Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | May 11, 2018

5 Kalimat yang Tidak Perlu Dikatakan Pada Wanita yang Sedang Mencoba Hamil

Bagikan


Saat telah menikah, pasangan suami istri akan kerap menerima pertanyaan tentang kapan kiranya akan memiliki momongan.

Pasangan suami istri memiliki waktunya masing-masing untuk memiliki momongan, ada yang ingin segera punya anak, ada juga yang ingin menunda terlebih dahulu.

Bagi mereka yang ingin cepat-cepat punya anak namun belum berkesempatan memiliki, pertanyaan kapan punya momongan tentu akan menyakitkan hati.

Agar tidak menyakiti perasaan pasangan yang sedang berusaha memiliki anak, ini 5 kalimat yang tidak perlu dikatakan pada wanita yang sedang mencoba hamil.

"Santai saja" atau "Berhentilah berusaha keras"

Berhentilah meminta orang yang sedang berusaha untuk berhenti berusaha keras, cukup berikan dukungan dan jangan pernah memintanya untuk berhenti. Yakinkan mereka bahwa segala upaya yang keras tak akan mengkhianati hasil.

Dukungan dari orang-orang sekitar pasti akan memberikan energi positif bagi wanita yang sedang program hamil, sehingga ia menjalani proses ini secara optimis.

"Kenapa tidak adopsi saja?"

Proses adopsi bisa panjang, sulit, dan menguras emosi serta finansial. Proses adopsi tidaklah mudah, karena dibutuhkan kondisi emosi dan mental yang kuat.

Banyak orang tidak menyadari keputusan untuk mengadopsi harus benar-benar kuat dan disetujui oleh suami serta istri.

Baca juga: 5 Cara Mengatasi Stres Saat Menjalani Program Hamil

"Kamu sudah berdoa belum?"

Sebaiknya jangan pernah mencampuri urusan seseorang dengan Tuhannya. Lebih baik bantu mendoakan ketimbang harus mempertanyakan apakah mereka sudah berdoa atau belum.

"Siapa yang salah, kamu atau suami?"

Kesuksesan program hamil tidak hanya terletak pada kesuburan si istri, namun juga pada suami. Meski begitu, jangan pernah mencari kesalahan atas siapa yang kesuburannya kurang.

Bukanlah perkara mudah menerima kondisi saat kita atau pasangan dinyatakan tidak subur. Pertanyaan seperti itu hanya akan menyakiti perasaan mereka dan bisa jadi turut melukai hubungan pasangan tersebut.

Baca juga: Hati-hati, 6 Obat Ini Bisa Mengganggu Kesuburan Suami Istri

"Setidaknya kamu tidak memiliki bayi yang sakit"

Kata-kata ini terdengar begitu jahat. Orang tua yang baik akan selalu mampu menerima anak mereka apapun kondisinya.

Meskipun harus berusaha keras dan mendapatkan anak yang tak sempurna, setiap orang tua akan senantiasa menerima dan mencintainya.

Berhentilah berkata sesuka hati meskipun itu kepada saudara atau kerabat dekat sekalipun, Moms tak akan pernah bisa menyamakan isi pembicaraan sehari-hari Moms dengan mereka dengan urusan kehamilan.

Urusan kehamilan begitu sensitif, sehingga jika Moms menemukan kasus seperti ini terjadi pada orang disekitar Moms lebih baik memberi dukungan atau sama sekali tak berkomentar.

Lebih baik mengatakan "Saya tahu itu pasti menyakitkan, kamu hebat dan kuat sekali” dan "Kamu sangat pantas menjadi seorang ibu. Saya akan bantu mendoakan kamu.”

Hal tersebut akan jauh lebih indah terdengar ketimbang harus mengeluarkan kata-kata yang malah mematahkan semangatnya.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.