26 Januari 2018

4 Penyebab Balita Suka Berteriak dan Cara Mengatasinya

Segera hentikan kebiasan buruk ini, Moms!

Di usia 17 bulan, balita biasanya sudah mulai merasakan otot suara yang ada di tenggorokannya. Dia kemudian akan mulai bereksperimen dan menggunakan otot suara ini, yang salah satunya dengan cara berteriak. Nah, apakah balita kesayangan Moms sudah memasuki tahap balita suka berteriak?

Sebenarnya, ada banyak sekali penyebab anak suka berteriak. Ada yang karena ingin meluapkan emosinya, atau hanya ingin menguji kemampuan seberapa keras dia dapat berteriak. Tapi kalau dia melakukannya terus menerus tanpa henti, sebaiknya kenali penyebabnya dan segera diatasi dengan cara-cara berikut ini ya Moms:

1. Meminta Perhatian

4 penyebab balita suka berteriak dan cara mengatasinya 1
Foto: 4 penyebab balita suka berteriak dan cara mengatasinya 1
pinterest.com

Salah satu alasan utama balita berteriak dengan keras adalah untuk meminta perhatian dari orang tuanya. Mereka ingin dilihat, disayang, dan merasakan kasih sayang orang tuanya. Jika tidak diberikan, siap-siap saja kuping Moms bergetar akibat teriakannya.

Untuk mengatasi balita yang berteriak karena meminta perhatian, berteriak balik padanya bukanlah cara yang tepat. Sebaliknya, coba bicara dengan suara yang rendah dan lembut agar dia mengerti bahwa bukan begitu caranya meminta perhatian.

2. Menginginkan Sesuatu

4 penyebab balita suka berteriak dan cara mengatasinya 2
Foto: 4 penyebab balita suka berteriak dan cara mengatasinya 2
pinterest.com

Pernahkah Moms melihat anak yang berteriak tantrum di pusat perbelanjaan? Kemungkinan besar anak tersebut berteriak karena dia menginginkan sesuatu, namun orang tuanya tidak memberikannya.

Jika Si Kecil berteriak karena menginginkan sesuatu, jangan langsung berikan barang yang dia mau hanya untuk menenangkannya. Jika Moms melakukannya, hal tersebut bisa jadi kebiasaan buruk.

Jelaskan padanya bahwa berteriak tidak akan membuatnya mendapatkan barang yang dia inginkan. Tegaskan kalau semakin kencang dia berteriak, semakin kecil peluangnya untuk mendapatkan barang tersebut. Dengan begitu dia akan sadar bahwa meminta sesuatu tidak boleh dengan berteriak, tapi ada tata cara yang baik dan benar.

3. Cemburu

4 penyebab balita suka berteriak dan cara mengatasinya 3
Foto: 4 penyebab balita suka berteriak dan cara mengatasinya 3
parents.com

Mungkin Moms tidak sadar, tapi seringkali balita berteriak karena cemburu dengan sikap Moms terhadap orang lain. Contohnya, jika Moms berbicara dengan anak tetangga terlalu lama, Si Kecil bisa cemburu dan berteriak untuk mendapatkan perhatian Moms.

Terlihat lucu dan manis memang, tapi jika dia berteriak setiap kali Moms bersosialisasi pastinya repot juga ya. Makanya, coba atasi dengan berbicara empat mata dengan Si Kecil dan tanyakan alasan kenapa dia berteriak.

Setelahnya barulah berikan pemahaman kalau berteriak akan mengganggu orang lain dan memintanya untuk tidak melakukannya lagi.

4. Merasa Punya Kekuatan

4 penyebab balita suka berteriak dan cara mengatasinya 4
Foto: 4 penyebab balita suka berteriak dan cara mengatasinya 4
babycenter.com

Saat balita berumur 3-5 tahun, dia akan mulai merasa mempunyai kekuatan untuk menyuruh orang lain melakukan apa yang dia mau. Jika tidak dituruti, dia akan berteriak kencang, dan bersikap seolah-olah semua orang harus menurutinya.

Meskipun hal tersebut normal dan umum dilakukan oleh balita, tetap saja harus segera diatasi dan tidak boleh dibiarkan. Untuk melakukannya, Moms sebaiknya ‘berubah’ menjadi ibu yang tegas jika dia merasa jadi jagoan dan berteriak.

Berikan penjelasan dengan lugas dan tegas bahwa berteriak adalah kebiasan buruk, dan berikan hukuman jika dirasa dia sudah melewati batas.

Pada intinya, Moms harus segera bersikap dan bertindak saat Si Kecil mulai memiliki kebiasaan berteriak. Namun ingat, tetap berikan pemahaman dan penjelasan dengan suara lembut tetapi tegas. Apa Moms pernah mencoba cara lain untuk membuat balita berhenti berteriak?

(WA)

Sumber : whattoexpect.com, babycenter.com

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.