Program Hamil

21 September 2021

Cara Kerja dan Manfaat Terapi Hormonal untuk Promil

Tingkat kesuksesan terapi hormon bervariasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Setiap pasangan tentu mendambakan kehadiran anak untuk melengkapi keluarganya. Sayangnya, tidak semua pasangan dapat memiliki anak dengan mudah. Terapi hormonal menjadi salah satu pilihan untuk mengatasinya.

Ada beberapa orang yang mengalami masalah infertilitas dan sulit untuk hamil.

Untungnya, dengan kemajuan ilmu medis saat ini, banyak metode pengobatan yang dapat dicoba, seperti inseminasi buatan dan bayi tabung.

Selain dua metode tersebut, pasangan yang kurang subur juga dapat mencoba hamil secara alami dengan terapi hormonal.

Yuk, ketahui serba-serbi, cara kerja, dan manfaat metode untuk program hamil ini!

Apa itu Terapi Hormonal?

terapi-hormonal-apa-itu.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Salah satu penyebab tidak subur adalah hormon yang tidak seimbang. Hormon yang tidak seimbang bisa terjadi pada wanita atau pria.

Mengutip Mayo Clinic, kondisi ini dapat menghambat terjadinya kehamilan, misalnya sel telur yang tidak matang atau kondisi lainnya.

Salah satu pengobatan yang bisa diambil yakni terapi hormonal. Ini lebih banyak dilakukan pada wanita dibandingkan pria.

"Terapi hormonal adalah pengobatan untuk menyeimbangkan hormon dengan menggunakan obat steroid hormon sebagai terapi," terang Dr. dr. Muharam Natadisastra, Sp.OG-KFER, Dokter Spesialis Kebidanan, Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre.

Tujuannya adalah mematangkan sel telur dan memicu terjadinya ovulasi. Dengan hormon yang seimbang, diharapkan suami istri dapat hamil secara alami.

Obat hormon ini contohnya estrogen, progestin, dan androgen. Fungsi terapi ini dapat menambah, menekankan, dan mengganti hormon dalam tubuh.

Tingkat kesuksesan terapi hormonal bervariasi, tergantung dari beberapa faktor seperti usia ibu dan level masalah hormon yang dihadapi.

Angkanya sendiri berkisar pada 10 – 20%. Pada beberapa kasus, terapi ini dapat dilakukan selama beberapa bulan.

Baca Juga : 12 Tes Kesehatan yang Harus Dilakukan Sebelum Merencanakan Kehamilan

Gejala Hormon yang Tidak Seimbang

terapi-hormonal-manfaat.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Seimbang atau tidaknya hormon memang tidak dapat dilihat, Moms. Namun, kelainan hormon memiliki gejala yang dapat dirasakan, kok.

Walaupun akan dibutuhkan tes lebih lanjut untuk mengetahui apa kelainan hormon yang Moms alami.

Berikut beberapa gejalanya:

Mengalami kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis juga salah satu gejala yang kerap dialami.

Cara Kerja Terapi Hormonal

Cara Kerja Terapi Hormonal

Foto: Orami Photo Stocks

Bagaimana cara kerja terapi hormonal ini untuk pasangan suami istri yang ingin promil? Berikut tahapannya:

1. Memantau Siklus Haid

Sebelum memulai terapi hormon, dokter akan memeriksa dulu siklus haid untuk melihat apakah ada ketidakseimbangan hormon.

Selain itu, dokter juga memeriksa perkembangan sel telur lewat USG.

Pemeriksaan ini akan menentukan apakah terapi hormonal dibutuhkan atau tidak, serta terapi hormon jenis apa yang dibutuhkan.

2. Proses Terapi

Tahapan kedua adalah proses terapi yang biasanya dilakukan pada hari 3 hingga hari 5 menstruasi.

"Cara kerjanya sesuai dengan karakter hormon dan reseptor tempat hormon tersebut bekerja," tambah Dr. Muharam.

Hormon akan dimasukkan dalam tubuh lewat oral atau injeksi. Setelah diberi petunjuk, Moms dapat melakukan injeksi ini sendiri.

3. Observasi

Cara kerja terakhir adalah proses pemeriksaan oleh dokter di hari ke-8 haid.

Dokter akan melihat apakah telur berhasil matang atau memerlukan hormon tambahan.

Dokter kemudian akan merekomendasikan hari yang tepat untuk berhubungan intim.

Terapi hormon digunakan untuk mengatasi gejala-gejala ketidakseimbangan hormon menjelang menopause atau penggunaan progestin untuk mencegah keguguran.

Baca Juga: 13 Manfaat Habbatussauda untuk Tubuh, Bisa untuk Promil!

