3-5 tahun

3-5 TAHUN
12 Maret 2020

4 Alasan Orang Tua Memanjakan Anak, Kadang tidak Disadari

Yuk, cari tahu apakah Moms dan Dads termasuk orang tua memanjakan anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bagi sebagian orang tua, memberi anak apa pun yang ia minta merupakan wujud ungkapan kasih sayang. Menurut para ahli, tindakan seperti itu bisa menjadi pertanda bahwa orang tua memanjakan anak.

Richard Weissbourd, psikolog dan dosen senior di Harvard Graduate School of Education, mengatakan orang tua zaman now seolah terobsesi ingin membahagiakan anak mereka.

Fenomena ini, menurut Weisbourd, penulis buku The Parents We Mean To Be, berbeda dengan karakteristik orang tua pada zaman-zaman sebelumnya.

Meski membahagiakan anak bukanlah keinginan yang buruk, namun, menurut Weisbourd, upaya tersebut membuat orang tua terlalu fokus pada perasaan anak dan menomorsekiankan perasaan ataupun kepentingan orang lain.

Baca Juga: Kenali 6 Tanda Anak Terlalu Dimanja, Salah Satunya Mudah Tantrum

Alasan Orang Tua Memanjakan Anak

Akibatnya, tanpa disadari orang tua memanjakan anak. Menurut para ahli, berikut beberapa alasan yang dapat mendorong orang tua tanpa sadar memanjakan anak.

1. Merasa Bersalah

42-60708767.jpg

Foto: Smithsonian Magazine

Menurut Gail Gross, spesialis perkembangan anak di Houston, dinamika keluarga masa kini kerap kali menjadi alasan orang tua memanjakan anak. Moms dan Dads yang sama-sama bekerja penuh waktu sering merasa bersalah karena hanya punya sedikit waktu untuk anak-anak mereka.

Untuk “membayar” rasa bersalah tersebut, orang tua lalu cenderung memberi kompensasi secara berlebih, seperti memanjakan anak dan membolehkan anak melakukan apa pun.

2. Tidak Konsisten

426820288-H.jpg

Foto: First Cry Parenting

American Academy of Pediatrics mengungkapkan bahwa alasan orang tua memanjakan anak adalah tidak konsisten. Padahal, untuk menerapkan disiplin pada anak dibutuhkan konsistensi.

Kadang, orang tua memberi kelonggaran pada aturan-aturan yang sudah dibuat karena, misalnya, sedang kelelahan, tidak ada waktu menanggapi rengekan anak, atau menganggap tidak ada salahnya menuruti kemauan anak.

Tindakan yang tidak konsisten seperti itu akan membuat anak menganggap aturan-aturan yang dibuat orang tua bisa diabaikan. Di lain waktu, ia akan mengulangi modus tersebut; merengek, menangis, berteriak, atau memaksa ternyata efektif dalam membuat Moms menuruti kemauannya.

Baca Juga: Ini Cara Mengatasi Anak Nakal dan Manja

3. Terlalu Banyak Membantu

istockphoto-819456122-612x612.jpg

Foto: Istockphoto

Tiap melihat Si Kecil kesulitan melakukan sesuatu, orang tua langsung sigap membantu, termasuk dalam hal sederhana seperti mengambil makanan atau memakai baju. Moms mungkin menganggap tindakan seperti itu sebatas membantu dan bukan orang tua memanjakan anak.

Tetapi, bila terlalu sering dilakukan, anak jadi mengandalkan orang tua dan kurang mempunyai daya juang dalam menyelesaikan atau mencapai sesuatu.

Claire Lerner, spesialis perkembangan anak dari Zero to Three mengingatkan, peran orang tua adalah membimbing anak agar dapat melakukan berbagai hal sendiri sehingga anak memiliki kemampuan dan rasa percaya diri yang baik.

4. Keinginan Masa Kecil

photo-of-child-sitting-on-toy-near-balloons-3653946.jpg

Foto: Pexels

Salah satu alasan orang tua memanjakan anak adalah ingin anak bisa memiliki barang atau mainan yang dulu Moms atau Dads tidak bisa miliki saat kecil.

Membahagiakan anak tentu boleh-boleh saja. Tetapi, membelikan anak terlalu banyak barang bisa membuat anak susah puas dan selalu ingin diberi barang baru, meski barang milik mereka sudah berlebih.

Baca Juga: 7 Kesalahan Orang Tua yang Tanpa Disadari Membuat Anak Jadi Nakal dan Manja

Itulah beberapa alasan mengapa orang tua memanjakan anak. Coba ingat lagi apakah salah satunya merupakan alasan Moms untuk memanjakan Si Kecil?

(AN)

Artikel Terkait