Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Sex & Relationship | Jun 4, 2018

4 Hal yang Sering Dialami Oleh Ibu yang Menikah Muda di Zaman Now

Bagikan


4 Hal yang Sering Dialami Oleh Ibu yang Menikah Muda di Zaman Now

Moms, menikah muda adalah fenomena yang sekarang ini banyak kita temui. Dari trend di kalangan public figure maupun di kalangan teman-teman di lingkungan kita.

Menikah muda sebenarnya sudah menjadi pilihan sejak zaman dulu, di mana menikah muda semakin dianggap baik sedangkan yang sudah berusia ‘cukup’ dewasa dianggap sebagai perawan tua.

Baca Juga : Cara Ampuh Menjaga Cinta dalam Pernikahan

Bagaimana pun pilihan menikah muda diambil berdasarkan faktor-faktor tertentu yang bisa saja berbeda masing-masing orang. Persiapan yang dilakukan pun berbeda-beda. Tapi, moms ada banyak hal yang terjadi pada ibu yang menikah muda, lo. Apa saja itu? 

Mental

Hal yang paling penting dalam sebuah pernikahan adalah kesiapan mental, Moms.

Zaman dulu, adanya perjodohan di usia muda dan pernikahan di usia yang masih belia bisa dibilang merupakan salah satu hal yang lumrah ditemui. Tidak sedikit anak perempuan usia 14-20 tahun yang sudah dijodohkan dan dinikahkan.

Baca Juga : 6 Seleb Hollywood yang Menikah Muda

Tapi, apa Moms pernah sesekali memikirkan kesiapan mental si mempelai perempuan? Salah-salah malah bisa jadi depresi, selalu diliputi rasa cemas dan bisa trauma juga.

Hal itu pun masih relevan di zaman sekarang Moms. Meyakinkan dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya bisa jadi solusi untuk mempersiapkan mental Moms.

Baca Juga : Rahasia Pernikahan Sukses? Saling Menghormati

Premarital Counseling

Wah apa itu prematerial counseling? Itu nama keren dari konseling yang khusus menangani masalah-masalah pra-nikah Moms. Konseling ini cukup penting karena bisa membantu untuk mengembangkan hubungan sebelum menikah, hal itu akan berdampak besar pada hubungan setelah menikah.

Selain itu konseling pra-nikah juga sangat membantu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada dan mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin muncul. Jangan menyepelekan konseling pra-nikah, ya, Moms!

Baca Juga : Intip Kehidupan Rumah Tangga Anda Berdasarkan Zodiak Pernikahan

Materi

Materi pastinya jadi hal yang paling penting, ya kan Moms? Menikah di usia muda berarti belum cukup banyak kesempatan untuk menabung atau sekadar mencukupkan kebutuhan material. Eits, tapi bukan berarti semua orang seperti itu, ya, Moms. Ada kok yang sudah mampu membeli rumah sendiri di usia muda.

Materi yang harus disiapkan untuk menikah muda tak hanya sekadar biaya untuk resepsi pernikahan saja, tapi juga pemenuhan kebutuhan pokok setelah nikah. Sandang, pangan, papan pastinya harus terpenuhi, kan, Moms?

Apabila sudah memiliki penghasilan tetap pastinya akan lebih baik. Syukur-syukur sudah bisa mencicil rumah sendiri. Yang penting, kebutuhan pokok harus terpenuhi, ya, Moms.

Baca Juga : 9 Tradisi Pernikahan Berbagai Negara yang Aneh dan 'Menyebalkan'

Adaptasi

Proses adaptasi juga sangat dibutuhkan Moms. Kaget dengan lingkungan dan kehidupan setelah menikah wajar saja bisa terjadi, maka dari itu proses adaptasi sangat dibutuhkan.

Seperti namanya, adaptasi memerlukan proses Moms, jadi wajar saja kalau butuh waktu dan kesabaran. Biasanya, tahun-tahun pertama pernikahan adalah masa proses adaptasi berlangsung. Maka jangan heran kalau masih banyak menemukan kecanggungan, ya, Moms. Itu wajar kok!

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.