Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING
10 Maret 2022

7+ Pilihan Hukuman yang Mendidik untuk Anak, Hindari Kekerasan Fisik dan Verbal!

Hukuman yang mendidik lebih diperlukan daripada hukuman fisik
7+ Pilihan Hukuman yang Mendidik untuk Anak, Hindari Kekerasan Fisik dan Verbal!

Sebagai orang tua, salah satu tugas Moms adalah mengajari anak berperilaku baik. Ini adalah pekerjaan yang membutuhkan waktu dan kesabaran. Dan di antara pengajaran itu, hukuman yang mendidik juga bisa diterapkan.

Tetapi sebagai orang tua, kita seringkali lupa bahwa menghukum anak itu tidak bertujuan untuk membuat mereka takut pada kita. Melainkan untuk mengajarkan Si Kecil betapa pentingnya memiliki perilaku yang baik sebagai anak.

Baca Juga: Dampak Buruk Memukul Bokong untuk Menghukum Anak

Ide Hukuman yang Mendidik

Hukuman yang Mendidik -3

Foto: Hukuman yang Mendidik -3

Foto: Orami Photo Stock

Hukuman tidak selalu harus selalu menjadi horor atau membuat anak merasa tidak enak. Sebagai gantinya, Moms dapat mencoba beberapa ide hukuman mendidik tapi menarik ini membantu anak memahami pentingnya apa yang coba ajarkan kepadanya.

1. Membuat Karya

Moms bisa meminta anak membuat karangan bunga yang cantik untuk pintu kamar anak, membersihkan rak buku atau menyelesaikan beberapa halaman membuat tulisan tangan sebagai bagian dari hukuman yang mendidik.

2. Bawa Hewan Peliharaan Berjalan-jalan

Jika anak telah melakukan sesuatu yang salah di rumah, biarkan mereka keluar tepat waktu dan mendinginkannya. Minta anak untuk mengajak hewan peliharaan jalan-jalan atau berlari. Jika tidak memilikinya, Moms dapat meminta anak untuk berlari beberapa putaran di halaman atau kebun.

3. Tingkatkan Waktu Tidur

Terkadang, Moms dapat menyesuaikan waktu tidur anak secara langsung dengan cara mereka berperilaku hari itu. Jika anak membuat kesalahan dan Moms ingin menghukumnya, naikkan waktu tidurnya lima hingga sepuluh menit.

4. Membantu Persiapan Makan

Jika anak tidak makan tepat waktu meskipun berulang kali diingatkan, Moms dapat mengajaknya untuk membantu persiapan makan, misalnya menyimpan piring sendok, gelas, dan sebagainya. Pastikan anak telah mencuci tangan sebelum menyajikan makanan dan pastikan makanannya tidak terlalu panas.

5. Tahan Lidah

Jika anak menggunakan kata-kata yang buruk atau kasar, buat dia menahan lidahnya secara harfiah. Minta anak untuk menjulurkan lidah dan menahannya menggunakan jari selama beberapa menit sebagai bagian dari hukuman yang mendidik.

6. Beri Tugas Rumah

Jika seringkali anak meninggalkan ruangan dengan berantakan, Moms bisa memberi tugas rumah yang ringan. Misalnya minta anak untuk mencuci piring, menata meja makan, menyiram tanaman, dan apa saja yang sesuai usianya.

7. Membuat Pilihan

Mintalah anak untuk menulis hukuman kreatif pada beberapa lembar kertas yang berbeda dan masukkan ke dalam toples. Jadi, setiap kali Moms perlu menghukum, minta anak untuk mengeluarkannya dan melakukan apa pun yang tertulis di sana.

8. Olahraga

Ide hukuman yang mendidik untuk anak selanjutnya adalah olahraga. Misalnya bila Si Kecil meninggalkan piring kotor tanpa dicuci setelah diberitahu beberapa kali, Moms bisa membuat anak melakukan squat atau sit up selama 10 kali sebagai hukuman yang mendidik dan juga menyehatkan.

Tips Memberikan Hukuman yang Mendidik

Hukuman yang Mendidik -1

Foto: Hukuman yang Mendidik -1

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa tips dari American Academy of Pediatrics (AAP) untuk menerapkan hukuman yang mendidik yang secara efektif mengajar anak-anak untuk mengelola perilakunya sambil membantu perkembangan yang sehat, seperti:

