10 Januari 2020

3 Cara Membangun Kepercayaan Diri Balita, Simak di Sini!

Ternyata ada banyak cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membangun kepercayaan diri balita

Menurut para ahli, orang tua perlu secara sadar membangun kepercayaan diri balita.

Carl Pickhardt, psikolog dan penulis 15 buku parenting mengatakan, anak yang kurang percaya diri cenderung enggan mencoba hal-hal baru, terutama yang menantang, karena mereka takut gagal atau mengecewakan orang lain.

Rasa percaya diri rendah dapat menghalangi anak untuk menjadi kreatif dan berprestasi.

“Lawan dari rasa percaya diri adalah rasa putus asa dan rasa takut. Salah satu tugas orang tua adalah mendorong dan mendukung anak saat mereka berusaha menghadapi dan mengatasi berbagai kesulitan yang mereka temui,” ujar Pickhardt.

Berikut tips yang dapat orang tua praktikkan untuk membangun kepercayaan diri balita.

Cara Membangun Kepercayaan Diri Balita

1. Biarkan Anak Mencoba Sendiri (dan Gagal)

how-to-use-positive-reinforcement.jpg
Foto: how-to-use-positive-reinforcement.jpg

Foto: parentingforbrain.com

Dikutip dari jurnal Procedia Social and Behavioral Science, banyak orang tua yang tidak rela melihat anaknya gagal. Hal ini wajar saja.

Tetapi, menurut Robert Brooks, Ph.D., salah satu penulis buku Raising Resilient Children, orang tua juga harus memberi kesempatan anak untuk gagal dan merasa sedih, kecewa, dan marah sebagai salah satu cara membangun kepercayaan diri balita.

Misalnya, Si Kecil bersikeras ia bisa menuang gula dari bungkusnya ke dalam wadah. Walaupun Moms dan Dads tahu ia akan menumpahkan sebagian gula itu, biarkan ia mencoba menuang sendiri gula ke dalam wadah, Moms.

Ketika gula tumpah dan Si Kecil menangis karena gagal atau karena takut dimarahi, Moms dan Dads dapat menenangkan dan menghargai usahanya.

Tunjukkan bahwa Moms dan Dads menghargai usahanya dan Si Kecil dapat mencoba menuang gula lagi di lain waktu.

2. Hargai Usaha Anak

at_house tours stock archive_kids-chores.jpg
Foto: at_house tours stock archive_kids-chores.jpg

Foto: apartmenttherapy.com

Selain melalui tindakan-tindakan kecil seperti menuang gula itu, sikap ini juga berlaku pada saat anak melakukan usaha untuk tujuan yang lebih besar.

Misalnya, hasil gambar anak di sekolah “hanya” diberi 3 bintang oleh gurunya, sedangkan temannya ada yang mendapat 5 bintang.

Moms dapat mengatakan kepada Si Kecil bahwa Moms sangat menyukai gambar yang sudah ia bikin dan ingin memajangnya di kamar.

Tindakan Moms ini akan dilihat anak sebagai bentuk penghargaan sehingga ia tidak lagi malu atau sedih dan tetap bersemangat untuk belajar menggambar.

Menurut Pickhardt, dalam jangka panjang kemauan untuk terus berusaha dan pantang menyerah dapat membangun kepercayaan diri balita.

3. Biasakan Anak Mengambil Keputusan Sendiri

ART_DES_4030.jpg
Foto: ART_DES_4030.jpg

Foto: kinedu.com

Tentu saja, Moms bisa melakukan ini untuk hal-hal yang sederhana, seperti yang terkait dengan rutinitas sehari-hari.

Misalnya, biarkan Si Kecil memilih sendiri kaus kaki dan sepatu yang ingin ia pakai ke sekolah.

Atau, minta anak menetapkan jam berapa ia akan mandi sore. Bagi anak balita, Moms bisa membantu melatih mereka mengambil keputusan dengan menyediakan pilihan.

Misalnya, saat waktunya makan camilan, tawarkan buah potong, pisang goreng, atau roti lapis, dan minta Si Kecil memilih mana yang ia akan makan.

Kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri merupakan salah satu cara efektif untuk membangun kepercayaan diri balita.

(AN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.