Kesehatan

3 Juni 2021

Moms Harus Tahu, Ini 6 Tanda Pubertas Laki-laki

Saat sedang masa puber, ia akan mengalami perubahan mood.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Orami

Setiap anak yang tumbuh dan berkembang akan mengalami banyak sekali perubahan. Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah pubertas yang akan mereka alami. Pubertas laki-laki dan perempuan tentu memiliki perbedaan ya, Moms.

Akan ada banyak perbedaan dan perubahan yang terjadi pada tubuh anak ketika pubertas, yang akan membuat mereka terkadang bingung. Sebagai orangtua, Moms tentunya harus memahami hal tersebut.

Yuk Moms, kita kenal lebih jauh mengenai pubertas laki-laki serta tanda-tandanya.

Baca Juga: Jangan Salah Kaprah! Cek Dulu 5 Mitos Dan Fakta Puber Anak Ini

Apa Itu Pubertas Laki-Laki?

boys-puberty.jpg

Foto: shutterstock.com

Baik anak perempuan maupun laki-laki akan mengalami fase yang disebut dengan pubertas. Pada fase ini, anak-anak juga sedang ddalam transisi dari anak-anak ke remaja.

Melansir Hopkins Medicine, penting untuk diingat bahwa perubahan pada fase pubertas akan terjadi secara berbeda untuk setiap anak atau remaja.

Beberapa remaja mungkin mengalami tanda-tanda kedewasaan lebih cepat atau lambat dibandingkan yang lain, dan hal ini adalah sesuatu yang normal. Setiap anak melewati masa pubertas dengan kecepatannya masing-masing.

Pubertas pada anak laki-laki biasanya terjadi pada usia 11 tahun, bisa kurang atau lebih. Jika dimulai pada usia sembilan atau 14 tahun, hal tersebut masih masuk ke dala kategori normal.

Usia ini menunjukkan pubertas laki-laki terjadi lebih lambat dari pubertas perempuan.

Nah Moms, apa saja yang harus Moms dan Si Kecil pahami ketika sudah mulai masuk ke fase pubertas?

Baca Juga: Anak Zaman Sekarang Lebih Cepat Puber, Mengapa?

Tahapan Pubertas Laki-Laki

Teenage-boy-suffering-from-acne.jpg

Foto: pinterest.com

Mengutip Healthline, tahapan puber pada anak disebut juga dengan Tanner atau peringkat kematangan seksual.

Tanner berfungsi sebagai pedoman umum untuk mengidentifikasi perkembangan fisik, meskipun setiap anak memiliki fase pubertas yang berbeda.

Tanner pada pubertas laki-laki yang dijelaskan oleh Professor James M., seorang ahli perkembangan anak adalah sebagai berikut.

1. Tanner Tahap 1

Tanner tahap 1 merupakan penampilan anak sebelum tanda-tanda perubahan fisik akibat pubertas muncul. Menjelang akhir tahap 1, otak baru saja mulai mengirim sinyal ke tubuh untuk bersiap menghadapi perubahan.

Hipotalamus mulai melepaskan hormon pelepas gonadotropin (GnRH). GnRH bergerak ke kelenjar pituitari, yaitu area kecil di bawah otak yang membuat hormon yang mengontrol kelenjar lain di dalam tubuh.

Tanda-tanda awal ini biasanya dimulai setelah ulang tahun ke-8 anak perempuan dan setelah ulang tahun ke-9 atau ke-10 anak laki-laki. Tidak ada perubahan fisik yang terlihat pada anak laki-laki atau perempuan pada tahap ini.

2. Tanner Tahap 2

Tahap 2 menandai awal perkembangan fisik. Hormon mulai mengirim sinyal ke seluruh tubuh.

Pada anak laki-laki, pubertas biasanya dimulai sekitar usia 11 tahun. Testis dan kulit di sekitar testis (skrotum) akan terlihat mulai membesar. Pada tahap ini juga, akan tumbuh rambut kemaluan di pangkal penis.

Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Rambut Kemaluan pada Tubuh

3. Tanner Tahap 3

Perubahan fisik mulai semakin terlihat. Pada anak laki-laki, biasanya dimulai sejak umur 13 tahun.

Salah satu yang paling terlihat adalah penis semakin panjang karena testis terus membesar. Adapula beberapa jaringan payudara mungkin mulai terbentuk di bawah puting (ini terjadi pada beberapa remaja laki-laki selama perkembangan dan biasanya hilang dalam beberapa tahun). Hal ini sering kali disebut dengan istilah "man-boobs."

Anak laki-laki mulai mengalami mimpi basah (ejakulasi di malam hari), suara berubah yang biasanya dari nada tinggi ke nada rendah, otot membesar, dan pertumbuhan tinggi badan meningkat menjadi 2 hingga 3,2 inci per tahun.

4. Tanner Tahap 4

Pubertas berjalan lancar selama tahap 4. Baik anak laki-laki maupun perempuan sedang memperhatikan banyak perubahan.

Pubertas laki-laki pada tanner tahap 4 biasanya dimulai sata usia 14 tahun. Ciri yang paling terlihat adalah, mulai muncul jerawat karena perubahan hormon, bulu ketiak mulai tumbuh, dan suara yang rendah menjadi permanen.

5. Tanner Tahap 5

Ini merupakan tahap terakhir yang berarti anak sudah selesai melewati fase "pematangan."

Pada anak laki-laki, tahap 5 biasanya dimulai sekitar usia 15.

