14 April 2018

7 Tips Memilih Mainan Bayi Ramah Lingkungan

Hati-hati, banyak mainan diproduksi dengan bahan-bahan berbahaya!

Mainan sudah menjadi kebutuhan si kecil yang berguna untuk membantu mengasah kemampuan sekaligus pengetahuannya. Dengan bermain, si kecil bisa mengembangkan imajinasi dan daya pikirnya. Sayang, orang tua kerap salah memilih jenis mainan bayi yang justru berisiko menghambat pertumbuhan buah hati tercinta. Banyak ragam mainan diproduksi dengan bahan-bahan berbahaya dan tidak ramah lingkungan. Lantas, bagaimana cara memilih produk ramah lingkungan berupa mainan anak atau bayi?

  1. Perhatikan Bahan Utama Mainan

Cari mainan yang aman dan terbuat dari bahan-bahan alami seperti kayu solid (tanpa finishing atau proses yang mengandung bahan berbahaya bagi anak-anak) dan tekstil organik semacam wol, kapas, felt, dan sejenisnya.

  1. Tak Perlu Beli Mainan Bayi Terlalu Banyak

Semakin sedikit jumlah mainan yang Moms beli untuk si kecil, semakin lebih ramah lingkungan. Hal tersebut tentunya bukan hanya baik bagi lingkungan dan planet ini, tapi juga sangat baik untuk menekan pengeluaran Moms.

Baca juga: Seberapa Banyak Mainan yang Boleh Dimiliki Anak?

  1. Tinjau Tujuan Membeli Mainan Bayi

Pertimbangkan kembali tujuan Moms membeli mainan bayi. Apakah bisa mainan yang akan Moms beli untuk si kecil diganti dengan bahan-bahan daur ulang yang jauh lebih ramah lingkungan. Contohnya, Moms bisa membuat mainan sensorik menggunakan botol plastik bekas.

  1. Cari Bahan Mainan yang Tahan Lama atau Awet

Mainan anak berkualitas tinggi memang harganya lebih mahal, namun lebih awet. Jika si kecil sudah besar, mainan tersebut bisa diberikan kepada adik atau kerabat yang lebih muda. Selain itu, Moms juga bisa mendapatkan uang dari mainan bekas tersebut dengan menjualnya.

  1. Perhatikan Label Mainan

Di label juga terdapat informasi mengenai bahan pembuat mainan. Mainan perhiasan seperti gelang-gelangan atau kosmetik ternyata berisiko tinggi. Mainan perhiasan umumnya mengandung kadar timbal tinggi, sementara kosmetik anak-anak mengandung sejumlah bahan kimia yang perlu dipertanyakan keamanannya.

Mengingat hampir semua mainan bayi terbuat dari plastik, setidaknya Moms melakukan langkah antisipasi dengan memerhatikan label di mainan yang akan Moms beli. Apakah bahan plastik tersebut tergolong aman bagi anak-anak atau tidak? Apakah sudah memenuhi syarat mainan yang aman ataukah tidak?

  1. Gunakan Produk Lokal

Kurangi tingkat pencemaran lingkungan dengan membeli produk lokal dan ramah lingkungan. Jika Moms melihat penjual mainan di sekitar tempat tinggal Moms -- termasuk produsen mainan anak dalam negeri yang memproduksi mainan anak-anak ramah lingkungan -- maka Moms bisa menjadikannya pilihan dibanding membeli mainan impor. Sebab, semakin jauh produk tersebut berasal, semakin tinggi emisi gas rumah kaca untuk mengirimkan mainan tersebut. Hal ini tentu tidak ramah lingkungan.

  1. Mainan Multifungsi

Cobalah memilih mainan bayi yang multifungsi. Bukan hanya bisa menjadi produk ramah lingkungan, mainan dengan jenis ini juga bisa Moms gunakan untuk melatih kreativitas dalam berbagai macam permainan bersama si kecil. Blok berbahan kayu, syal warna-warni, hingga kotak kardus merupakan beberapa contohnya. Harganya juga lebih bersahabat sekaligus aman digunakan untuk melatih kreativitas anak.

Jika Moms sedang mencari mainan bayi yang berkualitas, saat ini Orami sedang mengadakan promo Ramadan, jadi Moms bisa mendapatkan berbagai produk bayi dan anak dengan diskon hingga 70%! 

Ternyata memilih mainan  bayi yang ramah lingkungan tidak sulit, bukan, Moms? Jadi, apa mainan si kecil di rumah sudah memenuhi standar produk ramah lingkungan yang aman dimainkan anak-anak?

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.