04 Maret 2019

6 Tahap Bermain Balita Sesuai Dengan Perkembangan Sosialnya

Balita berusia 2 tahun cocok bermain solitary play

Sudah tahu belum Moms, kalau setiap tahapan bermain balita dapat menjadi tanda kemajuan perkembangan kemampuan sosial balita?

Bagi balita, bermain bukan sekedar beraktivitas tanpa tujuan. Setiap permainan balita adalah stimulasi yang membantunya mengasah kemampuan sosial sambil belajar banyak hal.

Sosiolog ternama Mildred Parten pernah melakukan observasi pada permainan balita dari sudut pandang sosialisasi, dan dari hasilnya diketahui ada enam tahapan bermain balita, yaitu:

Baca Juga: Seru dan Bisa Dilakukan di Rumah, 5 Ide Aktivitas Multisensori untuk Anak di Bawah 3 Tahun

1. Unoccupied Behavior

6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 1
Foto: 6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 1

Tahapan bermain balita yang paling awal adalah unoccupied behavior atau gerakan kosong, yang biasanya dilakukan oleh balita berusia 0 sampai 2 tahun.

Pada tahap ini anak masih lebih banyak diam dan mengamati lingkungannya, sambil menggerakkan jari, tangan, kaki, dan bagian tubuh lain tanpa tujuan.

2. Solitary Play

6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 2
Foto: 6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 2

Tahap bermain balita ini sering dilakukan oleh balita berusia 2 sampai 3 tahun, yang kemampuan sosial, kognitif, dan fisiknya masih berkembang.

Yang dimaksud dengan solitary play atau bermain soliter adalah asyik bermain sendiri, tanpa menunjukkan perhatian atau ketertarikan pada apa yang dilakukan oleh orang lain di sekitarnya.

Pada tahapan ini balita juga belajar cara untuk menyibukkan diri dan bermain sendiri lho, Moms.

Baca Juga: Bantu Perkembangan Si Kecil dengan 7 Mainan untuk Anak 1 Tahun Ini

3. Onlooker Play

6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 3
Foto: 6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 3

Saat balita memperhatikan anak lain bermain tapi tidak bergabung untuk bermain bersama, maka disebut dengan tahapan onlooker play atau tingkah laku mengamati.

Dalam tahap permainan balita ini, mulai ada interaksi sosial untuk tahu lebih banyak tentang suatu permainan atau aktivitas yang sedang dilakukan.

4. Parallel Play

6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 4
Foto: 6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 4

Moms, pernahkah melihat balita duduk bersama temannya tapi bermain secara terpisah?

Nah, aktivitas tersebut sebenarnya termasuk dalam tahap bermain paralel atau parallel play.

Walau dalam tahap bermain ini balita dan temannya terlihat hanya bermain berdampingan dengan sedikit interaksi, mereka sebenarnya banyak belajar kemampuan sosial dari satu sama lain lho, Moms.

Bermain paralel menandai tumbuhnya keinginan Si Kecil untuk bermain dengan anak lain, serta mulai matangnya perkembangan kemampuan sosial balita.

5. Associative Play

6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 5
Foto: 6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 5

Tahap bermain asosiatif biasanya dimulai saat balita berusia 3 atau 4 tahun.

Biasanya ditandai dengan adanya interaksi aktif saat bermain bersama anak lain, tapi masih tidak fokus pada satu tujuan bersama.

Contoh yang paling mudah kita lihat adalah saat balita dan temannya bermain balok susun bangun bersama, tapi masing-masing membuat bentuk yang berbeda dan tidak berhubungan.

Tahap bermain asosiatif ini cukup penting, karena mendorong perkembangan kemampuan sosial balita seperti kerja sama, pemecahan masalah, serta komunikasi dan bahasa.

Baca Juga: Ingin Si Kecil Makin Cerdas? Coba 5 Permainan Ini Agar Anak Tumbuh Cemerlang

6. Cooperative Play

6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 6
Foto: 6 tahapan bermain balita sesuai dengan perkembangan kemampuan sosialnya 6

Tahap bermain balita yang terakhir adalah cooperative play atau bermain kooperatif, dan biasanya baru mulai terlihat di usia 4 sampai 6 tahun.

Saat bermain kooperatif, balita bermain bersama temannya dengan menggunakan aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama atau menyelesaikan tugas khusus.

Pada tahap ini, balita sudah dapat menggunakan semua kemampuan yang dia pelajari dalam lima tahap sebelumnya, dan sudah cukup mampu berinteraksi sosial.

Jadi, sudah sampai tahap bermain balita yang manakah buah hati kesayangan Moms?

(WA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.