  • Tunjukkan dan beritahu. Ajari anak benar dan salah dengan kata-kata dan tindakan yang tenang. Contohkan perilaku yang ingin Moms lihat pada anak-anak Si Kecil.
  • Tetapkan batas. Miliki aturan yang jelas dan konsisten yang dapat diikuti anak. Pastikan untuk menjelaskan aturan-aturan ini dalam istilah yang sesuai dengan usia yang dapat dipahami anak.
  • Berikan konsekuensi. Dengan tenang dan tegas, jelaskan konsekuensinya jika anak tidak berperilaku baik. Misalnya, katakan padanya bahwa jika dia tidak mengambil mainannya, Moms akan menyimpannya selama sisa hari itu. Bersiaplah untuk segera menindaklanjuti. Jangan menyerah dengan mengembalikannya setelah beberapa menit. Tapi ingat, jangan pernah mengambil sesuatu yang benar-benar dibutuhkan anak seperti makanan.
  • Dengarkan anak. Mendengarkan itu penting. Biarkan anak menyelesaikan cerita sebelum membantu memecahkan masalah. Perhatikan saat-saat ketika perilaku buruk memiliki pola, seperti jika anak merasa cemburu. Bicarakan dengan anak tentang hal ini daripada hanya memberikan konsekuensi.
  • Beri perhatian. Alat yang paling ampuh untuk disiplin yang efektif adalah perhatia, ini untuk memperkuat perilaku yang baik. Semua anak selalu menginginkan perhatian orang tua.
  • Tahu kapan harus tidak merespon. Selama anak tidak melakukan sesuatu yang berbahaya dan diapresiasi saat berperilaku baik, mengabaikan perilaku buruk bisa menjadi cara yang efektif untuk menghentikannya. Mengabaikan perilaku buruk juga dapat mengajarkan anak konsekuensi alami dari sebuah tindakan. Misalnya, jika anak melempar dan merusak mainannya, dia tidak akan bisa memainkannya.
  • Arahkan. Terkadang anak-anak berperilaku tidak baik karena bosan atau tidak tahu apa-apa. Temukan hal lain untuk dilakukan oleh anak.

Baca Juga: Tips Mendisiplikan Anak Tanpa Iming-Iming Maupun Hukuman

Memukul dan Pakai Kata-kata Kasar: Berbahaya dan Tidak Bermanfaat

Hukuman yang Mendidik -2

Foto: Hukuman yang Mendidik -2 (Foto: Shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyoroti mengapa penting untuk fokus pada mengajarkan perilaku yang baik, daripada menghukum perilaku yang buruk. Penelitian menunjukkan bahwa tamparan, pukulan, dan bentuk hukuman fisik lainnya tidak bekerja dengan baik untuk memperbaiki perilaku anak.

Hal yang sama berlaku jika orang tua berteriak atau mempermalukan anak. Selain tidak efektif, hukuman fisik dan verbal yang keras juga dapat merusak kesehatan fisik dan mental anak dalam jangka panjang.

1. Tamparan yang Tidak Sehat

Orang tua dan pengasuh tidak boleh memukul atau memukul anak-anak. Alih-alih mengajarkan tanggung jawab dan pengendalian diri, memukul sering kali meningkatkan agresi dan kemarahan pada anak-anak.

Sebuah penelitian American Academy of Pediatrics (AAP) terhadap anak-anak yang lahir di 20 kota besar AS, menemukan bahwa keluarga yang menggunakan hukuman fisik terjebak dalam siklus negatif: semakin banyak anak dipukul, semakin mereka berperilaku buruk, yang mendorong lebih banyak pukulan lagi.

Efeknya juga dapat dirasakan di luar hubungan orangtua-anak, karena itu mengajarkan bahwa menyakiti seseorang dibolehkan jika sedang frustrasi bahkan dengan orang yang dicintai. Anak yang dipukul lebih mungkin memukul orang lain ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

2. Meninggalkan Tanda Abadi

Hukuman fisik akan meningkatkan risiko cedera terutama pada anak di bawah usia 18 bulan, dan dapat meninggalkan ukuran lain bekas luka di otak dan tubuh. Anak-anak yang dipukul menunjukkan tingkat hormon yang lebih tinggi terkait dengan stres beracun.

Hukuman fisik juga dapat mempengaruhi perkembangan otak. Terdapat studi yang menemukan bahwa orang dewasa muda yang dipukul berulang kali memiliki lebih sedikit materi abu-abu, bagian otak yang terlibat dengan pengendalian diri.

3. Pelecehan Verbal

Kata-kata bisa terasa menyakitkan. Meneriaki anak-anak dan menggunakan kata-kata untuk menimbulkan rasa sakit atau rasa malu emosional juga terbukti tidak efektif dan berbahaya dan tidak termasuk hukuman yang mendidik.

Bahasa verbal yang keras bahkan jika dilakukan oleh orang tua yang hangat dan penuh kasih, dapat menyebabkan lebih banyak perilaku buruk dan masalah kesehatan mental pada anak di kemudian hari.

Penelitian Children Development menunjukkan bahwa disiplin verbal yang keras, yang menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia anak-anak, dapat menyebabkan lebih banyak masalah perilaku dan gejala depresi pada remaja.

Baca Juga: Bolehkah Memberikan Silent Treatment Sebagai Hukuman Untuk Anak?

Ide hukuman yang mendidik untuk anak ini bisa jadi pilihan untuk mendisiplinkan Si Kecil ya Moms.

  • https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Disciplining-Your-Child.aspx
  • https://doi.org/10.1542/peds.2018-3112
  • https://pediatrics.aappublications.org/content/132/5/e1118
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3875601/
  • https://www.momjunction.com/articles/creative-punishments-and-consequences-for-kids_00380278/