Perubahan tersebut ditandai dengan penis, testis, dan skrotum akan mencapai ukuran dewasa, rambut kemaluan menyebar ke paha bagian dalam, rambut wajah mulai tumbuh, dan pertumbuhan tinggi badan mulai melambat menjelang usia 18 tahun.

Baca Juga: Tinggi Badan Anak Dipengaruhi secara Genetik, Benar atau Salah?

Tanda-Tanda Perubahan Akibat Pubertas Laki-Laki

teenage boy.jpg

Foto: pinterest.com

Setelah mengetahui tahapan atau tanner, maka selanjutnya adalah tanda-tanda perubahan yang harus Moms ketahui ketika anak mulai puber.

Tanda-tanda ini biasanya tidak terlihat secara langsung karena prosesnya yang lambat. Bagi beberapa anak yang mengalami transisi ke remaja, mood akan sangat terpengaruh lho, Moms.

Ini dia tanda-tanda perubahan akibat pubertas pada anak laki-laki.

Baca Juga: 3 Tips Penting Memilih Bra untuk Anak Perempuan yang Baru Puber

1. Organ Kemaluan yang Mulai Berkembang

Organ kemaluan yang mulai berkembang ini akan terasa dan terlihat sangat signifikan, dimana penis si Kecil akan menjadi memangjang dan melebar.

MelansirNational Healtth Service, sekitar sepertiga anak laki-laki memiliki benjolan kecil ang disebut papula, di penis mereka di masa pubertas. Benjolan ini terlihat seperti jerawat dan normal serta tidak berbahaya, meskipun bersifat permanen.

Hal yang perlu Moms ketahui adalah, ukuran organ vital tak memiliki pengaruh terhadap fungsi seksual.

Sehingga, ketika perkembangan organ vital tak sesuai dengan harapan, Moms harus dapat menjelaskan pada si Kecil bahwa hal tersebut tetaplah normal.

2. Area Ketiak Juga Mulai Tumbuh Rambut

Beritahulah selagi mereka sudah mulai mengerti, bahwa akan ada saatnya ketiak mereka mulai tumbuh rambut dan hal tersebut sangat normal terjadi.

Mengutip Hopkins Medicine, anak-anak yang sedang puber perlu diberi tahu area mana saja yang akan tumbuh rambut. Biasanya, rambut akan mulai tumbuh di area genital lalu ketiak. Bagi pubertas laki-laki, rambut juga akan tumbuh di wajah dan di kaki mereka.

Hal yang harus diperhatikan adalah menjaga kebersihannya, karena bau badan dapat disebabkan oleh ketiak yang tak bersih.

3. Mimpi Basah

Berikutnya ada mimpi basah yang biasanya akan terjadi ketika tubuh mulai memproduksi lebih banyak hormon testosteron.

Ketika tidur, mereka mungkin akan melakukan ejakulasi tanpa sadar. Ini merupakan pertanda bahwa seorang anak sedang tumbuh dan tubuhnya sedang mempersiapkan kedewasaannya.

Mengutip Verywell Family, ejakulasi pada anak-anak di masa pubertas terjadi bahkan tanpa harus mengalami mimpi yang bersifat seksual. Hal ini sangat wajar ya, Moms.

Baca Juga : Kapan Usia Tepat Anak Laki-laki Disunat?

4. Suara Menjadi Lebih Besar

Hal yang akan sangat jelas terasa adalah suaranya yang akan semakin berubah. Selama masa pubertas suara mereka tak lagi menggemaskan.

Menurut Healthline, ini terjadi karena pita suara dan kotak suaranya (laring) juga semakin berkembang. Sebelum suaranya berubah sepenuhnya, suaranya akan pecah dan melambung, dari tinggi ke rendah dengan cepat.

Kondisi ini dapat memalukan bagi sebagian anak, sehingga pemahaman bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar, perlu disampaikan oleh orang tua.

Anak laki-laki Moms akan terdengar semakin gagah dengan suara yang kian membesar.

5. Wajah Berjerawat

Tak hanya terjadi pada anak perempuan saja, pada anak laki-laki juga bisa mengalami wajah berjerawat, lho.

Perubahan hormon pada masa pubertas, dapat menyebabkan minyak menumpuk di kulit dan menyumbat pori-pori. Anak-anak bisa mengalami jerawat di wajah, punggung, atau dada.

Pada masa ini umumnya akan semakin seperti yang lain, sulit menghilangkan jerawat ini.

6. Mood Naik dan Turun

Hal yang akan cukup menantang bagi anak laki—laki dan lingkungannya adalah ketika mereka mengalami perubahan mood.

Tak jarang mereka akan merasa minder atau malu yang menyebabkan mereka menjadi lekas murung atau bahkan emosi.

Pubertas laki-laki juga sama halnya dengan perempuan, juga dapat mengalami perubahan suasana hati berkat perubahan hormonal, fisik, dan emosional yang mereka alami.

Baca Juga: Kenali Penyebab Mood Swing dan Cara Mengatasinya

Hal-hal seperti ini sangat wajar terjadi Moms, jangan terlalu memusingkannya. Hal ini justru menjadi salah satu momen penting yang benar-benar harus Moms perhatikan.

(MDP)

  • https://www.healthline.com/health/parenting/stages-of-puberty#tanner-stage-5
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/puberty-adolescent-male
  • https://www.verywellfamily.com/stages-of-puberty-in-boys-the-changing-male-body-3200880
  • https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/penis-size/
  • https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/stages-of-puberty-what-happens-to-boys-and-girls/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait