26 Agustus 2019

6 Panduan Perawatan Spa untuk Ibu Hamil

Hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat spa untuk ibu hamil

Tidak ada yang lebih membutuhkan perawatan spa daripada ibu hamil.

Keinginan untuk pergi ke tempat spa kian kuat apabila Moms merasakan kaki bengkak, pegal-pegal, kulit gatal, bahkan rambut rontok.

Bolehkan ibu hamil pergi ke spa? Tentu saja! Tetapi Moms harus tahu kapan waktu yang tepat untuk perawatan di tempat spa, dan apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan.

Dikutip dari thebump.com, Sara Twogood, MD, seorang ob-gyn di University of Southern California mengatakan, pergi ke spa bisa menjadi cara yang baik untuk menghilangkan stres dan mengurangi beberapa ketidaknyamanan normal kehamilan.

’’Namun, beberapa tindakan pencegahan harus diambil,’’ ujarnya.

Nah, berikut pedoman perawatan spa yang boleh dan boleh dilakukan ibu hamil dilansir dari situs yang sama.

Baca Juga : Sistem Pernapasan pada Ibu Hamil Berubah, Ketahui Perawatan Gigi yang Tepat

1. Sauna: Tidak Boleh

01 sauna sumber kompas.jpg
Foto: 01 sauna sumber kompas.jpg

Foto: kompas.com

Menjauhlah dari sauna saat hamil! Hal yang sama berlaku untuk perawatan panas lainnya. Seperti hot tubs, ruang mandi uap dan body wrap.

Menikmati sauna selama kehamilan atau perawatan panas lainnya dapat meningkatkan suhu tubuh Moms.

"Hal ini berefek buruk pada bayi, karena berisiko mengalami cacat otak dan sumsum tulang belakang,’’ kata Samika Traboulay, seorang pengawas spa di Ritz-Carlton, Sarasota dan American Hotel and Lodging Supervisor spa bersertifikat ISPA.

2. Luluran: Boleh

02 luluran - sumber okezone.jpg
Foto: 02 luluran - sumber okezone.jpg

Foto: okezone.com

Body scrub atau luluran bagus untuk merangsang sirkulasi di seluruh tubuh Moms.

Ketika sirkulasi meningkat, darah memompa melalui seluruh tubuh membawa serta oksigen dan nutrisi penting.

"Saat hamil, menjaga aliran oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh adalah kunci untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan,’’ kata Traboulay.

Namun perlu diingat, saat hamil kulit akan cenderung sensitif.

Maka pilihlah bahan lulur atau scrub yang lembut dan menghidrasi. Seperti yang berbahan dasar gula daripada garam. Dan pastikan minyak pijat yang digunakan pada kulit, bebas dari aroma wewangian.

Stimulasi lembut dari luluran akan memicu lebih banyak produksi kolagen dan elastin pada kulit Moms, yang dapat membantu menangkal tanda peregangan.

3. Pijat: Tergantung

03 pijat - sumber jacol.jpg
Foto: 03 pijat - sumber jacol.jpg

Apabila Moms baru masuk trimester awal, sebaiknya tunda keinginan untuk dipijat.

’’Yang dikhawatirkan adalah tangan terapis yang kurang terlatih, sehingga bisa menyebabkan stres pada tubuh dan membahayakan bayi,’’ kata Dendy Engelman, MD, seorang dokter kulit dengan Bedah Dermatologi dan Kosmetik Manhattan.

Namun jika Moms berada di trimester kedua atau ketiga, dipijat saat hamil boleh-boleh saja, asalkan Moms mengikuti beberapa panduan.

Pilihlah perawatan pijat khusus untuk ibu hamil. Dan seperti halnya luluran, minyak pijat harus bebas dari wewanginan.

Terakhir tetapi tidak kalah pentingnya: Pijat hamil bisa membantu meringankan kaki bengkak, sakit punggung, sakit kepala, meningkatkan pencernaan, bahkan menggugah suasana hati lho, Moms.

Baca Juga : 5 Keuntungan Rutin Baby Spa Bagi Perkembangan Bayi

4. Perawatan Wajah: Tergantung

04 facial - sumber lifestyleokezone.jpg
Foto: 04 facial - sumber lifestyleokezone.jpg

Foto: lifestyle.okezone.com

Saat hamil, Moms boleh melakukan perawatan wajah di spa. Namun, hindari perawatan keras seperti mikrodermabrasi dan beberapa jenis pengelupasan kimiawi.

Lulur pengelupasan wajah yang lembut, seperti biji aprikot atau manik-manik bambu yang dihancurkan, diikuti oleh masker pelembab adalah pilihan yang aman dan menenangkan.

5. Manikur dan Pedikur: Boleh

05 meni pedi - sumber mommysasia.jpg
Foto: 05 meni pedi - sumber mommysasia.jpg

Foto: mommyasia.id

Manikur dan pedikur saat hamil adalah cara yang aman dan menyenangkan untuk memanjakan diri selama kehamilan.

Cat kuku paling aman untuk manikur dan pedikur saat hamil adalah merek yang “bebas tiga” —berarti bebas dari kandungan dibutyl phthalate, toluene dan formaldehyde, yang merupakan bahan kimia beracun.

Baca Juga : Kenali Berbagai Macam Kontraksi Pada Ibu Hamil

6. Waxing: Boleh

06 waxing - sumber herllosehat.jpg
Foto: 06 waxing - sumber herllosehat.jpg

Foto: hellosehat.com

Saat masa kehamilan, sebagian Moms akan mengalami pertumbuhan rambut drastis pada tubuh. Waxing dan threading adalah solusi sementara yang aman selama kehamilan. Namun, teknik laser hair removal harus ditunda sampai Moms melahirkan.

Sehari sebelum waxing, disarankan Moms menyiapkan kulit dengan exfoliant dan pelembab yang lembut, yang membantu lilin mengelupas kulit dengan lebih mudah.

Kemudian setelah waxing, gunakan gel lidah buaya atau minyak kelapa murni, yang dapat meredakan kemerahan dan peradangan.

Itulah panduan untum ibu hamil yang ingin perawatan spa. Pastikan semua bahan yang dipakai aman ya, Moms.

(CT/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.