18 Maret 2024

Testis Besar Sebelah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Meskipun umum terjadi, testis besar sebelah bisa menjadi tanda penyakit ini!

Testis besar sebelah memang umum terjadi pada pria. Kondisi tersebut akan membuat sisi sebelah buah zakar tampak turun.

Meskipun kebanyakan pria memiliki bentuk testis besar sebelah, kondisi ini juga bisa dikaitkan dengan gangguan kesehatan pada organ reproduksi pria.

Tugas vitalnya dalam memproduksi sperma dan hormon testosteron membuat kesehatan organ ini harus dijaga dengan baik.

Pertanyaannya adalah, apa saja penyakit yang menyebabkan ukuran testis besar sebelah? Apa gejala yang tampak? Kemudian, bagaimana cara mengatasinya?

Penyakit yang Menjadi Pemicu Testis Besar Sebelah

Testis Besar Sebelah
Foto: Testis Besar Sebelah (Medicine.net)

Dilansir dari National Health Service, kebanyakan pria memang memiliki ukuran testis yang lebih besar sebelah. Jika dilihat, tampak salah satunya menggantung lebih rendah.

Testis yang sehat akan terasa halus ketika diraba, tanpa benjolan atau dengan benjolan, dan kencang tetapi tidak keras.

Terdapat tabung lunak yang disebut dengan epididimis di bagian belakang testis, yang berfungsi untuk mengangkut dan menyimpan produksi sperma.

Jika saat diraba testis memiliki benjolan keras atau terasa sakit, bisa jadi kamu tengah mengalami gangguan kesehatan pada organ tersebut.

Lantas, apa saja penyakit yang menjadi penyebab testis besar sebelah? Berikut ini beberapa jenis penyakit tersebut:

Baca juga: Buah Zakar Besar Sebelah pada Bayi Apakah Normal? Ini Penyebabnya

1. Torsio Testis

Dilansir dari Mayo Clinic, torsio testis terjadi ketika testis berputar, yang disebabkan oleh terlilit tali-tali kristal. Kondisi tersebut menyebabkan suplai darah berkurang.

Bukan itu saja, aliran darah yang berkurang memicu munculnya sejumlah gejala, seperti rasa nyeri dan pembengkakan dalam intensitas parah.

Torsio testis paling umum dialami seseorang di rentang usia 12-18 tahun. Gangguan kesehatan yang satu ini bahkan bisa saja dialami jauh sebelum bayi lahir.

Penyakit ini tidak bisa disepelekan begitu saja. Butuh pembedahan darurat untuk mengatasinya.

Semakin cepat tindakan dilakukan, persentase kesembuhan semakin tinggi.

Namun, jika testis yang terlilit dibiarkan saja, aliran darah dapat terhenti sepenuhnya, sehingga kemungkinan besar prosedur operasi pengangkatan testis harus dilakukan.

Fungsi pentingnya untuk memproduksi hormon testosteron dan tempat penyimpanan sperma.

Hal ini membuat kesehatan testis harus dijaga dengan baik.

Jika sudah terkena torsio testis dan menjalani operasi pengangkatan testis, otomatis pria tersebut akan mengalami masalah kesuburan atau infertilitas.

2. Hidrokel

Hidrokel menjadi penyebab testis besar sebelah selanjutnya. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan pada salah satu testis, dan tidak menyakitkan.

Selain skrotum, area yang juga mengalami pembengkakan adalah selangkangan. Terlihat tidak nyaman saat dilihat, tetapi tidak membahayakan.

Gejalanya sendiri ditandai dengan pembengkakan dan kemerahan pada skrotum. Selain itu, penderita biasanya merasakan sensasi tekanan di dasar penis.

3. Varikokel

Dilansir dari Urology Care Foundation, varikokel terjadi akibat adanya pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena dalam buah zakar.

Kondisi tersebut sekilas mirip dengan varises pada kaki, yang terjadi di salah satu sisi testis. Area yang terkena biasanya adalah testis sebelah kiri.

Hal tersebut dikarenakan, pembuluh darah vena di testis sebelah kiri lebih sering mendapat tekanan lebih besar.

Sebagian besar pengidap varikokel akan mengalami gejala, seperti rasa tidak nyaman, nyeri saat melakukan aktivitas fisik, dan pembengkakan pada area skrotum.

Jika terjadi dalam intensitas parah, prosedur pembedahan disarankan. Meski varikokel tidak membahayakan, penyakit dapat memicu ketidaksuburan pada pria.

Baca juga: Mengenal Skrotum, Bagian Sistem Reproduksi Pria yang Bertugas Melindungi Testis

4. Epididimitis

Dilansir dari Urology Care Foundation, epididimitis adalah peradangan pada bagian epididimis. Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh infeksi bakteri.

Bagian organ reproduksi pria ini berfungsi untuk menyimpan dan membawa sperma dari testis ke uretra.

Jika bagian ini mengalami peradangan, kondisi tersebut ditandai dengan pembengkakan buah zakar.

Penyakit ini umum terjadi pada pria dengan rentang usia 19-35 tahun.

Bukan hanya infeksi bakteri saja, epididimitis juga dapat terjadi akibat penyakit menular seksual seperti gonore dan klamidia.

5. Orkitis

Orkitis adalah peradangan yang terjadi pada salah satu atau kedua testis sekaligus.

Selain memicu pembengkakan buah zakar, testis juga terlihat besar sebelah.

Penyakit yang saat ini umumnya dipicu oleh infeksi virus gondok yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Dikutip dari Mayo Clinic, orkitis bukan hanya menimbulkan rasa sakit saja.

Penyakit ini memicu munculnya komplikasi, seperti penyusutan testis, abses skrotum, dan ketidaksuburan pria (infertilitas).

Kista epididimis adalah gangguan yang muncul pada saluran tempat penyimpanan dan penyaluran sperma....

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.