Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
11 April 2019

5 Tips Merawat Pernikahan Jika Suami Workaholic

Sisihkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama


Apakah pasangan Moms menghabiskan sebagina besar waktunya untuk bekerja? Apakah ia begitu sibuk hingga tak punya banyak waktu untuk keluarga?

Apakah meskipun tengah bersama Moms, hanya raganya yang hadir sementara pikirannya ke pekerjaan?

Jika jawabannya “ya”, kemungkinan pasangan anada merupakan workaholic. Jangan khawatir, bukan Moms saja di dunia ini yang mengeluhkan hal tersebut.

Seorang executive coach di Silicon Valley, Katharine Agostino menuturkan, banyak kliennya yang mengalami masalah serupa.

Baca Juga : Suami Bekerja di Luar Kota, Begini Cara Agar Tetap Romantis

Di dunia pekerjaan yang penuh dengan start-up teknologi, memiliki hidup yang seimbang antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi memang tak semudah membalikkan telapak tangan.

Agostino dan beberapa ahlinya memberikan tips untuk Moms yang berpasangan dengan workaholic supaya hubungan Moms tetap terawat dan berkualitas, dikutip dari huffpost.com.

1. Utamakan Kualitas Ketimbang Kuantitas

Tidak perlu bersedih jika pasangan Moms jarang punya waktu untuk bersama-sama. Misalnya, tidak setiap malam Moms bisa mengobrol denganya tanpa gangguan.

Namun Moms dan suami bisa mengalokasikan sedikit waktu untuk benar-benar fokus pada keluarga.

Misalnya, kata Agostino, ada kliennya yang mengalokasikan satu hari untuk berolahrga dengan pasangan dan anak dan memastikan suami tidak menyentuh dulu pekerjaannya.

2. Sadari Keuntungan Memiliki Pasangan yang Mencintai Pekerjaannya

Naz Behesti, seorang executive wellness coach and consultant menuturkan, Moms harus menghilangkan pikiran-pikiran negatif tentang pasangan.

Justru harusnya Moms fokus pada sisi positif yang dimiliki pasangan Moms. Misalnya, ia bahagia dan karirnya bagus. Tentu saja itu juga merupakan keuntungan buat Moms.

Jika Moms melarangnya untuk melakukan hal yang ia suka, sama saja seperti melarang anak kecil yang sedang asyik bermain.

Baca Juga : Lakukan Ini Jika Suami Berkonflik dengan Orangtuanya

3. Sediakan Waktu Beberapa Jam Untuk Menjauh dari Ponsel

Penting untuk benar-benar berkomitmen menjauhkan diri dari pekerjaan dengan menjauhkan ponsel, setidaknya beberapa jam, 2-3 hari dalam sepekan, terutama sebelum tidur.

Moms dan pasangan akan fokus pada satu sama lain ketimbang pada ponsel dan pekerjaan. Demikian tips dari Elisabeth LaMotte, seorang terapis dan pendiri DC Counseling and Psychotherapy Center.

4. Perbaiki Cara Komunikasi

Agustino menyarakankan untuk mencoba untuk saling terbuka satu sama lain ketika membicarakan suatu masalah.

Berbicaralah dengan kepala dingin dan jauh-jauh dari kalimat menghakimi, menyalahkan, juga mengkritik.

Mengobrollah seperti dua insan yang sedang jatuh cinta, jangan terlalu serius terseret dalam masalah. Cara komunikasi yang demikian akan membuat satu sama lain nyaman.

5. Rencanakan Aktivitas Bersama Pasangan

Mungkin akan sulit jika Moms harus menunggu-nunggu waktu kosong pasangan agar kalian bisa berlibur. Satu-satunya cara adalah merencanakannya. Minta ia mengosongkan hari untuk keluarga dan Moms bisa bertamasya dengannya.

Behesti mengatakan, memintanya mengosongkan jadwal untuk menghabiskan waktu bersama keluarga jauh lebih baik dari pada melarangnya bekerja.

Bertamasya bisa mendekatkan Moms dan pasangan juga anak-anak serta menjernihkan pikiran. 

Dengan demikian, Anda berdua bisa tetap produktif dan kehidupan personal pasangan juga lebih bahagia.

(MAG/CAR)

Artikel Terkait