02 April 2018

6 Sosok Hebat Anak Penyandang Autisme di Indonesia

Meski sebagai penyandang autis dan tunanetra, Michael Anthony mampu menjadi pianist bertaraf internasional

Anak berkebutuhan khusus memang harus mendapatkan perhatian yang lebih dari orang tua dan lingkungan sekitar. Kondisi ini memang berat tak hanya bagi anak itu sendiri namun juga bagi orang-orang yang ada di sekitarnya.

Meski demikian, penyandang sindrom autis tak selamanya harus memasrahkan hidupnya untuk tak berprestasi. Simak saja sejumlah sosok anak penyandang autisme berikut, mereka ternyata mampu menunjukkan bahwa kekurangan adalah kelebihan yang harus ditunjukkan:

Thomas Andika

Salah satu putra Indonesia penyandang autisme yang mampu berprestasi ialah Thomas Andika. Ia mampu meraih kesuksesan lewat kerajinan origami. Berkat tekad yang begitu kuat, dalam hitungan jam saja Thomas mampu menghasilkan puluhan origami dengan tingkat kesulitan yang beragam.

Thomas mulai menyukai origami sejak berada di bangku TK dan mulai mempelajari origami secara otodidak. Dengan hobi origami yang dimiliki Thomas, ia tumbuh menjadi sosok yang lebih tenang dan kini bahkan ia mampu menjadi seorang tenaga pengajar kerajinan melipat kertas tersebut. Tak hanya itu, karyanya pun banyak terpajang pada sejumlah pameran besar.

Baca juga: Terlahir Tuli, Bayi Perempuan Ini Menangis Pilu Saat Pertama Kali Mendengar Suara Ibunya

Oscar Yura Dompas

Selain Thomas, adapula Oscar yang merupakan penyandang autis yang memiliki prestasi. Meski hidup sebagai seorang penyandang autisme, Oscar mampu menyelesaikan kuliah S-1 di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Tak hanya itu, Oscar bahkan berhasil meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) karena telah menjadi seorang sarjana dan juga menjadi seorang penulis buku “Autistic Journey dan The Life Of the Autistic Kid Who Never Give Up” yang juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berjudul menaklukkan autis. Luar biasa!

Kharisma Rizki Pradana

Berbeda dengan yang lain penyandang autisme yang satu ini, Kharisma Rizki Pradana pernah unjuk kebolehan di depan ratusan pengunjung salah satu mal di Semarang, Jawa Tengah, dengan menyanyikan 180 lagu selama tiga hari berturut-turut.

Meski terganggu perkembangannya dan tak bisa berinteraksi sosial, ia memiliki kemampuan melebihi anak normal. Berkat prestasinya tersebut Kharisma menerima penghargaan dari MURI.

Baca juga: Down Syndrome Tak Halangi Anak-anak Indonesia Ini Raih Prestasi Internasional

I’m Star Band

Sebuah grup band beranggota 4 anak muda penyandang autisme ini mampu menunjukkan bahwa anak austispun mampu bersosialisasi dengan baik. Tiga tahun sudah Arya, Abhysma, Ervitha dan Shinta menghibur pecinta musik tanah air, dan meraih penghargaan internasional.

Band I'm Star asal Jakarta ini pernah tampil di Anan Autistic Talent gala 2015 Hongkong. Bahkan mereka pun meraih penghargaan Most Touching Voice Award Group dan Excellent Performance terpilih dari 82 peserta lain asal Taiwan, Hongkong, India, Jepang, China dan Singapura. Sungguh sebuah prestasi yang patut dibanggakan!

Cindy Widhoretno

Tak hanya satu, Cindy Windhoretno bahkan terlahir sebagai anak autis dengan 7 kemampuan sekaligus. MURI menghitung setidaknya ada tujuh talenta yang dimiliki Cindy, yakni bermain drum, gitar, keyboard, melukis, menyanyi, menari, dan memasak, yang selama ini belum pernah dimiliki anak-anak autis lainnya.

Orang tua Cindy memang mendaftarkannya di sekolah umum dan sekolah khusus autis, agar kemampuan akademisnya tidak ketinggalan. Maka memang tak mengeherankan, ketika semua bakat tersebut diasah secara bersamaan, Cindy tumbuh dengan bakat luar biasa.

Baca juga: Penyebab Down Syndrome dan Cara Deteksi Dini Sejak dalam Kandungan

Michael Anthony

Tak hanya autis, Michael Anthony yang menyandang tuna netra ini memiliki prestasi gemilang. Michael merupakan seorang pianis bertaraf internasional, bahkann dalam konser resital piano tunggal di Ruang Resital Erasmus Huis Jakarta.

Michael Anthony menciptakan rekor dunia sebagai pianis tunanetra dan autis usia 13 tahun mempergelar resital piano tunggal dengan repertoire Jaya Suprana.

Hebat dan inspiratif sekali ya mereka!

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.