03 Oktober 2017

10 Fakta Seputar Kanker Payudara Yang Perlu Mama Tahu

Bukan cuma wanita, kanker payudara juga mengintai anak-anak dan pria.

Apa yang terlintas di benak Mama ketika mendengar kata kanker payudara? Pengobatan yang panjang, efek kemoterapi, atau bahkan risiko kematian?

Ya, selain kanker serviks, kanker payudara adalah momok menakutkan untuk perempuan.

Setiap tahun penderita kanker payudara terus bertambah, khususnya di Indonesia. Pada tahun 2012 WHO mencatat prevalensi kanker payudara yang tersebar di 140 negara di seluruh dunia mencapai 6,3 juta jiwa.

Dibalik angka yang terus meningkat tersebut, terungkap 10 fakta seputar kanker payudara yang perlu Mama ketahui. Berikut diantaranya :

1. Faktor Gaya Hidup

Tahukah Mama, makanan dan gaya hidup tak sehat adalah faktor utama pemicu timbulnya benjolan yang berisiko menjadi kanker?

Minimnya pengetahuan mengenai kanker payudara maupun kualitas asupan sehari-hari ditunjang kurangnya gerak, membuat risiko penyakit tidak menular ini meningkat. Sayangnya, seringkali pasien baru menyadari kanker bersarang di tubuh mereka setelah sudah stadium lanjut.

2. Pria Juga Bisa Kena

Meski perempuan berpotensi 100 kali lebih besar terkena kanker payudara, bukan berarti pria tidak punya risiko mengidap penyakit mematikan ini. Perbandingannya 1:1000.

Pada pria, kondisi awal yang wajib diwaspadai yakni jika ada benjolan keras dibalik puting, bentuk puting seperti masuk ke dalam, dan puting mengeluarkan cairan yang tidak lazim.

3. Usia Muda

Di Indonesia, usia pasien kanker payudara lebih muda 5-10 tahun daripada di negara barat seperti Eropa. Biasanya mereka terdeteksi kanker payudara baru di usia 50-60 tahun.

Sedangkan di Indonesia, kanker payudara banyak terjadi di usia 40 tahun lantaran rendahnya kesadaran untuk hidup sehat.

4. Manfaat Menyusui

Memberikan ASI ekslusif bukan hanya baik untuk kesehatan Si Kecil, tapi juga dapat menurunkan risiko kanker payudara sejumlah 4,3 persen. Angka ini juga ditunjang dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kondisi payudara secara berkala.

5. Gemuk Lebih Berisiko

Di Amerika, perempuan dengan rentang usia 50-60 tahun yang memiliki bobot tubuh berlebih memiliki risiko sampai 1,5 kali lebih cepat terjangkit kanker payudara.

6. Bukan Mutlak Penyakit Turunan

Sekitar 85 persen penderita kanker payudara di dunia bukan karena faktor genetik. Jadi jangan khawatir jika ada keluarga dekat Mama mengidap atau memiliki riwayat kanker payudara. Cegah risiko dengan menjaga pola makan, olahraga teratur, dan cerdas mengelola stres.

7. Menyerang Anak-anak

Pada 2009 lalu, Chrissy seorang anak berusia 10 tahun dari Amerika divonis dokter mengidap kanker payudara. Di tahun itu, ia menjadi pasien kanker payudara termuda. Bukan tak mungkin semakin lama, usia pengidap kanker payudara jadi semakin muda.

Jadi, jangan abaikan keluhan anak jika ia merasa sakit di area payudaranya, ya, Ma.

8. Mengintai Karyawan dengan Jam Kerja Ini

Badan Penelitian Kanker Internasional menyimpulkan mereka yang bekerja dengan jam malam (shift) jauh lebih rentan terkena kanker payudara. Misalnya, perawat rumah sakit yang sering jaga malam, pramugari, atau pegawai yang selalu lembur akan mengalami reaksi karsinogenik dari tubuhnya.

Penyebabnya, ketika manusia beraktivitas di jam yang tak lazim, banyak sel dalam tubuh yang tidak dapat berkembang dengan baik sehingga memicu timbulnya sel kanker.

9. Buah Delima

Zat kimia Ellagitannin yang dihasilkan dari buah delima dipercaya dapat mengurangi produksi estrogen berlebih yang bisa memicu kanker. Meski tak dijual sebanyak buah lainnya, tapi demi kesehatan Mama tentu bisa membiasakan mengonsumsi delima dalam keseharian.

10. Batasi Multivitamin

Penelitian American Journal of Clinical Nutrition menyimpulkan sering mengonsumsi multivitamin bisa menaikkan risiko kanker payudara.

Untuk menjaga kebugaran tubuh, lebih baik Mama lakukan cara alami saja, ya. Seperti menerapkan pola makan sehat dan seimbang, rutin berolahraga, hindari merokok dan asap rokok, dan stres.

(LMF)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.