29 November 2018

Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Meniru Perilaku Negatif Temannya?

Lihat penyebab dan ajari anak menyikapinya

Moms, mulai sering dibuat khawatir dengan kebiasaan anak meniru teman?

Perilaku meniru sebenarnya adalah bagian normal dari perkembangan anak, dimana dia belajar tentang perilaku yang diterima atau tidak diterima dalam masyarakat serta budaya tempat tinggalnya.

Yang jadi masalah adalah ketika buah hati mulai meniru perilaku negatif anak lain, seperti membolos, berkata kasar, atau mengejek teman, padahal Moms tak pernah mengajarkannya untuk berlaku seperti itu.

1. Perbanyak Main di Rumah 

Mengundang teman anak main ke rumah memang sedikit merepotkan, tapi cara ini akan membantu Moms mengenal lebih dekat teman bergaul anak serta cara mereka berinteraksi.

Begitu terlihat ada perilaku negatif teman yang bisa ditiru oleh anak, Moms bisa segera mencegah dan memberikan pengertian bahwa hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan. Misalnya dengan mengatakan “Di rumah ini tidak boleh berkata kasar, jadi jangan diulangi lagi, ya.”

Moms juga bisa mengingatkan buah hati tentang aturan yang diterapkan di rumah, seperti “Kamu ingat kan, kalau di rumah tidak boleh buang sampah sembarangan?”

Meski si kecil kadang tetap memberontak dan tidak menurut, menekankan kembali aturan di rumah dapat membantu mencegah anak meniru perilaku negatif anak lain.

2. Ajak Anak Berdiskusi

Seringkali anak meniru perilaku negatif teman karena dia belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk, bukan untuk membuat Moms kesal.

Jadi sebelum marah dan menghakimi, ada baiknya Moms tetap bersikap netral sambil mengajak anak berdiskusi untuk mendorongnya berpikir lebih kritis.

Sebagai contoh, Moms bisa mengawali diskusi dengan memberikan pertanyaan seperti:

  • Apakah menurutmu memukul teman itu baik?
  • Kira-kira, bagaimana perasaanmu kalau diejek teman?
  • Menurutmu, apa yang akan terjadi kalau kamu membuang sampah sembarangan di kamar?

Arahkan diskusi untuk membuat anak memahami konsekuensi dari perbuatannya, sekaligus mendorongnya untuk membuat pilihan yang baik dan melakukan apa yang menurutnya benar.

Tergantung dengan perilaku negatif yang ditunjukkan anak, diskusi juga bisa menjadi kesempatan baik bagi Moms untuk menumbuhkan empati, kebaikan, integritas, maupun nilai kejujuran dalam diri anak.

3. Fokus pada Perilaku Positif

Moms, ada pula kalanya anak meniru perilaku negatif teman hanya untuk mendapatkan perhatian dan melihat reaksi orang tua.

Bila perilaku negatif yang ditirunya masih termasuk kategori ringan, dalam arti tidak membahayakan dan menyakiti perasaan dirinya maupun orang lain, Moms bisa mengabaikannya dan mengembalikan fokus pada perilaku positif.

Sebagai contoh, bila pola makan anak terganggu karena meniru perilaku teman yang banyak mengonsumsi junk food dan makanan manis, di rumah Moms bisa mengajaknya memasak makanan sehat serta menyajikan makanan sehat secara kreatif.

4. Berdiskusi dengan Guru Sekolah

Bila perilaku negatif yang ditiru anak dari teman sekolah terlihat mengganggu prestasi belajar, hubungan dengan guru, atau pola kehidupan anak, Moms bisa berdiskusi dengan guru sekolah tentang langkah pencegahan yang bisa dilakukan. 

Selain tetap bersikap netral dan tidak membandingkannya dengan anak lain, Moms juga perlu memperkuat nilai dan aturan di rumah untuk membentengi anak dari pengaruh negatif.

Bagaimana dengan anak Moms, apakah dia pernah meniru perilaku negatif dari temannya? Apa yang Moms lakukan saat itu?

(WA)

Sumber: todaysparent.com

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.