bagi Para Penulis Muda

Dee Lestari, the beautiful and talented writer
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (serenata.rosalia)
Disunting oleh (serenata.rosalia)

Anda yang senang membaca buku dan sastra Indonesia, pasti tahu siapa seorang Dee Lestari. Ya, penulis cantik dan berbakat yang terkenal melalui novel Supernova-nya ini berkesempatan untuk berbincang sebentar dengan Orami Magazine, lho. Dee Lestari juga berbagi tips bagi para perempuan cantik Indonesia yang ingin mengikuti jejaknya menjadi seorang penulis. Let's find out!

Q: Bagaimana Dee bisa menjadi seorang penulis, apakah memang itu passion Dee sejak kecil?

A: Saat itu saya berumur 9 tahun ketika membayangkan punya buku saya diterbitkan. Saya rasa saya tidak pernah membayangkan menjadikan penulis sebagai profesi, tapi yang pasti saya bermimpi untuk menjual buku-buku saya di toko buku. It could be just one book as far as I was concerned. Jadi ketika saya menerbitkan buku Supernova pada 2001 silam, sebenarnya itu bertujuan untuk mewujudukan mimpi saya tersebut. Saya tidak khawatir akan kegagalan atau kesuksesan.

Q: How do you maintain writer's block?

A: Sebelum saya berkomitmen pada sebuah project, entah cerita pendek atau novel, biasanya saya menentukan tanggal deadline sebelum melakukan apapun. Punya tenggat waktu dan timeline akan membuat suatu tekanan yang akan terus memaksa kita terus bergerak, tanpa peduli mood kita. Mood itu selalu berubah, dan writer's block biasanya berhubungan dengan mood. Tekanan dan deadline akan mengondisikan kita sedemikian rupa untuk menghadapi writer's block.

Q: Apa tips Dee untuk para perempuan cantik di luar sana yang ingin menjadi penulis hebat?

A: Menulis tidak hanya mulai ketika kita mengetik kata-kata di keyboard komputer. It happens way before that. Sebelum kita menulis apapun, kita harus menjadi pengamat yang teliti. Jadi, ebih terbuka dan tanggap terhadap apapun yang terjadi di sekitar kita dan di antara kita. We always keep our radar on and open. Hal-hal itulah sumber-sumber yang bisa kita jadikan bahan tulisan. Kenali buku-buku yang kita suka dan tidak. Dan yang paling penting, kita berani untuk mencoba. Coba untuk berkomitmen pada project kecil dulu, mungkin seperti cerita pendek, dan lihat bagaimana hal tersebut berlanjut. The success of bringing an idea to a completion will encourage us to try more. The more trials we do, the stronger our writing muscle is.

Q: Apa buku favorit Dee dan kenapa?

A: There are too many to mention. Saya lebih tertarik pada subjek tulisan dibandingkan penulis tertentu. Tapi satu yang sangat saya sayang adalah Hujan Bulan Juni, sebuah koleksi puisi-puisi Sapardi Djoko Damono.

Q: Who is your inspiration and why?

A: I’m inspired by life itself.

Foto: dewilestari.com

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait