20 April 2020

5 Alasan Malas Bercinta Berbahaya buat Pernikahan

Bisa sampai berujung perceraian!

Keintiman fisik merupakan hal yang penting dalam kehidupan rumah tangga. Hal inilah yang membuat suatu hubungan lebih dari sekadar persahabatan platonis.

Beberapa pasangan jatuh ke dalam pola atau kebiasaan membiarkan hubungan intim keduanya merenggang dan akhirnya jadi jauh.

Penurunan intensitas bercinta, dalam beberapa tahun pertama pernikahan, terutama jika sudah memiliki anak merupakan hal yang normal. Namun kehilangan aspek fisik pernikahan ini sering menandakan masalah pernikahan yang perlu ditangani.

Apalagi jika Moms atau Dads jadi malas bercinta. Apa dampaknya bagi pernikahan?

Baca Juga: 10 Ide Ucapan Romantis Kepada Suami Untuk Rayakan Ulang Tahun Pernikahan

Akibat Jarang Bercinta Berbahaya untuk Pernikahan

Berikut ini adalah beberapa akibat yang bisa timbul jika jarang bercinta dalam pernikahan.

1. Menimbulkan Depresi

jarang berhubungan seks
Foto: jarang berhubungan seks

Foto: Orami Photo Stock

Penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan dalam sebuah hubungan pernikahan secara signifikan berkaitan dengan seberpa seringnya berhubungan seks dengan pasangan. Tidak hanya menyenangkan, berhubungan seks juga menurunkan tingkat stres, juga mengubungan pasangan dalam keterikatan emosional.

Jurnal Social Psychological and Personality Science menunjukkan bahwa sering berhubungan seksual bisa meningkatkan level kebahagiaan.

Jadi bisa dibayangkan bahwa jarang berhubungan seks bisa membahayakan mental seseorang dan membuat kita menjadi depresi.

2. Mengurangi Kepercayaan dalam Pernikahan

jarang berhubungan seks
Foto: jarang berhubungan seks

Foto: pinterest.com

Dalam sebuah jurnal penelitian yang dilakukan Northwestern University dan Redeemer University College bahwa kepercayaan sangat penting untuk memiliki pernikahan yang bahagia.

Hormon oksitosin akan dilepaskan saat keintiman ditunjukkan untuk meningkatkan kepercayaan, membuat orang lebih berani, dan lebih percaya satu sama lain.

Bila Moms dan Dads jarang berhubungan seks maka bahaya yang timbul merasa kurang percaya secara fisik dan emosional terhadap pasangan.

Baca Juga: Wajib Coba, Ini 5 Posisi Seks Anti-Bosan yang Menyenangkan

3. Mencari Kesenangan Lain

jarang berhubungan seks
Foto: jarang berhubungan seks

Foto: regain.us

Ketika Moms dan Dads tidak merasa nyaman secara emosional dan fisik terhadap satu sama lain, akan timbul pikiran untuk mencari kesenangan di tempat lain. Hal ini bisa menyebabkan rasa bersalah atau yang lebih parahnya berujung pada perselingkuhan dan merusak pernikahan.

4. Menjadi Mudah Tersinggung

jarang berhubungan seks
Foto: jarang berhubungan seks

Foto: dailyecho.co.uk

Jika Moms dan pasangan jarang bercinta, bahaya lainnya yang mungkin timbul adalah menjadi sensitif dan mudah sekali tersinggung.

Hal ini dikarenakan hormon oksitosin bermanfaat untuk membuat kita menjadi lebih tenang dan tidak stres. Namun jika jarang berhubungan seks, hormon ini akan berkurang. Akibatnya akan sering terjadi perdebatan dan merasa terganggu dengan pasangan.

Baca Juga: 5 Tips Berhubungan Seks untuk Pasangan LDR

5. Perceraian

jarang berhubungan seks
Foto: jarang berhubungan seks

Foto: mymindmatters.ca

Bahaya yang paling tidak diinginkan namun mengintai adalah perceraian. Kurangnya keintiman satu sama lain, sering berdebat, tidak nyaman satu sama lain, depresi, dan tidak adanya kepercayaan pasti akan menumpuk jika jarang berhubungan seks.

Akibatnya kita menjadi jauh dengan pasangan, merasa seperti orang asing, sudah tidak ada keterikatan lagi dan akhirnya perceraianlah satu-satunya jalan keluar.

Itulah bahaya dari jarang berhubungan seks dalam pernikahan. Jika Moms dan pasangan berada dalam kondisi ini sekarang, pastikan untuk segera mencari penyelesaiannya agar tidak semakin terluka.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.