08 Desember 2018

Yuk, Ditiru! Inilah 'Grow Happy Story' Ala Titi Kamal Saat Membesarkan Anaknya

Titi berusaha tidak sedih di depan Si Sulung

Saat menjadi orang tua dan melihat tumbuh kembang Si Kecil setiap hari, seringkali timbul pertanyaan di benak kita, apakah anak sudah merasa bahagia? Dan benarkah senyum atau tawa riangnya saat ia bermain berbanding lurus dengan kebahagiaannya?

Berangkat dari pertanyaan tadi, sejak awal 2018, Nestle Lactagrow kembali melakukan sebuah studi mengenai kebahagiaan anak, dalam persepsi orang tua. Riset tersebut terbagi dua kelompok, yang pertama sebanyak 370 responden orang tua yang memiliki anak usia 2-5 tahun di 6 kota di Indonesia. Dan kedua, dalam bentuk forum grup discussion bersama 7 ibu representatif yang mencerminkan para ibu yang ada di Indonesia. 

Tapi, apakah orang tua benar-benar tahu apa saja yang membuat Si Kecil bahagia? Sebagian besar menjawab yaitu saat sedang quality time bersama dalam beragam kegiatan. Seperti menonton tv, bercerita kegiatan sehari-hari, memandikan anak, bermain, dan lainnya.

Namun, ada satu hal yang kerap terlupakan. Apakah orang tua benar-benar hadir dan terlibat dalam kegiatan bersama anak?

Sebab nyatanya, dari hasil studi tadi, ditemukan hanya 48% saja orang tua yang mengaku terlibat penuh tanpa distraksi saat bersama anak. Sebanyak 21% hadir tanpa terlibat, dan sisanya 31% mengaku tidak dapat hadir.

Padahal penelitian Holder & Coleman (2007) menunjukkan bahwa kebahagiaan anak, sebagian dipengaruhi interaksi sosial positif yang melibatkan anggota keluarga. Itulah mengapa penting bagi orang tua untuk menghabiskan waktu bersama anak. 

hero lacta
Foto: hero lacta

Hal serupa diakui selebriti sekaligus ibu dua orang anak, Titi Kamal. Menurutnya, grow happy itu adalah anak dan keluarga, dalam hal ini orang tua bisa tumbuh kembang secara bahagia. Bahagia bukan hanya terlihat dari senyuman anak, tapi artinya terlibat quality time sama anak supaya dia merasa bahagia melihat kita ikut bermain. 

Titi mencontohkan saat berenang dengan anak-anaknya, ia pun ikut terlibat. Dan penting baginya untuk terus terlihat bahagia di depan anak. "Sesedih apapun aku jangan sampai anak melihatnya. Jadi, mereka lihat kita dalam kondisi bahagia saja. Kalau lagi sedih aku ngumpet dulu di kamar, jadi pas ketemu Juna tetap happy."

Hal serupa juga dikatakan sang suami, Christian Sugiono yang ikut hadir dalam acara. Menurutnya, grow happy itu berarti menjalani sesuatu yang menyenangkan, mengurangi harapan tinggi agar mengurangi stres dalam sehari-hari.

"Karena kalau kita happy itu akan menular ke anak istri. Dan anak bisa lihat kita itu benar-benar happy, bukan pura-pura bahagia," ujar Tian yang menyisihkan waktu minimal 30 menit bermain sama Juna usai pulang kerja.

Titi pun ikut memberi tips agar setiap ibu, baik yang bekerja maupun menjadi full time mom agar selalu bahagia. "Dimana-mana orang tua itu jadi teladan. Kalau Juna lihat orangtuanya akur, dia suka bilang ayo Mama kita family, yang artinya berpelukan."

Tapi, terkadang bagi orang dewasa tidak semudah itu untuk bisa bahagia. Titi pun buka rahasia. "Caranya supaya bisa happy, coba ibu punya me time yang tidak melibatkan siapapun kecuali dirinya. Bisa ke salon, bisa pergi sama teman-teman. Gak perlu lama, tapi pulang ke rumah jadi happy, kan? Sehingga bisa membesarkan anak dengan bahagia dan memberi nutrisi yang baik juga."

Ia juga menuturkan, di rumah sebelum tidur terbiasa membacakan Si Sulung buku cerita. "Kalau kita lihat matanya sudah mulai ngantuk, kita bilang sayang sama Juna. Jadi, kata-kata itu yang selalu ia dengar dan ingat dalam memorinya. Toh, bermain dan mainan bukan hanya sumber kebahagiaan satu-satunya. Justru momen seperti ini akan memperkuat ikatan kita sama anak."

Dan sebenarnya, Mom, terdapat banyak manfaat dari rasa bahagia yang dirasakan anak lho untuk tumbuh kembangnya kelak. Antara lain dapat mempengaruhi dari sisi:

1. Kognitif (proses belajar)
2. Nilai diri (self-esteem)
3. Social skill dan karakter yang baik 
4. Memiliki emosi yang positif 
5. Punya tingkat kepuasan hidup yang tinggi saat dewasa

Tapi, bagaimana tipsnya agar bisa lebih terlibat dalam kegiatan anak, ya?

Psikolog Elizabeth Santosa, MPsi, Psi, SFP, ACC mengatakan ada 4 cara yang bisa dilakukan.

1. Bukan fokus pada jenis aktivitas, melainkan pada waktu kebersamaan
2. Tidak ada distraksi saat beraktivitas dengan anak
3. Melakukan eye to eye contact saat bersama anak
4. Membuat anak merasa dirinya paling penting

Itulah tadi kiat agar orang tua bisa membesarkan anak yang bahagia. Nah, bagaimana dengan Mom, apakah sudah melakukan hal tersebut?

(ARH)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.