10 Juli 2018

8 Cara Menghadapi Teman Kerja yang Suka Gosip

Bagaimana cara merespons dengan tepat? Ini caranya

Tak jarang dalam lingkungan pekerjaan banyak kepribadian seseorang yang mungkin tak sesuai dengan Moms. Salah satu yang paling sering ditemui adalah rekan kerja yang suka bergosip. Bahkan sangat mungkin Moms pernah menjadi salah satu korban gosip yang mereka buat.

Menanggapi hal tersebut tak bisa dilakukan dengan hati yang panas karena salah-salah malah akan menimbulkan suasana yang tak nyaman antar rekan kerja.

Tak mau ambil pusing dengan hal remeh yang mengganggu pekerjaan dan rentan bikin emosi ini? Nah, berikut adalah beberapa tips menghadapi rekan kerja yang suka bergosip:

1. Berikan Respon Positif

Pada umumnya, seseorang yang gemar bergosip adalah seseorang yang sebenarnya tak percaya akan dirinya sendiri dan menjelekkan orang lain adalah cara yang dianggap tepat untuk menaikkan dirinya.

Mendengar hal semacam itu, alangkah baiknya Moms berusaha mengingatkan bahwa hati mereka sesungguhnya baik dan tak perlu menjelekan orang lain.

Dengan memberikan respon yang positif bahkan pujian, akan membuat seseorang lebih mudah sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, dan kemungkinan besar mereka akan berhenti bergosip.

Baca Juga : 5 Tipe Rekan Kerja yang Sebaiknya Kita Hindari

2. Ingatkan Tentang Perbedaan

Ketika seseorang bergosip tentang seseorang, biasanya dikarenakan apa yang dilakukan orang tersebut bertentangan dengan budaya maupun kebiasaan orang tersebut.

Cobalah untuk ingatnya rekan Moms tersebut untuk menyadari bahwa kita hidup dari berbagai macam budaya dan kebiasaan. Gosip dapat dengan mudah berubah menjadi komentar rasis saat Moms menggunakan pernyataan negatif tentang budaya orang tersebut.

Bagi rekan Moms memang mungkin hal tersebut terbilang sepele, namun hal kecil seperti itulah yang sebenarnya menjadi pemicu awal sebuah keretakan.

3. Alihkan Topik

Saat sedang berkumpul bersama rekan Moms yang memang gemar bergosip, cobalah untuk membua topik yang tak akan mengarah ke arah gosip. Bila hal tersebut kurang berhasil maka cobalah untuk mengalihkan topik saat rekan Moms sedang bergosip.

Namun, bila Moms memang sudah merasa malas untuk menanggapinya, berikan saja respon seadanya tak perlu menanggapi dengan komentar.

Kebanyakan orang yang suka bergosip akan merasa tak nyaman dengan sendirinya bila apa yang mereka bicarakan tak mendapat perhatian dari lawan bicara. Dengan sendirinya mereka akan berhenti karena merasa tak ada respon.

4. Menghindar

Cara paling mudah untuk tak mendengarkan gosip apalagi sampai ikut bergosip adalah dengan menghindari sumber gosip tersebut. Tak perlu takut dianggap tak asik hanya karena Moms tak ingin ikut bergosip, masih banyak hal positif yang dapat Moms lakukan selain berkumpul untuk sekadar bergosip.

Pada awalnya mungkin Moms akan menjadi bahan gosip rekan Moms tersebut karena dianggap sombong, tapi tak perlu khawatirkan hal tersebut karena seiring berjalannya waktu rekan Moms juga akan sadar alasannya.

Baca Juga : 7 Sikap Mengapa Anda Dijauhi Rekan Kerja

Efek Buruk Bergosip

Bagi orang-orang yang gemar bergosip, memang membicarakan keburukan orang lain seakan memberi kepuasan tersendiri. Namun tahukah bahwa ternyata bergosip memiliki efek yang amat buruk untuk diri sendiri. Antara lain:

1. Mengisolasi Diri Sendiri

Bergosip akan mengisolasi diri sendiri, sadarkan bahwa tentu saja orang akan terus berbicara dengan si biang gosip namun orang tersebut akan dikenal sebagai seseorang dengan sifat buruk, belum lagi orang-orang yang mungkin secara diam-diam membenci biang gosip itu sendiri.

2. Tidak Dipercaya

Semakin sering seseorang bergosip akan semakin banyak pula orang yang tak dapat mempercayainya. Bahkan rekan terdekat sekalipun tak akan pernah percaya untuk menceritakan hal apapun kepada orang tersebut karena mereka takut akan dijadikan bahan gosip olehnya.

3. Menyakiti Orang Lain

Salah satu efek terburuk gosip adalah menyakiti orang lain. Jika Moms pernah menjadi objek gosip atau desas-desus palsu, Moms akan sadar betapa berbahayanya gosip.

Setiap hendak mulai bergosip maka posisikanlah diri sebagai korban, tentunya tak akan pernah menyenangkan menjadi orang yang digosipkan. Ingatlah bahwa hari ini bisa saja kita membicarakan orang lain, tetapi besok orang tersebut yang membicarakan kita.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.