Kategori

Trimester 3

Trimester 3

Memasuki trimester 3 dalam kehamilan tentunya menjadi fase di mana Moms akan menghadapi hal-hal yang lebih menantang dan mulai mencari-cari artikel ibu hamil trimester 3 guna mendapatkan informasi untuk menjalani fase ini.

Di fase ini, Moms akan mengalami perubahan, seperti ukuran perut yang semakin membesar, beberapa perubahan fisik lainnya dan juga terkadang dapat memengaruhi emosi.

Ketika Moms telah mencapai minggu ke-27 kehamilan (7 bulan), hal tersebut berarti Moms telah memasuki trimester ketiga atau terakhir.

Selama trimester ketiga, tenaga kesehatan biasanya akan meminta Moms untuk datang dengan tujuan melakukan pemeriksaan sesering mungkin setiap dua minggu dimulai pada minggu ke-32 dan setiap minggu dimulai pada minggu ke-36.

Adapun pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan berat badan dan tekanan darah, serta mereka juga akan menanyakan tanda atau gejala-gejala apa saja yang dialami.

Trimester 3 akan berakhir ketika Moms telah melahirkan Si Kecil. Bayi dianggap telah cukup bulan jika lahir pada minggu ke-37 hingga 42 kehamilan.

Bayi yang lahir sebelum minggu ke-37 dianggap sebagai bayi prematur, kemudian jika bayi belum lahir pada minggu ke-42, maka proses persalinan dapat dipercepat dengan tindakan induksi.

Perubahan yang Terjadi pada Tubuh pada Trimester 3 Kehamilan

Saat kehamilan Moms berlanjut, gerakan bayi akan menjadi lebih jelas.

Sensasi menarik ini sering disertai dengan peningkatan rasa ketidaknyamanan dan tanda serta gejala lain, seperti:

1. Braxton Hicks

Saat berada di trimester ketiga, Moms akan merasakan kontraksi ringan dan tidak teratur, disertai rasa sesak di bagian perut yang disebut kontraksi Braxton Hicks.

Ini sering kali terjadi pada waktu sore atau malam hari, setelah aktivitas fisik atau setelah berhubungan seks.

Kontraksi ini juga cenderung terjadi lebih sering dan dapat menjadi lebih kuat saat Moms mendekati tanggal persalinan.

Segera hubungi tenaga kesehatan jika kontraksi menjadi lebih sering terjadi dan terus meningkat.

2. Nyeri Punggung

Hormon kehamilan mengendurkan jaringan ikat yang menahan tulang, terutama di daerah panggul.

Perubahan ini bisa menyulitkan para ibu hamil, dan sering kali menyebabkan ketidaknyamanan selama trimester ketiga kehamilan.

Untuk meminimalisirnya, saat sedang duduk, pilihlah kursi dengan penyangga punggung yang baik.

Selain itu, lakukan olahraga secara teratur, serta kenakan sepatu hak rendah.

Jika Moms mengalami rasa sakit yang terasa semakin parah atau terus-menerus, segera hubungi dokter.

3. Sesak Napas

Sesak napas sering terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga (minggu 27 hingga 40).

Hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan hormon progesteron yang menjadi pemicu sesak napas.

Hormon progesteron akan menstimulasi otak untuk mengirim pesan agar paru-paru mengambil lebih banyak udara.

Sehingga, ibu hamil sering merasa membutuhkan mengambil nafas panjang lebih sering.

Selain itu, pertambahan berat badan selama kehamilan juga dapat membuat Moms merasa sesak napas.

4. Heartburn

Adanya hormon kehamilan dapat mengendurkan katup antara perut dan kerongkongan.

Hal tersebut dapat menyebabkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan perut menjadi heartburn.

Heartburn adalah rasa sakit terbakar atau perasaan tidak nyaman di dada bagian atas dan tengah, yang dapat terasa memburuk ketika berbaring.

Untuk mencegah heartburn, dapat dilakukan dengan makan dalam porsi kecil namun sering.

Selain itu, hindari makanan yang digoreng, buah jeruk, cokelat, dan makanan pedas atau gorengan.

5. Timbulnya Spider Veins, Varises dan Wasir

Peningkatan sirkulasi darah dapat menyebabkan pembuluh darah kecil berwarna merah keunguan (spider veins) yang muncul di wajah, leher, dan lengan.

Kemerahan biasanya dapat memudar setelah melahirkan. Moms mungkin juga merasakan pembuluh darah bengkak (varises) yang terdapat di kaki.

Selain itu, wasir juga dapat terjadi di trimester ini. Untuk meredakan pembengkakan, sering-seringlah berolahraga, serta mengonsumsi banyak serat dalam makanan dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

6. Sering Buang Air Kecil

Semakin besarnya ukuran bayi, membuat Moms akan merasakan lebih banyak tekanan pada kandung kemih.

Hal inilah yang menjadikan Moms lebih sering buang air kecil.

Tekanan tersebut dapat menyebabkan Moms mengeluarkan air seni dengan mudah, terutama ketika tertawa, batuk, bersin, membungkuk atau mengangkat sesuatu.

7. Sakit Kepala

Adanya aroma makanan dan lainnya,, kurang tidur, stres, kepanasan, serta beberapa faktor lainnya dapat memicu sakit kepala atau migrain selama trimester ketiga.

Cobalah untuk tetap menjaga pola makan, olahraga, dan tidur yang teratur, dan berikan diri sendiri waktu tenang yang sangat dibutuhkan untuk menghilangkan stres selama kehamilan.

8. Morning Sickness

Morning sickness pada dasarnya cenderung akan mereda setelah trimester pertama, tetapi terdapat kemungkinan hal ini terjadi, terutama jika Moms akan melahirkan anak kembar atau lebih, sehingga hal tersebut membuat rasa mual dapat berlanjut sampai Moms melahirkan.

Perubahan pada Emosi

Mendekati hari kelahiran di trimester ketiga, realitas menjadi orang tua mungkin mulai terasa.

Moms mungkin akan merasa cemas, terutama jika ini adalah persalinan pertama..

Agar tetap tenang menjalaninya, tulislah segala pemikiran Moms dalam jurnal.

Menjelang Persalinan

Ketika Moms menantikan kelahiran Si Kecil, tentunya ada banyak hal yang harus direncanakan dan keputusan yang harus diambil.

Mulai dari rutin berkonsultasi, menentukan jenis persalinan, mempelajari kontraksi dan tahapan melahirkan, hingga mempersiapkan kebutuhan bayi.

Moms juga perlu meningkatkan dan menjaga kesehatan tubuh dalam menghadapi persalinan.

Selain dari dokter, ragam artikel ibu hamil trimester 3 menjadi salah satu sumber informasi yang dapat membantu Moms dalam mempersiapkan diri dan kebutuhan lainnya dalam menghadapi persalinan.

Untuk itu, yuk temukan informasi tentang kehamilan trimester ke-3 di sini!