Kehamilan

Kehamilan menjadi proses yang mendebarkan sekaligus menyenangkan bagi para calon ibu, terlebih calon orang tua baru. Untuk itu, beragam informasi tentang kehamilan tentu dibutuhkan oleh tiap calon orang tua.

Pasalnya, kehamilan adalah proses yang panjang dan tak hanya mengubah tubuh wanita secara fisik tetapi juga mental. Oleh karenanya, proses ini perlu dipersiapkan dengan matang sejak sebelum memutuskan untuk hamil.

Program Hamil

Program hamil menjadi persiapan pertama yang perlu diperhatikan jika ingin merencanakan memiliki anak baik alami maupun bantuan medis seperti inseminasi buatan dan bayi tabung.

Pemilihan nutrisi saat hamil dan vitamin yang perlu dikonsumsi juga jadi hal penting karena tubuh perlu dipersiapkan minimal 3 bulan sebelum kehamilan.

Program hamil bisa dilakukan sejak sebelum menikah jika Moms dan Dads menginginkan untuk langsung memiliki buah hati.

Selain itu, program hamil juga kerap dilakukan pada orang-orang yang sulit hamil atau memiliki infertilitas. Infertilitas adalah masalah kesuburan yang bisa dialami pria maupun wanita.

Biasanya pasangan dikatakan mengalami infertilitas jika selama 1 tahun berhubungan rutin tetapi tak kunjung berhasil memiliki anak.

Untuk itu, banyak pasangan melakukan promil setelah 1 tahun mencoba dengan cara alami namun tak kunjung berhasil.

Sebelum melakukan promil, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan dari kedua belah pihak.

Dads biasanya dianjurkan untuk analisa sperma untuk mengecek kualitas dan kuantitas sperma yang dimiliki. Sementara Moms akan melakukan serangkaian pemeriksaan dasar seperti USG transvaginal, histerosalpingografi (HSG), hingga tes hormon.

Setelah ditemukan masalahnya, barulah dokter akan mengatur pengobatan dan merekomendasikan promil yang tepat.

Trimester 1

Di tiap trimester kehamilan, Moms akan mengalami beragam tantangan yang berbeda. Pada trimester 1 tubuh Moms akan mulai menunjukkan tanda-tanda hamil.

Tanda-tanda ini, di antaranya:

  • Telat haid
  • Mual dan/ muntah
  • Pusing/keliyengan
  • Mood tidak stabil
  • Nafsu makan meningkat

Di trimester 1, janin baru akan berkembang dan bertumbuh. Untuk itu, asupan nutrisi yang tepat bantu memaksimalkan tumbuh kembang janin, terutama organ-organ di dalam tubuhnya.

Meski terasa mual, Moms sebaiknya tetap makan makanan bergizi seimbang demi janin tumbuh sehat dan sempurna.

Trimester 2

Sementara di trimester 2, janin mulai berkembang sehingga kebutuhan nutrisi Moms pun perlu diperhatikan, termasuk pola tidur, dan olahraga.

Biasanya mual dan muntah mulai berkurang bahkan hilang di trimester ini. Untuk itu, Moms mulai bisa beraktvitas seperti biasa di trimester ini.

Trimester 3

Di trimester 3, Moms biasanya mulai mempersiapkan diri seputar kelahiran Si Kecil. Jangan lupa bekali diri dengan informasi seputar melahirkan pervaginam atau caesar.

Ingat Moms, semua jenis persalinan itu tepat karena akan direkomendasikan sesuai dengan kondisi ibu dan bayi.

Pascamelahirkan

Meski proses kehamilan telah selesai, Moms perlu memulihkan diri pascamelahirkan. Terlebih di fase ini Moms akan menyusui bayi.

Tak jauh berbeda dengan proses kehamilan, proses menyusui memiliki tantangannya tersendiri. Mulai dari produksi ASI yang sedikit, mastitis, mood ibu yang tidak stabil, hingga depresi postpartum sangat mungkin terjadi di fase ini.

Untuk itu, dampingan Dads dalam menyukseskan proses mengASIhi sangat dibutuhkan. Pasalnya ASI adalah makan terbaik bagi Si Kecil. Untuk itu ASI ekslusif selama 6 bulan bantu menunjang tumbuh kembang bayi agar optimal.

Yuk, temukan semua informasi tentang kehamilan yang Moms butuhkan di sini!

FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.