01 Januari 2018

10 Contoh Resolusi untuk Anak Remaja

Bantu mereka membuat daftar langkah-langkah konkret untuk mewujudkan resolusi tersebut
10 Contoh Resolusi untuk Anak Remaja

Tahun baru biasanya diisi dengan daftar resolusi yang siap dipenuhi selama setahun ke depan. Sebagai orang tua, sebaiknya Moms mendampingi anak ketika hendak membuat resolusi, terutama anak remaja. Bantu mereka membuat daftar langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mewujudkan resolusi tersebut.

Berikut 10 contoh resolusi yang bisa dijalankan oleh anak remaja:

1. Hidup Sehat

makan apel
Foto: makan apel

Mengajarkan hidup sehat sejak dini adalah langkah yang tepat. Beberapa hal yang bisa dilakukan anak remaja ketika menjalani pola hidup sehat adalah mengawali hari dengan minum lemon hangat, mengurangi minum soda (misalnya hanya sekali seminggu), mengganti camilan jadi buah-buahan, serta rajin makan sayur setiap hari.

Anak remaja juga bisa mulai berolahraga rutin seperti jogging atau sepeda setiap sore, berenang sekali seminggu, dan olahraga ringan setiap pagi.

2. Lakukan Hal Baru

lompat dari atas karang
Foto: lompat dari atas karang

Mencari tantangan baru tentunya mengasyikkan. Terlebih di usia remaja, ketika anak sedang semangat-semangatnya mencoba hal baru. Buat daftar hal yang ingin sekali dia coba, seperti road trip, bungee jumping, diving, berkemah, belajar bahasa asing, dan lainnya.

3. Kurangi Kebiasaan Buruk

mencatat
Foto: mencatat

Ajak anak membuat daftar apa saja kebiasan buruk mereka, seperti menggosip, menggigit kuku, malas beres-beres kamar, suka menunda-nunda pekerjaan, dan lainnya. Lalu, bimbing mereka mengurangi satu kebiasaan buruk setiap bulannya.

4. Make-over Penampilan

coba baju
Foto: coba baju

Memasuki usia remaja, anak mulai peduli dengan penampilan. Merekapun mulai mencari gaya apa yang cocok untuk mereka. Bantu mereka mencari gaya yang pas. Tidak perlu takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan terlihat ekstrem. Misalnya, memotong rambut jadi model pixie.

5. No More Negative Self-talk

negative self talk
Foto: negative self talk

Negative self-talk atau perkataan negatif yang ditujukan pada diri sendiri bisa memengaruhi sikap dan membuat anak jadi kurang percaya diri. Bantu mereka menghilangkan negative self-talk ini, misalnya kata ‘aku bodoh’, ‘aku enggak sepintar temanku’, ‘aku enggak secantik temanku’, dan lainnya. Bantu mereka mulai berpikiran positif.

6. Baca Buku

baca buku
Foto: baca buku

Membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan dan memiliki banyak manfaat karena bisa menambah wawasan. Ajak anak membaca dua buku setiap bulannya dengan genre yang berbeda-beda. Jika bisa, bacalah buku berbahasa Indonesia dan satu lagi bahasa Inggris.

7. Lebih Bersosialisasi

kerjasama
Foto: kerjasama

Dukung anak agar lebih sering bersosialisasi dan berkenalan dengan orang baru. Misalnya, rajin dan aktif di acara sekolah atau di lingkungan rumah serta ikut klub atau komunitas sesuai hobi, sehingga anak mendapat kenalan baru.

8. Bijak di Sosmed

socmed
Foto: socmed

Saat ini, anak tidak bisa dipisahkan dari internet dan media sosial . Moms tidak perlu melarang, melainkan dampingi mereka agar lebih bijak menggunakan socmed. Misalnya, kurangi curhat masalah yang tidak penting di Twitter atau tidak terlalu sering post selfie di Instagram.

9. Liburan Bersama Keluarga

family outing
Foto: family outing

Kapan terakhir kali Moms berlibur dengan keluarga? Jadwalkan liburan bersama tahun ini. Misalnya, ketika liburan semester anak-anak. Berikan kebebasan kepada anak untuk memilih lokasi liburan yang mereka inginkan.

Baca juga: Rencanakan Liburan Seru Bersama Keluarga

10. Belajar Teratur

remaja belajar
Foto: remaja belajar

Bantu anak membuat ritual belajar yang menyenangkan. Beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya berhenti melakukan SKS (sistem kebut semalam) serta buat papan berisi jadwal yang diletakkan di kamar sehingga anak bisa menyicil pelajaran beberapa hari sebelum ujian.

Moms juga bisa membantu mengingatkan anak untuk membaca bahan pelajaran di malam sebelumnya sehingga besok tidak merasa 'blank' di sekolah. Anakpun perlu membuat jadwal belajar kelompok bersama teman-teman dua kali seminggu sehingga pelajaran lebih cepat diserap.

Moms punya resolusi lain yang bisa diterapkan untuk anak remaja? Yuk, share di kolom komentar!

(HIKMAH)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.