Manfaat Terapi Hormonal

Apa sajakah manfaat yang bisa dirasakan untuk melakukan terapi hormonal? Berikut beberapa keuntungannya:

1. Mengatasi Ketidakseimbangan Hormon

Manfaat dan cara kerja terapi hormonal

Foto: Orami Photo Stocks

Terapi hormonal cocok untuk dilakukan pada wanita yang memiliki masalah-masalah hormon, seperti tidak ada ovulasi atau telur tidak matang.

Penyebabnya adalah hormon androgen dan hormon estrogen yang tidak seimbang.

Wanita yang mengalami ini biasanya memproduksi sel telur dengan ukuran 6-8 mm (ukuran kecil), sementara ukuran telur yang siap dibuahi adalah 18-24 mm.

Pada kasus ini, berarti tidak terjadi ovulasi atau kehamilan.

2. Mematangkan Sel Telur

Terapi hormon juga berguna untuk wanita yang mengalami Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Di mana terdapat kista-kista kecil dalam rahim yang menghambat sel telur untuk matang.

Dengan menjalani proses terapi hormonal, sel telur diharapkan dapat matang dan siap dibuahi.

Kelainan hormon lain adalah kurangnya hormon Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan/atau Luteinizing Hormone (LH).

FSH berfungsi untuk membantu mematangkan sel telur dan LH berfungsi untuk melepaskan sel telur dari indung menuju ke saluran rahim.

Kasus ini cukup jarang dibandingkan kasus sebelumnya.

Baca Juga: Mengenal Induksi Ovulasi, Alternatif Program Hamil Selain Bayi Tabung

3. Meningkatkan Kesuburan

terapi hormal manfaatnya dapat meningkatkan kesuburan

Foto: Orami Photo Stocks

Manfaat lain dari terapi hormonal yakni meningkatkan kesuburan pada wanta.

Tingginya hormon prolaktin salah satu yang memengaruhi kesuburan, Moms.

Prolaktin adalah hormon yang seharusnya muncul saat hamil untuk mencegah terjadinya ovulasi dan memproduksi ASI.

Hormon lain yang berhubungan dengan kesuburan adalah hormon tiroid. Kemungkinan hamil akan meningkat jika kadar tiroid dalam tubuh normal.

4. Menjaga Kesehatan Vagina

Estrogen seimbang dalam tubuh dapat membantu menjaga kesehatan vagina.

Ketika kadar estrogen menurun, Moms mungkin akan mengalami perubahan pada jaringan, lapisan, dan keseimbangan pH vagina.

Itu dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan vagina, termasuk:

  • Vagina kering
  • Atrofi vulva, suatu kondisi yang menyebabkan kekeringan, nyeri, dan kadar urine tidak normal
  • Vaginitis atrofi atau peradangan jaringan vagina yang sering disebabkan oleh iritasi

Dengan terapi hormonal, mungkin dapat membantu mengobati kondisi tersebut, lho.

5. Mengurangi Risiko Pengeroposan Tulang

5 Olahraga untuk Memperkuat Tulang dan Menghindari Keropos 01.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Manfaat dari hormon yang seimbang dapat berpengaruh pada kesehatan tulang, lho.

Melansir Cleveland Clinic, estrogen dapat membantu mengurangi pengeroposan tulang setelah menopause.

Bahkan dalam beberapa kasus, terapi hormonal juga dipakai untuk mengobati keropos tulang, atau osteoporosis.

Terapi ini dapat membantu mengurangi risiko kondisi kesehatan tertentu, termasuk penyakit jantung, stroke, demensia, dan perubahan mood.

Baca Juga: Ingin Melakukan Promil yang Terbukti Berhasil? Simak Tipsnya Ini Moms!

6. Meredakan Gejala Menopause

Tak hanya itu, manfaat dari terapi hormonal yakni bisa dirasakan bagi Moms yang berusia 40 tahun ke, atas.

Terapi hormonal juga biasa dipakai untuk untuk meredakan gejala menopause termasuk:

  • Hot flashes
  • Kekeringan vagina yang dapat menyebabkan hubungan seksual terasa nyeri
  • Gejala menopause bermasalah lainnya, seperti berkeringat di malam hari
  • Kulit kering dan gatal

Penggunaan terapi hormonal tentu harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi.

Mengingat efek samping yang dapat terjadi apabila tidak terkendali dengan baik.

Nah bagaimana, tertarik untuk mencoba terapi hormonal, Moms?

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menopause/in-depth/hormone-therapy/art-20046372
  • https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/15245-hormone-therapy-for-menopause-symptoms
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait