13 September 2019

5 Alasan Ada Ibu Hamil Yang Tidak Mengalami Morning Sickness

Tidak morning sickness? Memangnya wajar?

Moms tentu merasa sangat khawatir karena tidak merasakan gejala hamil seperti mual muntah yang dialami ibu hamil lainnya, bahkan setelah melewati masa trimester pertama.

Sesungguhnya banyak wanita menjalani seluruh kehamilan mereka tanpa menderita morning sickness. Faktanya, 2 dari 10 wanita tidak akan memiliki gejala morning sickness. Lalu, mengapa beberapa wanita menderita morning sickness sementara yang lain tidak?

Sebelum membahas mengenai hal ini, sebaiknya Moms mengetahui terlebih dahulu apakah sebenarnya gejala hamil yang disebut morning sickness.

Baca Juga : Mual Muntah Tapi Tidak Hamil, Kenapa?

Apakah Morning Sickness?

Istilah medis untuk morning sickness adalah “mual dan muntah pada kehamilan.” Sampai tiga perempat ibu hamil setidaknya mengalami mual atau muntah pada trimester pertama, dan sekitar setengahnya hanya muntah.

Mual biasanya dimulai sekitar trimester pertama atau sekitar 6 minggu kehamilan, tetapi bisa dimulai sejak 4 minggu. Gejala hamil ini bisa saja cenderung memburuk selama bulan depan atau bahkan hampir sebelum persalinan.

Apakah Penyebab Morning Sickness?

Human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini meningkat dengan cepat pada awal kehamilan. Mual cenderung memuncak bersamaan dengan meningkatnya kadar hCG.

Estrogen. Hormon lain yang meningkat dengan cepat pada awal kehamilan, estrogen juga merupakan kemungkinan penyebabnya.

Meningkatnya indra penciuman dan sensitivitas terhadap bau. Bukan hal aneh bagi wanita yang baru hamil muda merasa sensitif terhadap bau-bauan tertentu.

Perut sensitif. Ssaluran pencernaan beberapa wanita lebih sensitif terhadap perubahan awal kehamilan.

Stres. Beberapa peneliti menyatakan bahwa beberapa wanita secara psikologis cenderung mengalami mual dan muntah selama kehamilan sebagai respons abnormal terhadap stres.

Apakah Alasan Ibu Hamil Tidak Mengalami Morning Sickness?

Kadar hCG lebih rendah. Kadar hormon kehamilan yang lebih rendah menyebabkan Moms tidak mengalami morning sickness.

Kondisi tubuh lebih baik. Artinya tubuh bisa menoleransi berbagai perubahan saat kehamilan dengan lebih baik, khususnya dalam hal perubahan kadar hormon.

Mengelola stres. Beberapa peneliti menyatakan bahwa beberapa wanita yang mampu mengelola stres dengan lebih baik cenderung tidak mengalami morning sickness.

Mengatasi morning sickness. Beberapa ibu hamil mampu mengatasi gejala mual muntah yang dialaminya sehingga makin jarang atau bahkan akhirnya tidak mengalami morning sickness sama sekali.

Baca Juga : Mengenal Hiperemesis Gravidarum, Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil

Jika Ibu Hamil Tidak Mengalami Morning Sickness, Apakah Lebih Besar Kemungkinan Mengalami Keguguran?

Belum tentu. Dr. Ronna L. Chan seorang peneliti dari The University of North Carolina mengatakan bahwa wanita yang tidak mual sejak awal kehamilan tidak perlu merasa khawatir.

Tidak semua wanita hamil harus mengalami mual karena semua wanita selalu mengalami gejala kehamilan yang berbeda-beda.

Dalam penemuan tersebut Dr. Ronna justru membuktikan bahwa wanita yang mual parah selama kehamilan justru memiliki risiko tinggi mengalami keguguran.

Namun kondisi ini sama sekali tidak berhubungan antara mual dan kehamilan sehat.

Memang pada kasus tertentu, tidak mengalami morning sickness bisa berisiko terhadap kemungkinan keguguran, meskipun tidak selalu terjadi demikian.

Namun apabila Moms tetap merasa khawatir karena tidak mengalami morning sickness, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Apakah Moms tidak mengalami morning sickness selama hamil? Bagikan pengalaman Moms, ya.

(ROS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.