04 Juli 2018

Susu Kental Manis Bukan untuk Diminum Anak-anak!

Memberikan susu kental manis sebagai minuman untuk balita bisa berakibat buruk bagi kesehatannya

Dibanding susu cair yang mudah basi atau susu bubuk yang sedikit merepotkan untuk dibuat, susu kental manis sering jadi pilihan untuk disajikan sebagai minuman kepada anak-anak.

Selain tahan lama, susu kental manis juga tidak perlu ditambahkan gula lagi. Apa lagi, harga susu kental manis yang biasanya dikemas dalam kaleng atau sachet sangat terjangkau.

Namun, tahukah Moms, memberikan susu kental manis sebagai minuman untuk anak-anak bisa berakibat buruk bagi kesehatannya?

Masalah Gizi di Indonesia

Menurut dr. Elvina Karyadi, MSc, PhD, SpGK, Direktur Micronutrient Initiative Indonesia, kecukupan gizi masih menjadi PR besar pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.

“Saat ini Indonesia mengalami ‘double burden malnutrition’ atau masalah gizi ganda. Di satu sisi, gizi kurang (stunting) masih tinggi (37%), tapi di sisi lain kita juga mengalami masalah gizi lebih,” kata Elvina.

Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, salah satunya adalah masalah ekonomi dan rendahnya tingkat pendidikan. Hal ini bisa berdampak masyarakat memilih jalan pintas dalam urusan gizi.

Salah satu kasus yang sering terjadi adalah penyamarataan jenis susu. Misalnya, anak yang sudah minum susu kental manis dianggap sudah mendapat asupan gizi yang cukup, sama seperti meminum susu segar. Padahal, ini pendapat yang salah.

Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2005, jenis produk susu yang paling banyak dikonsumsi penduduk Indonesia adalah susu kental manis. Angkanya mencapai 9,31 liter per kapita per tahun dari total 13,22 liter per kapita per tahun atau sebesar 70,4 %.

“Tingginya konsumsi susu kental manis ini kemungkinan karena harganya relatif lebih murah dibandingkan jenis susu lainnya, serta rasanya lebih disukai anak-anak karena lebih manis,” jelas Ir. Doddy Izwardy, MA, Direktur Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mengapa Susu Kental Manis Tidak Baik Dikonsumsi sebagai Minuman untuk Anak-anak?

Balita memerlukan kalsium dan vitamin D untuk pertumbuhan gigi susu. Namun, kandungan kalsium dan vitamin D dalam susu kental manis jauh lebih rendah daripada dalam susu sapi murni. Hal ini disebabkan oleh proses pengolahan yang panjang.

Menurut data yang dikemukakan drg. Annisa Rizki Amalia, Sp.KGA dari perhimpunan dokter gigi anak, dalam susu sapi murni terdapat 24,64% kalsium dan 31,1% vitamin D. Namun, dalam susu kental manis hanya ada 10,85% dan 0,6% vitamin D.

“Susu kental manis itu awalnya dibuat di zaman perang agar tahan lama, dan bukan diproduksi untuk anak-anak,” tegas dokter gigi anak yang akrab disapa Icha ini saat berbicara di acara Fun Group Discussion yang digelar Kelompok Kerja Jurnalis Penulis Kesehatan (K2JPK) di Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Baca juga: Bolehkah Bayi Minum Susu Kental Manis?

Selain itu, lanjut drg. Icha, kandungan gula dalam susu kental manis yang terdiri dari 10,5% laktosa dan 41% sukrosa terbilang tinggi.

Menurut drg. Icha, susu kental manis yang diberikan sebagai minuman kepada anak bisa menggenang dalam mulut dan menempel di gigi. Jika kebersihan mulut dan gigi anak tidak dijaga, bakteri bisa memfermentasi gula dan hal ini bisa menyebabkan karies (gigi berlubang) pada anak.

Susu kental manis sebaiknya hanya digunakan sebagai topping atau bahan pembuat kue, bukan sebagai minuman susu untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. ASI adalah minuman terbaik untuk bayi, sedangkan untuk balita, pemberian susu sapi segar lebih baik daripada susu kental manis sebagai minuman.

Yuk, Moms, lebih cermat memilih susu untuk anak!

(EMA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.