30 Oktober 2019

3 Cara untuk Membuat Anak Balita Berhenti Mengempeng

Si Kecil seharusnya berhenti mengempeng di umur ini

Mengempeng atau mengisap dot merupakan kebiasaan yang dilakukan bayi atau balita untuk mengendalikan kecemasan atau stres.

“Bayi tak punya cara lain untuk mengendalikan ‘penderitaan’ yang mereka rasakan. Bayi tidak bisa bicara, tidak bisa minta selimut, dan belum bisa menggunakan tangannya untuk mengambil benda. Mengisap empeng dapat membuat mereka tenang,” terang Richard Dowell, Ph.D., dokter spesialis anak di Evangelical Community Hospital di Lewisburg, Pennsylvania.

Lalu, pada usia berapa anak harus berhenti mengempeng?

Pendapat para ahli ternyata berbeda-beda, Moms.

Menurut American Academy of Pediatrics, anak harusnya berhenti mengempeng saat mencapai usia 1 tahun.

Jika anak belum bisa berhenti mengempeng saat ia sudah berusia di atas 2 tahun, kebiasaan ini dapat mempengaruhi bentuk mulut dan pertumbuhan gigi anak.

Preeti Parikh, M.D., dokter spesialis anak dan dosen di departemen pediatri di Icahn School of Medicine di Mount Sinai mengatakan, mengisap tidak termasuk ke dalam tahap perkembangan anak yang sudah berusia 1 tahun.

Oleh karena itu, saat anak mencapai usia 1 tahun, sebaiknya ia berhenti mengempeng.

Namun, umumnya anak balita menghentikan sendiri kebiasaan mengempeng pada usia 3 atau 4 tahun.

Hal ini, menurut Richard Dowell, Ph.D., dokter spesialis anak di Evangelical Community Hospital di Lewisburg, Pennsylvania, tidak perlu dikhawatirkan.

“Pada akhirnya, anak akan mengembangkan strategi yang lebih tinggi untuk mengelola stres – biasanya setelah anak mencapai usia 2 tahun. Anak akan berhenti mengempeng saat sudah menemukan strategi lain untuk mengelola stresnya,” kata dokter Dowell.

Apakah Moms sedang berencana menghentikan kebiasaan mengempeng pada balita? Berikut ini ada 3 tips yang bisa Moms terapkan agar anak berhenti mengempeng.

1. “Hilangkan” Empeng Si Kecil

3 Cara Membuat Anak Balita Berhenti Mengempeng 01.jpg
Foto: 3 Cara Membuat Anak Balita Berhenti Mengempeng 01.jpg

Foto: babycenter.com

Sejak jauh-jauh hari, Moms bisa memberi tahu si Kecil bahwa, misalnya, pada saat ulang tahunnya yang ke-2, ia sudah tidak boleh mengempeng lagi. Saat tanggal itu tiba, Moms dapat mengatakan bahwa dotnya sudah tidak ada. Ia pun tak mempunyai pilihan lain selain tidak lagi mengempeng.

Menurut Natasha Burgert, M.D., dokter spesialis anak di KCKidsDoc di Kansas City, Missouri, “menghilangkan” empeng anak agar ia berhenti mengempeng terbukti efektif agar anak mau berhenti mengempeng.

2. Stop Perlahan-Lahan

3 Cara Membuat Anak Balita Berhenti Mengempeng 02.jpg
Foto: 3 Cara Membuat Anak Balita Berhenti Mengempeng 02.jpg

Foto: thesuccessfulparent.com

Bila Moms tak tega untuk langsung menghentikan kebiasaan mengempeng pada balita, Moms dapat mencoba cara ini: kurangi frekuensi si Kecil mengempeng. Misalnya, setelah berusia 1 tahun, si Kecil hanya boleh mengempeng saat mau tidur dan tidak boleh di waktu lain. Lalu setelah ia berusia 1,5 tahun, misalnya, ia harus benar-benar stop mengempeng.

3. Tawarkan Alternatif Lain

3 Cara Membuat Anak Balita Berhenti Mengempeng 03.jpg
Foto: 3 Cara Membuat Anak Balita Berhenti Mengempeng 03.jpg

Foto: thelovelist.net

Anak senang mengempeng untuk menenangkan dirinya saat ia takut atau cemas. Moms dapat mengubah kebiasaan ini dengan menawarkan alternatif lain untuk menenangkan diri si Kecil saat ia berada dalam situasi yang tidak nyaman. Misalnya, memeluk dan mengusap-usap anak, menyanyikan lagu favoritnya, membuatkan minuman favoritnya, atau langsung menyodorkan boneka kesayangannya.

Nah, itulah 3 cara yang bisa diterapkan agar balita berhenti mengempeng. Kalau Moms, biasa menerapkan strategi seperti apa?

Jika Moms bingung dengan kebiasaan mengempeng anak, simak juga artikel-artikel berikut ini, ya.

Tanda Dot dan Botol Susu Bayi Harus Diganti dengan yang Baru

Ini Dampak Empeng pada Kesehatan Gigi dan Mulut Bayi yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Ini Dampak Jika Bayi Ngempeng dan Cara Mengatasinya

(AN/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.