13 Mei 2018

Apa Bedanya Usia Kehamilan dan Usia Janin?

Berapa minggu ya perbedaan usia yang normal?

Pernahkah menjalani USG atau ultrasnografi selama hamil, Mom dibuat bingung dengan perbedaan usia kehamilan dengan usia janin?  Ternyata hal tersebut terbilang normal lantaran usia kandungan memang berbeda dengan usia janin. Apa perbedaannya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Usia Kehamilan

Usia kehamilan banyak digunakan oleh dokter dan dihitung dari siklus menstruasi. Perawat atau dokter biasanya akan menanyakan hari pertama dari menstruasi terakhir, kemudian menghitung usia kandungan dari tanggal tersebut.

Metode ini banyak digunakan dokter karena menunjukkan akurasi waktu awal kehamilan. Dari usia kandungan ini juga dokter akan menghitung kapan mencapai usia 40 minggu. 

Usia Janin

Sedangkan usia janin biasanya terlihat pada saat USG dan ditentukan berdasar ukuran tubuh janin, seperti ukuran kepalanya, ukuran lengan, dan bagian tubuh lainnya.

Baca Juga : Tahapan Kehamilan Minggu 1-40

Beda Usia Kehamilan dan Usia Janin yang Normal?

Jika perbedaan antara usia kehamilan dan usia janin adalah 2 minggu atau kurang, hal tersebut masih normal. Misalnya, usia kandungan adalah 20 minggu dan usia janin pada layar USG adalah 19 minggu, Mom tidak perlu khawatir.

Bukan hanya perbedaan usia kandungan dan usia janin, usia janin juga bisa berbeda tergantung pada bagian tubuh mana yang diukur.

Janin mungkin berusia 21 minggu jika diukur kakinya, tapi usianya berubah menjadi 20 minggu ketika yang diukur adalah kepalanya. Hal ini juga normal, Moms. Karena tiap janin tumbuh berbeda-beda.

Baca Juga : Salut! Cerita Keberanian 5 Seleb Indonesia yang Melahirkan di Atas Usia 35 Tahun

Jika jarak usia kehamilan dan usia janin berbeda lebih dari dua minggu, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab perbedaan yang terlalu jauh tersebut. Alasan dari perbedaan tersebut akan berbeda-beda tergantung dari trimester kehamilan.

Berikut penjelasannya:

Trimester 1

Perbedaan usia kehamilan dan janin pada trimester pertama dapat menandakan 2 hal. Bagi Moms yang memiliki siklus tidak teratur, perbedaan ini bisa menunjukkan bahwa usia kandungan Mom tidak akurat.

Pada kondisi ini dokter akan menjadikan ukuran janin sebagai dasar untuk menentukan HPL (Hari Perkiraan Lahir). 

Perbedaan usia yang cukup besar pada trimester 1 ini juga bisa menjadi tanda blighted ovum (BO) atau keguguran. BO akan dikonfirmasi lagi dengan mendeteksi apakah ada atau tidak detak jantung janin.

Baca Juga : Berapa Usia yang Tepat untuk Hamil dan Melahirkan?

Trimester 2

Perbedaan usia kehamilan dan usia janin lebih dari dua minggu pada trimester 2 bisa berarti bahwa asupan makanan tidak sesuai atau aliran darah menuju ke tali pusar tidak lancar.

Dokter akan menyarankan untuk melakukan USG ulang untuk melihat ukuran janin. Jika janin lebih kecil atau muda dari usia kandungan, ada kemungkinan aliran darah tidak lancar. Mom membutuhkan doppler scan untuk mengetahui lebih jelas tentang aliran darah dalam tali pusar.

Tapi, jika janin lebih besar atau lebih tua dari usia kandungan, itu adalah salah satu tanda diabetes gestasional atau diabetes yang hanya terjadi pada ibu hamil. Mom akan membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk diet, untuk mengontrol besar janin. Diabetes ini biasanya hilang setelah melahirkan.

Baca Juga : Tebak Jenis Kelamin Janin Lewat Tanda Kehamilan

Trimester 3

Pada tahapan ini, dokter akan lebih sulit mengukur usia janin karena ukurannya yang makin besar. Dokter akan mengukur panjang paha untuk mengukur janin dan lingkat perut untuk mengukur beratnya. Jika janin dirasa terlalu besar atau terlalu kecil, dokter mungkin menyarankan persalinan lebih awal.

(HIL)

Sumber: babycenter.in, decodedpregnancy.com

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.